Upacara Bakar Batu Mengapresiasi Ubi Jalar dengan Filosofi

Ubi Jalar (Ipomoea batatas), atau masyarakat Jawa menyebutnya Telo Pendem, orang sulawesi dengan batatas, dan orang banyumas Bodin adalah salah satu umbi-umbian yang tersebar luas di Nusantara. Bagi kita yang tinggal di Pulau Jawa, mungkin umbi dari keluarga Convolvulaceae menjadi makanan selingan semata, seperti direbus, goreng, dijadikan keripik atau dodol. Di Papua, selain sagu yang dijadikan makanan pokok, tetapi ubi jalar juga berperan demikian.
Bagi masyarakat Papua, terutama di pedalaman Jayawijaya dan Paniai, Ubi jalar adalah makanan istimewa disana. Upacara bakar batu adalah sebuah tradisi bagaimana mengapresiasi keistimewaan ubi jalar. Ukuran, bentuk dan kualitas umbi adalah prestis saat upacara bakar batu sehingga benar-benar diapresiasi pada saat upacara adat tersebut.
Upacara adat bakar batu adalah sebuah prosesi memasak Ubi Jalar, biasanya disertai dengan mengikutkan daging Babi, daun Ubi, Singkong dan Pepaya. Batu adalah media untuk memasak yakni lewat proses konveksi dan radiasi untuk menyalurkan energi panas dari batu untuk memasak Ubi Jalar, Daging dan dedauanan. Tradisi yang turun temurun dari nenek moyang yang terus dilestarikan, kini menjadi sebuah kearifan lokal dan diapresiasi bagaimana menghargai sebuah bahan makanan dan kebersamaan dalam menikmatinya.

Dalam upacara tersebut, biasanya dibagi-bagi tugas dalam persiapannya. Ada yang mempersiapkan Ubi Jalar, daging babi dan dedauanan. Yang unik adalah proses pembakaran batu yang sebelumnya ditumpuk kayu bakar lalu disulut api. Bara api akan memanaskan batu-batu tersebut yang nantinya digunakan utuk memasak.
Persiapan lain adalah membuat lokasi bakar batu, yakni dengan membuat lobang berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1meter dan kedalam 20-30cm. Lobang tersebut kemudan dilingkari dengan dedaunan

Alang-alang yang disusun rapi secara simetri radial, yakni denga melingkar dan tengah-tengah lobang sebagai pusatnya. Daun pepaya. Setelah itu dilapisi lagi dengan daun pisang yang disusun seperti daun Alang-alang secara simetris melingkar. Dibagian tengah lobang ditutup dengan daun pisang yang sudah dipisahkan dari pelepahnya agar mudah ditata.
Batu-batu panas kemudian dipindahkan dari tungku pembakaran ke tengah-tengah tatanan daun dengan menggunaka alat penjepit dari kayu. Batu ditata agar rata dan mudah dalam penempatannya. Batu yang sudah ditata kemudian dilapisi dengan daun pisang kembali baru kemudian ubi jalar ditata diatasnya. Biasanya akan dilapisi lagi dengan daun baru Daging babi ditaruh diatasnya dan ditutup dengan daun pisang lalu ditindih lagi dengan batu panas.

Untuk lapisan atas, kembali ditaruh batu-batu panas lalu ditutup dengan alang-alanga atau rerumputan. Setelah itu alang-alang yang disusun pada bagian bawah akan disatukan melingkar keatas mengelilingi bagian tengah. Biasanya alang-alang tersebut akan diikat dengan rapi lalu

sekelilingnya akan ditaruh batu-batu besar sebagai penyangga. Bagian atas juga akan ditindih dengan batu besar sebagai penutup dan memberi efek tekanan. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk mematangkan umbi-umbi yang didalam lapisan-lapisan batu panas tersebut.
Setelah 1 jam, lapisan batu panas akan dibuka dengan pelan. Di urai satu persatu dan batu dikembalikan dalam satu lokasi kembali agar tertata rapi. Ubi jalar yang sudah matang biasanya diambil ditaruh dalam satu tempat dalam alas daun pisang dan semua yang hadir dipersilahkan menikmatinya.
Bagi yang tinggal di Jawa Barat tak asing denga Ubi Cilembu yang dikenal sebagai ubi madu. Penyajian ubi tersebut dengan cara di oven agar umbi menjadi empuk dan cairan manis keluar. Bagi masyarakat Papua, Oven mereka dari bebatuan panas dan besi-besi oven dari dedaunan. Aroma daun dan batu mungkin akan berbeda dengan oven konvensional dengan kompor atau listrik.
Dari nilai nutrisi, dirunut dari awal pemprosesannya Bakar Batu dengan suhu yang terkontrol dan

hanya lewat media panas batu untuk melunakan daging buat tidak terlalu mengurangi nilai gizi umbi. Berbeda dengan cara lain, yakni dengan cara di rebus makan nutrisi ada yang larut dalam air, dikukus atau oven kadang panas bisa berlebih juga bisa mengakibatkan degradasi nutrisi. Bakar batu memanaskan secara pelan, konstan dan suhu yang stabil dan dilindungi dengan dedaunan. Rasa, aroma akan tercipta dan tak terbayangkan lagi rasa kelezatannya. Sebuah prosesi yang panjang hanya untuk menikmati ubi jalar.
Nah disinilah letak nilai lebih dari Bakar Batu dengan oven dari batu yang membara. Masalah rasa tidak lagi diragukan, tetapi kebersamaan itu yang terpenting. Semua tahu dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Disaat ubi-ubi matang, semua menikmati bersama-sama dengan penuh rasa kekeluargaan. Sebuah makna filosfi yang luar biasa dari sebuah ada di Timur Indonesia.

15 thoughts on “Upacara Bakar Batu Mengapresiasi Ubi Jalar dengan Filosofi

  1. rawins said: orang banyumas nyebutnya boled, orang cilacap nyebutnya munthul…malah jadi peribahasaudan-udan nandur munthulnek udan, enake… ngopo hayoo..?

    manuk manyar mabure ngidul,,,,,manten anyar enake mabure ngidul,,,,,

  2. rawins said: orang banyumas nyebutnya boled, orang cilacap nyebutnya munthul…malah jadi peribahasaudan-udan nandur munthulnek udan, enake… ngopo hayoo..?

    emang panase watu kuat sampe sak jam om..?

  3. rawins said: orang banyumas nyebutnya boled, orang cilacap nyebutnya munthul…malah jadi peribahasaudan-udan nandur munthulnek udan, enake… ngopo hayoo..?

    hmmm ga boleh yang dibakar… :p

  4. rawins said: orang banyumas nyebutnya boled, orang cilacap nyebutnya munthul…malah jadi peribahasaudan-udan nandur munthulnek udan, enake… ngopo hayoo..?

    ke sana langsung atau oleh2 foto dari teman mas?

  5. rawins said: orang banyumas nyebutnya boled, orang cilacap nyebutnya munthul…malah jadi peribahasaudan-udan nandur munthulnek udan, enake… ngopo hayoo..?

    percaya pasti kelezatannya tiada tara🙂

  6. rawins said: orang banyumas nyebutnya boled, orang cilacap nyebutnya munthul…malah jadi peribahasaudan-udan nandur munthulnek udan, enake… ngopo hayoo..?

    pengen banget kke wilayah timur indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s