Cicak diKadalin Buaya

Ajining diri ing lathi
Ajining sarira ing busono
Sebuah aporisma Jawa yang memiliki arti; harga diri berada di ucapan dan busana. Lidah dan pakaian memegang peranan penting dalam harga diri seseorang. Kehati-hatian dalam berucap dan bertutur kata akan menunjukan kwalitas seseorang. Busana yang tepat, baik dan benar juga menunjukan seberapa besar harga diri sang pemakai.

Pada jaman kerajaan dahulu, kaum ningrat sudah dilatih dan di bekali dengan tata krama dalam bertutur kata dan kesopanan dalam berbusana. Orang akan dapat dengan mudah membedakan mana kaum ningrat, mana kaum bukan ningrat “rakyat”. Dari lidah dan busana, orang akan tahu dan bisa menempatkan diri kepada siapa dia berbicara. Semua terjadi begitu alami dibawah norma-norma sosial yang berlaku.

Saat ini, ajining diri ing lathi, ajining sarira ing busana tidak begitu mutlak berlaku. Bagiamana suatu saat, apabila anda bertemu Bob Sadini dengan celana potongan dan hem kucelnya saat makan di warteg, banyak yang tidak menyangka bahwa anda bertemu dengan komlomerat papan atas. Dengan tutur kata yang santai serta busana khasnya, mungkin Bob Sadino tidak bisa masuk dalam aporisma tersebut, tetapi dengan reputasi dan nama besarnya, orang akan segera bisa menyesuaikan.

Saat ini sedang hangatnya dibicarakan perseteruan antara KPK dan POLRI. Tiba-tiba nama Bibit, Kabareskrim Susno Diaji, Chandra mencuat di mass media. Kalau bisa disimpulkan, lathi-lah (lidah) penyebab mereka menjadi perbincangan publik. Bibit dan Chandra sebagai pentolan KPK disadap pembicaraannya oleh POLRI sehingga menyeret mereka ke bui, walau belum terbukti kebenaran dan kesalahannya.

Masalah berganti pernyataan Kabareskrim Susno Diaji yang menyebut Cicak Vs Buaya, dimana Cicak di analogikan KPK dan Buaya dari pihak Polri. Pernyataan tersebut mendapat respon yang berbeda dari publik. Bahkan petinngi Polri Bambang Hendarso Danuri, harus turun tangan meminta maaf atas pernyataan anak buahnya yang dianggap kelewat batas. Andaikata, Bibit dan Chandara terbukti ada tindakan kriminal dan positif masuk bui, maka bergantilah busana yang mereka buat sendiri. Nah gara-gara lidah, maka busana ikut berganti menjadi tahanan.

Masih ingatkah kata-kata flamboyan ala Roy Marten dengan seragam Napi-nya. Orang tentu akan menilai, sebera besar harga diri Roy Marten dilihat dari tutur kata dibali seragam penjara. Kegarangan Antasari dengan busana kereng dan kumis melintang, seolah luntur gara-gara wanita dan mengharuskannya ganti kostum hotel prodeo. Saat semua dilucuti, lidah seolah kaki dan hancurlah harga diri digadaikan dengan sebuah tindakan yang melanggar norma-norma.

Cicak Vs Buaya belum selesai dan masih berlajut di Mahkamah Konstitusi. Lidah-lidah yang terekam kembali diputar dan akan menjadi saksi. Sekarang tinggal kadal-kadal yang akan mencari fakta dari perseteruan Cicak dan Buaya.

Karena Lidah mereka berganti busana…

Mohon maaf bila kurang berkenan..

Salam

DhaVe
In the kost, 3 Nov 2009; 07:18

Advertisements

20 thoughts on “Cicak diKadalin Buaya

  1. karena lidah itu tak bertulang mas karenanya kita harus berhati hati dalam berucap karena tidak ada remnya kecuali dari hati, berkaitan dengan itu harusnya kejujuran dijunjung tinggi tapi karena harga kejujuran itu tinggi saking tingginya bahkan kejujuran bisa dibeli so yang bener jadi salah yang salah jadi bener apa susahnya kalo sudah begini bagaimana mau cari buktinya lidahnya saja sudah disumbat uang

  2. @mbang; hap lalu di tangakap… kunyah…hueeeek…hueeek (muntah), pahit… banyak dosanya nie… makan pasti duit korup … hehehe pisss@elok; bener…. lidah tak bertulang, gitar tak bersenar, biola tak berdawai… semua tak ada yang sempurna, sekecil masalah di lidah, hambar semua makanan…. hehehe… makasih mBak.. lanjuuut.

  3. aku mumet mas, nonton wong padu rak karuansing bener mbek sing salah carut marut rak karuankuciwo kuciwomending dolanan kembang mbek kupu2 wae*meh posting tapi iseh hibernasi ik*

  4. dhave29 said: lidah seolah kaki

    Dhave,..boleh kasih masukan dikit? Mesti leh ngetik cuepetttt….banget ya? :)Aku tadi sempet mikir…lidah kok ‘kaki’ oh iya pastine maksudnya ‘kaku’ .nama Bob Sadino dadi Sadini… Hati2 lhoo nanti masuk kamar gara2 kesalahan nama hehehehe…just kidding…Tulisane mantep,..apik.. aku suka.

  5. dhave29 said: lidah seolah kaki

    @agnes; matur sembah nuwun mBak buat koreksinya… iya..kudu ganti keyboard nieh kayaknya (mang laptop bisa ganti…??)iya neh..gara-gara tulisan bisa ganti baju hehehe…makasih..makasih… tak akan ku edit… biar kentara salahku dimana…jadi bisa buat pelajaran saya biar lebih hati-hati dalam mengetik..suwun..suwun…. salam pagi….

  6. dhave29 said: lidah seolah kaki

    @agnes; iyah mBak… key board terlalu kecil buat jari jemari… saking semangat nya nulis… matur suwun deh suwuun…lain kali akan lebih baik lagi…nantikan edisi selanjutnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s