Piaraanku Lepas dan Jadi Malapetaka

Suatu saat mungkin pernah data-data anda dalam hardisk komputer hilang atau rusak, nah pasti anda akan menyalahkan yang namanya virus atau variannya. Sudah pasti segera anda segera pindai dengan anti virus, baik yang gratisan atau bayar. Nah hubungan virus dan antivirus, tentu saja berkaitan dengan sebuah penciptaan. Bagaimana kalau di analogikan, buat virus kemudian bikin antivirusnya, masuk akal bukan untuk mendapatkan isi dompet? daripada harus kehilangan data.

Saya tidak paham akan virus-virus yang menggerogoti komputer, tetapi akan sedikit berbagi cerita tentang virus, atau penyebab penyakit dalam arti sesungguhnya. Permasalahan disini adalah, tidak memiliki penangkalnya, jangankan mengobati, mencegahnya saja tidak mampu. Mungkin ini adalah kebodohan, kecerobohan dan kesalahan fatal yang terjadi, tetapi semua selamat berkat beti es yang mampu membekukan tragedi tersebut.

Berawal dari sebuah lab yang terkenal angker, dimana lab tersebut banyak hewan meregang nyawa karena harus menerima ajal di meja bedah untuk sebuah studi. Lab AB6 sebut saja seperti itu, menjadi saksi bisu sebuah tragedi Deman berdarah yang menyerang sebuaf Fakultas bahkan bisa menyebar dalam satu universitas. Kalau dilihat kembali, mungkin bisa satu kota terancam dari sebuah human error.

Penelitian tentang “dosis ekstrak buah cengkih untuk mortalitas larva Aides sp”, temanya seperti itu. Maksudnya adalah, berapa dosis yang dibutuhkan untuk membunuh larva nyamuk deman berdarah. Sebuah pekerjaan yang sederhana, tinggal kasih beberapa dosis dan dilihat berapa banyak larva yang tewas. Dari hal yang sederhana tersebut, timbul masalah yang kompleks dan sulit di urai.

Awal dari penelitian tersebut adalah menetaskan telur nyamuk dahulu agar segera menjadi larva. Ribuan telur kami tetaskan bersama, yang nantinya akan dibunuh dengan ekstrak buah cengkih. Sudah dihitung dan di prediksi kapan waktu menetasnya telur nyamuk tersebut, akhirnya setelah menetas jadilah larva. Diambil beberapa sampel larva untuk dimasukan dalam ektrak buah cengkih dengan bermacam komposisi.

Awal tragedi dimulai, larva sisa yang tidak terpakai yang jumlahnya ribuan bergeliat kesana kemari berusaha melepaskan diri dari cangkangnya. Keasikan meneliti kematian larva, tak sadar ribuan larva telah berubah menjadi nyamuk yang berterbangan diruang sebelah. Data diperoleh dan libur 1 hari untuk mendinginkan mesin. Waktu 2 hari cukup untuk menjadikan nyamuk imut menjadi nyamuk dewasa yang jahat.

Senin pagi, cleaning service membersihkan ruangan dan begitu pintu dibuka, ribuan nyamuk berterbangan keluar untuk mencari mangsa. Mungkin di anggap hal yang biasa, maka tidak dipedulikan, bahkan sempat digigit beberapa kali. Senin siang tiba saatnya untuk kembali masuk lab, begitu melihat kandang yang kosong “jegleeerrrrrrr….. CILAKA”. Segera menutup pintu rapat dan berlaru menuju minimarket terdekat untuk membeli obat nyamuk semprot. Senjata sudah ditangan dan ruangan penuh dengan semburan obat nyamuk. Celaka lagi, sebagian besar sudah terbang keluar dan bebas.

Panik dan takut dengan apa yang terjadi dan efeknya terhadap lingkungan diluar sana. Satu universitas bisa opname gara-gara deman berdarah, dan penyebaran yang begitu cepat bisa satu kota terserang. Segera lapor ke pimpinan riset tentang kecelakaan yang terjadi. Keringat dingin, wajah pucat dan mulut kaku menjadi bekal untuk mempertanggung jawabkan sebuah kesalahan.
“Pak…piaraan lepas…. semua”
“berapa ekor yang terbang bebas..?”
“Ribuan Pak… semuaaa…”
“apa….! bisa membunuh pelan-pelan orang 1 kota itu…”
“trus apa yang harus dilakukan sekarang?”
“pergi ke kafe, makan dulu biar otak jalan…”
“maksudnya Pak…?
“iya … makan dulu, setelah kenyang kembali kesini dan berfikir bersama”
“baik Pak…”

