Pulau Dua Enggano, Romansa Jaman Belanda

Dahulu Pulau dua ibarat las vegas. Di sana ada pusat pertokoan, rumah sakit, rumah-rumah orang Belanda, bahkan tempat judi. Begitu pengakuan Pak Harun tua-tua ada di Pulau Enggano, provinsi Bengkulu. Hari ini saya berkesempatan menyambangi Pulau dua. Dari Malakoni saya mengendarai motor hampir 12 km jauhnya. Perjalanan menuju Pulau Dua dimulai dari dermaga nelayan dari Kahyapu. Dengan menumpang kapal nelayan saya dan rekan-rekan diajak menyebrang … Continue reading Pulau Dua Enggano, Romansa Jaman Belanda

Watervang Lubuklinggau Bendungan Peninggalan Belanda

Rintik hujan membasahi kaca jendela hotel tempat saya menginap. Pagi itu usai adzan subuh dikumandanglan, saya segera mengemasi kamera. Pagi ini adalah kesempatan terakhir saya, sebab pukul 09.00 harus meninggalkan Lubuklinggau menuju Jakarta. Saya berlalir kecil di bawah rinai hujan untuk menuju Watervang. Saya berjalan menyusuri lorong jalan yang diberi nama Jalan Watervang. Masih sepi dan senyap, dan matahari juga masih terlelap. Akhirnya sampai juga … Continue reading Watervang Lubuklinggau Bendungan Peninggalan Belanda

Gua Sungai Ketaping dan Batu Nyedeng Bukit Bulan

Antara takut dan geli, maka saya memutuskan untuk mencabut gigitan lintah yang sudah gendut dari pangkal kaki saya. Darah segar mengucur usai si lintah dipaksa menuntaskan hisapannya. Tidak hanya satu atau dua gigitan, sore ini setidaknya ada empat luka gigitan pacet. Inilah salah satu risiko menyusuri aliran sungai yang berhulu di gua. Hari ini kami menyurui Gua Sungai Ketaping dan Batu Nyedeng di Bukit Bulan … Continue reading Gua Sungai Ketaping dan Batu Nyedeng Bukit Bulan