Nyasar di Gunung Sindoro

Takut, putus asa, kedinginan, kesepian, keterasing, marah, sepertinya emosi manusia tercurah semua dan ingin rasanya menyarah. Hingga pada satu saat terlelap, gelap dan setelah itu perlahan semburat surya mulai nampak. Saya selamat di pinggang Sindoro. Medio tahun 1999, saat dunia pendakian masih sepi. Kami berempat ingin survey jalur pendakian. Kegiatan ini tidak semata-mata mendaki, tetapi memetakan jalur dan membetulkan jalur untuk pendakian kami berikutnya. Pukul … Continue reading Nyasar di Gunung Sindoro

Anak-anak Wajib Bisa Berenang

Di Jepang ada seorang anak yang selamat dari banjir gegara dia bisa uitemate. Dia mengapung berjam-jam di air dan tetap tenang dan akhirnya berhasil diselamatkan. Uitemate adalah mengapung dipermukaan air sembari tiduran, dan itu sudah diajarkan sejak dini di sana. Tregedi Pilu di Waduk Kedong Ombo yang menewaskan 9 wisatawan menjadi potret buruk pengelolaan wisata air. Di sini saya tidak ingin mencari kambing hitam siapa … Continue reading Anak-anak Wajib Bisa Berenang

Yang Muda yang Bertani, Kenapa Gengsi..?

Di depan tungku perapian, dulu kakek saya berpesan “kamu sekolah yang pinter, biar nanti hidupmu tidak susah, kalau bisa jadi pegawai, jangan tani seperti kakekmu“. Namun anehnya, meski Kakek saya tidak mengingkan cucunya jadi petani, tetapi saja beliau mengajarkan bertani. Selepas subuh ke ladang menyiram sayur, dan nanti sorenya menggendong tangki untuk menyemprot hama. Potret masa lalu, dimana tani bukanlah sebuah cita-cita. Tani identik dengan … Continue reading Yang Muda yang Bertani, Kenapa Gengsi..?