Lupa Panasin Sayur, Berpotensi Bioterorisme

Tidak asing ditelinga kita tentang kasus keracunan masal. kejadian tersebut biasanya ada saat pesta pernikahan atau acara hajatan, ada pula saat anak-anak sekolah menyantap jajanan. Keracunan yang sering terjadi disebabkan oleh makanan atau minuman. Kejadian sederhana, tetapi mengerikan juga bila dicermati. Apakah kejadian tersebut disengaja atau tidak disengaja.? dan apakah aksi tersebut berkaitan dengan aksi teror atau hanyalah kesalahan manusia semata-mata.
Bukan hal yang sulit untuk membuat tamu undangan yang hadir pada acara hajatan itu sakit perut atau mules-mules. Lupa atau telat memanaskan sayur dan dihidangkan begitu saja, sudah bisa membuat orang sakit perut akibat mengkonsumsi sayur basi. Anak-anak kecil kadang juga tak ambil pusing dengan, makanan minuman yang mereka santap saat jajan sekolah, rasa, aroma dan warna yang menggiurkan dan rasa lapar menjadi daya tariknya tanpa memikirkan aman atau tidak.

Telinga kita sudah tak asing dengan terorisme, senjata pemusnah masal, senjata kimia dan senjata biologis. Bagaiamana dengan senjata biologis jika masuk dalam ranah bioterorisme?. Secara harafiah bioterorisme adalah tindakan kejahatan/teror dengan menggunakan agen-agen biologis seperti; hewan, tumbuhan, virus, bakteri. Bagaimana jika contoh kejadian keracunan masal saat hajatan atau anak sekolah dilakukan dengan sengaja dikatakan bioterorisme? jawabannya adalah iya karena menggunakan agen biologis berupa sayuran yang didalamnya ada mikroorganisme yang menghasilkan bahan-bahan beracun.
Sangat sederhana bukan mengacaukan orang banyak cukup dengan menggunakan sayur basi, dijamin puskesmas dan rumah sakit akan penuh dengan pasien yang mencret-mencret. Mengapa gempar pada akhir-akhir ini tentang bioterorisme, padahal teror ini sudah ada sejak jaman dahulu. Pada 700SM, bangsa Asiria memenangkan perang dengan cara meracuni sumur-sumur musuhnya. 300SM bangsa Yunani menang perang dengan memasukan bangkai binatan di sumber mata air musuhnya. Tahun 2001, 6 negara bagian USA dan distrik Columbia menerima kiriman 6 amplop berisi bakteri antrak hingga melumpuhkan kerja kantor pos setempat. Tidak aneh menemukan mikroorganisme dalam bentuk padatan dan banyak dipasaran. Siapa tidak mengenal ragi, yeast roti, starter yogurt, yang semuanya mikroorganisme baik karena untuk bahan pangan. Bagaimana jika bentuk mikroorganisme patogen/beracun dibuat seperti ragi atau yeast roti, tinggal taruh dipengarum ruangan AC satu ruangan celaka semua.

Dari cara yang sederhana, mungkin dengan melemparkan bangkai tikus ke sumber mata air hingga menyebar virus, begitulah cara terorisme mengacaukan. Masih ingat di Afrika menyebar virus Ebola yang mematikan, dan yang katanya sudah dimusnahkan? apa benar? itu yang menjadi pertanyaan. Bagaimana dengan virus, bakteri dan mikroorganisme lain yang berpotensi menjadi agen-agen biologis guna tindakan teror?. Kolera, desentri, flu burung, TBC, HIV adalah naman yang tak asing ditelinga kita, dan jika itu dikembang biakan tidak mungkin lagi menjadi senjata pemusnah masal yang mengerikan.
Tidak usah diperlukan orang pintar untuk melakukan tindakan teror ini. Dari memasukan bangkai binatang ke sumber mata air, hingga kapsulasi mikroorganisme hingga melemparkannya ke udara, sudah selesai. Mereka yang biasa belajar atau bermain-main dilaboratorium biologi atau mikrobiologi sudah paham dan fasih bagaimana mencari dan memperbanyak biakan mikroorganisme, kemudian menyimpannya dalam keadaan mati suri dan menghidupkannya kembali. Potensi “biohazard” yang mengerikan jika tidak dicermati dan diwaspadai.

