Menanam untuk Kebaikan

nak-anak dengan sebuah bibit beringin di tangan.

Tetiba anak-anak SD yang membaca bibit pohon untuk ditanam nampak menengadah di kanopi Pinus merkusii. Serempak mereka teriak “hujaan”. Yang panik justru guru pendampingnya, dan anak-anak nampak makin antusias. Anomali dari perilaku yang saya lihat pagi itu saat acara Nandur Kanggo Kabecikan.

Sabtu 27 Juli 20210. berkumpul lebih dari 200 orang di wana wisata Umbul Songo Kopeng Jawa Tengah. Pagi itu digelar acara penanaman seribu pohon di lereng utara Gunung Merbabu. Kegiatan ini kolaborasi KPA Pinoes, BEM Vokasi Undip, Pemda Kabupaten Semarang, dan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

Kegiatan dengan teman “Nandur Kanggo Kebecikan” atau menanam untuk kebaikan mengajak anak-anak SD di wilayah Kecamatan Getasan dan masyarakat pengguna air, serta beberapa komunitas peduli lingkungan. Kegiatan ini menekankan tentang edukasi potensi sumber daya alam di Gunung Merbabu dan manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.

Anak-anak SD ini sengaja diajak ikut serta, sebab mereka yang kelak akan menjadi generasi penerus untuk lereng utara merbabu. Mereka dibekali tentang kemanfaatan hutan di lereng gunung dan bagaimana upaya menjaga, melindungi dan melestarikan hutan yang sudah ada.

Momentum bagus ini juga mengajak peran serta masyarakat pengguna air. Merekalah yang berkepentingan, sebab mau tidak mau salah satu sumber kehidupan mereka dari air yang didangkan dari lereng Merbabu. Dengan adanya kegiatan ini ini bisa menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab sosial dari apa yang telah mereka nikmati saat ini.

Menanam di sela-sela Pohon Pinus.

Sekitar seribu bibit pohon beringin akan ditanam di sela-sela pohon pinus yang berusia puluhan tahun. Hutan Umbul Songo yang dahulunya homogen secara pelan-pelan akan diheterogenkan dengan berbagai jenis spesies. Harapannya adalah meningkatkan biodiversitas dan kemampuan daya dukung lingkungan.

Hujan lebat di sesi akhir kegiatan.

Namun cukup disayangkan, menjelang kegiatan berakhir turun hujan yang lebat. Ada satu hal yang menarik, anak-anak ini nampak riang menikmati hujan yang turun, sedangkan guru pendampingnya yang kocar-kacir mencari tempat berteduh dan harap-harap cemas terhadap anak didiknya. Sampai akhir kegiatan, semua baik-baik saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s