Masjid Klenteng Salatiga

Saya teringat waktu kecil dulu, tempat main favorit saya adalah langgar. Saya ikut-ikutan ngaji, meskipun hanya melihat teman dengan lidi menunjuk tulisan arab. Selesai mengaji, barulah kiat bermain-main di lantai langgar atau petak umpet di halaman langgar sampai maghrib. Suasan sepeti itu adalah tahun 80-an saat langgar adalah tempat bermain kami usai sekolah hingga menjelang maghrib. Di langgar inilah saya bisa bermain dan kadang ikut … Continue reading Masjid Klenteng Salatiga

Pulau Dua Enggano, Romansa Jaman Belanda

Dahulu Pulau dua ibarat las vegas. Di sana ada pusat pertokoan, rumah sakit, rumah-rumah orang Belanda, bahkan tempat judi. Begitu pengakuan Pak Harun tua-tua ada di Pulau Enggano, provinsi Bengkulu. Hari ini saya berkesempatan menyambangi Pulau dua. Dari Malakoni saya mengendarai motor hampir 12 km jauhnya. Perjalanan menuju Pulau Dua dimulai dari dermaga nelayan dari Kahyapu. Dengan menumpang kapal nelayan saya dan rekan-rekan diajak menyebrang … Continue reading Pulau Dua Enggano, Romansa Jaman Belanda

Watervang Lubuklinggau Bendungan Peninggalan Belanda

Rintik hujan membasahi kaca jendela hotel tempat saya menginap. Pagi itu usai adzan subuh dikumandanglan, saya segera mengemasi kamera. Pagi ini adalah kesempatan terakhir saya, sebab pukul 09.00 harus meninggalkan Lubuklinggau menuju Jakarta. Saya berlalir kecil di bawah rinai hujan untuk menuju Watervang. Saya berjalan menyusuri lorong jalan yang diberi nama Jalan Watervang. Masih sepi dan senyap, dan matahari juga masih terlelap. Akhirnya sampai juga … Continue reading Watervang Lubuklinggau Bendungan Peninggalan Belanda