Kebocoran reaktor nuklir di Fukushima, sepertinya sudah hilang dalam benak kita, karena sepertinya sudah bisa dikendalikan. Bagaiama jika terjadi kebocoran reaktor pada laboratorium biologi atau mikrobiologi. Pernah di laboratorium saya sedang praktikum untuk mengetahui pola perkembangan nyamuk, dari mulai telur hingga menjadi nyamuk dewasa. Cukup beberapa hari saja, yang semula telur yang menetas menjadi larva sudah siap menjadi nyamuk dewasa. Kebetulan saat itu adalah akhir pekan dan ada tanggal merah, maka tidak terpikirkan apa yang terjadi. Sebuah kesalahan sederhana, namun fatal akibatnya. Nyamyuk keburu menetas sebelum hari senin, akibatnya panen nyamuk luar biasa dalam ruangan laboratorium. Terbayang tidak jika nyamuk yang digunakan praktikum tersebut adalah nyamuk demam berdarah atau malaria? lebih mengerikan mana dengan Fukushima?.
Acapkali kecerobohan kita menimbulkan malapetaka bagi banyak orang. Ibu yang lupa manasin sayur tiba-tiba semua keluarganya menyantap gara-gara dorongan rasa lapar, tahu-tahu sudah terkapar gara-gara diare. Masih banyak kejadian gara-gara agen biologis menimbulkan banyak masalah besar, tidak terbayangkan jika jatuh ditangan teroris yang saat ini masih menggunakan material peledak untuk melumpuhkan dan membunuh sasarannya. Kehati-hatian dan kewaspadaan dari hal-hal yang sederhana mutlak diperlukan dari kejadian yang tidak diinginkan. Jangan menyalahkan agen biologis yang tidak tahu apa-apa, bakteri, virus hanyalah mahluk hidup yang diperalat saja, tetapi manusianya adalah dalang dari semuanya. Menjadi renungan bersama, bagaimana memanfaatkan agen-agen kehidupan ini dengan cara yang baik dan benar agar bermanfaat bagi umat manusia.

22 thoughts on “Lupa Panasin Sayur, Berpotensi Bioterorisme

  1. siasetia said: panas…panas…panas…pucing..pucing..pucing

    serem ih..Semoga aku selalu bisa menyajikan makanan yg selalu fresh.Kalo ga habis ya ga disimpan..kasih aja buat ke dogie..biar dia ndut juga..

  2. siasetia said: panas…panas…panas…pucing..pucing..pucing

    walah serem ya..bener kalo gitu ya kata org dulu, makan sayur jgn dipanasin, sekali makan abis. Tapi itu gak berlaku ya ama macem sayur lodeh gitu, hehehe,, soale semakin hari biasanya semakin manteph rasane :))

  3. dkdewi said: serem ih..Semoga aku selalu bisa menyajikan makanan yg selalu fresh.Kalo ga habis ya ga disimpan..kasih aja buat ke dogie..biar dia ndut juga..

    nah bener itu mBa,,,, bagi2 berkat hehehe

  4. pennygata said: walah serem ya..bener kalo gitu ya kata org dulu, makan sayur jgn dipanasin, sekali makan abis. Tapi itu gak berlaku ya ama macem sayur lodeh gitu, hehehe,, soale semakin hari biasanya semakin manteph rasane :))

    apalagi gudeng mBa… tetep aja di panasin hehehehe😀

  5. laurentiadewi said: Di surabaya dulu ada gossip ‘teror’ jarum suntik/ silet bekas hiv di 1mall. Sampe mallnya sepi.

    hmmm jadi mikir lagi kalo makan di warung…mending masak sendiri dirumah, walau lauknya cuma telor dadar dan mie godog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s