Pohon Bintaro antara Madu dan Racun

Cerbera manghas (kiri) dan odollam (kanan).

Waktu SMP saya paling hobi membaca novel tentang cerita detektif dan yang paling saya suka adalah STOP. Menjelang SMA mulai menyukai komik Conan, terlebih saat mengungkap kasus pembunuhan. Kesimpulan dari semua penulis selalu mencantumkan sianida untuk membunuh korbannya, apa tidak ada yang lain.

Masih teringat dengan Kopi Sianinda, dan lagi-lagi Sianida atau HCN menjadi bahan kimia pembunuh. Padalah jika melihat bahan kimia, banyak sekali racun-racun yang daya bunuhnya lebih kuat dan tak kalah dengan sianida. Mungkin para penulis tidak belajar tentang toksikologi, dan saya bersyukur bisa mengenalnya dengan 4 SKS di bangku kuliah.

Berbicara racun saya teringat sebuah pohon yang ada disekitar kita. Bukan pohon tuba atau umbi gadung, yang sama-sama memiliki racun. Pohon yang banyak tumbuh di tepian jalan sebagai peneduh, namun ada potensi racun yang sangat berbahaya.

Cerbera manghas dan odollam

Nama pohon yang juga mirip dengan nama tempat, yakni bintaro. Pada daun dan buah bintaro mengandung racun senyawa glikosida yang disebut cerberin. Racun ini mampu melemahkan denyut jantung dan akibatnya, korban akan lemas dan mati. Racun yang sangat mengerikan bukan dan itu ada di dekat kita.

Pohon bintaro dapat mudah tumbuh, dan memiliki tajuk yang rindang. Tidak salah lagi pohon ini banyak dipakai sebagai tanaman peneduh di sepanjang jalan. Pertumbuhannya yang sangat cepat dan adaptif, makan banyak tempat menanam pohon ini.

Saya tidak sedang membicarakan racun pada buah ini dan manfaatnya. Tetapi ingin melihat ada keajaiban apa di dalam pohon ini. Secara taknsonomi ada 2 jenis pohon bintaro yakni Cerbera manghas dan Cerbera odollam. Tidak ada perbedaan di keduau jenis pohon ini.

Cerbera manghas.

Ingi tahun ada yang membedakan kedua jenis pohon kembar identik ini? Bukalah bagian kelopak daunnya. Jika di bagian tengah berwarna merah, maka dia adalah manghas dan jika berwarna kuning dia adalah odollam. Sederhana bukan, namun akan susah jika pohonnya tinggi.

Sisi unik lain dari pohon bintaro adalah, sangat jarang ditemukan burung yang bertengger atau menumpang di pohon tersebut, apalagi bersarang. Burung sudah paham dengan karakter dan ada racun dalam bintaro. Perhatikan juga, apakah ada benalu dalam pohon ini, pasti enggan ada yang menempel.

Getah bintaro banyak digunakan untuk pestisida alami (harus hati-hati), dan sebagai pengusir tikus. Ada juga yang dimanfaatkan racunnya untuk berburu, ingat ini tidak baik. Namun di balik racunnya, pohon yang diberi nama berdasar mitologi Yunani, Cerberus diambil dari nama anjing berkepala tiga memiliki manfaat ekologi. Sifatnya yang adaptif dalam berbagai kondisi cuaca bisa dijadikan penyaring polutan dan peneduh, serta membuat jalan menjadi rindang. Inilah sikembar yang beracun dengan manfaat ekologinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s