Segera menuju kafe, ditengah kampus dan pesan makanan minuman. Entah kenapa, biasanya makan dengan lahap, kali ini sesendok pun sulit untuk ditelan. Hanya beberapa sendok sudah kenyang dan segera kembali menghadapap.
“sudah kenyang Pak… bagaimana sekarang”
“mana datanya… saya lihat….”
“loh ini berbicara dengan piaraan yang lepas Pak..?”
“lupakan yang lepas, mereka juga berhak hidup…”
“trus kalau kena DeBe semua gimana Pak…?”
“loh, bukannya itu nyamuk sudah steril, gak mungkin tok menyebabkan DeBe”

Cesssss….. bak tersiram air Es kutub utara, selesai semua tragedi, walau saat kembali di lab banyak yang mengeluh karena digigit nyamuk. Diam dan tersenyum dibalik rahasia besar tentang nyamuk apa yang barusan menyedot darah mereka. Berhati-hatilah saat bermain di lab… bencana besar bisa lepas kapan saja “peneliti juga manusia”.

Sebuah hal sederhana bisa menjadi malapetaka, bagaimana jika setiap hari bergelut dengan barang-barang berbahaya yang berlabel “BIOHAZARD”

Catatan Lab Journal… 2007 Ngeriiiiiiiiiiiiiiiii……………

Salam

DhaVe
Lab, 3 November 2009; 09:30

26 thoughts on “Piaraanku Lepas dan Jadi Malapetaka

  1. @sulis; yach.. penasaran kali Om… padahal SOP (cleaning service cuma bersihkan lantai, bak cuci, kaca jendela, dinding saja….” lainnya dilarang megang dan nyentuh hahaha….. “CS juga manusia”

  2. Hehehe.. Sama, aku blom lama ini gagal mengkarantina lalat buah.. Ngambil benih dari telor2 yg udah tersuntikkan para betina di buah mangga yg kmudian dieramkan dalam toples.. Walhasil.. Menetas jd larva yang bejibun, dua mangga mampu menyumbang 300an larva.. Kasi makan roti n ditunggu jadi lalat.. Hmm.. Entah, bagaimana ceritanya tp toples n akuarium dah kosong.. Toplesna terjungkir, tutup akuarium sdikit terbuka.. Dan benar2 snjata maem tuan.. Mangga n rambutan banyak yang sudah punah duluan sebelum dimangsa kelelawar.. Untungnya rumah lumayan jauh dr daerah persayuran. Haha..

  3. @sulis; coba deh tanya.. 2007 ada yang kena DB gak waktu dicokot nyamuk di Kampus.. tenang.. ice box hehehe….. @addic; wah kalo lalat buah (DROSOPHILLA MELANOGASTER) maenan keseharian waktu pelajaran Genetika, kadang biki mata warna merah ama putih, saya lurus ama kriting, perut bergaris ama tidak, trus dikawin silang…. pokonya maen-maen dengan hukum alam lah hehehe…. Sekarang mau ternak laler ijo buat motret makro haha… piye jal? siip terimakasih buat share-nya..@agnes; Haha… dulu pernah sekali mBak lepas.. ular Edor/ sejenis ular derik (viperadeae) Melastoma rhodostoma (semoga salah), wah kalau sampe ketusuk taringnya bisa cilaka, bisa yang hemotoksin (meracuni darah) wah bisa berdarah-darah… untung ketauan ama laboran lagi ngumpet dikolong lemari hehehe…. bahaya..bahaya….@elok; kalau aku di kloning trus jadi ribuan; bakalin bikin cepet kiamat dunia; makan banyak, habis2in duit, pemalas hahaha… dudul lageee…

  4. Jd ingat kasus EM (efective microorganism). Makhluk supermikro yg spesialis pengurai ini banyak dipuja pemilik wastafel n kloset mampet, jg para produsen pupuk organik; maka diproduksi, diiklankan n dijual-belikan ibarat dewa penolong. Banyak orang lupa bhw pekerjaan EM yang selalu mengurai dan karakternya yg efektif (= rakus) sangat potensial merusak keseimbangan lingkungan. Beberapa orang mulai sadar ketika mendapati sapiteng mereka cepat ambles. Ini bukan kasus “malpraktek” tp hny sebentuk pendekatan yg kurang utuh/berimbang dan solusi instan tanpa perspektif ke depan. Sama hanya dengan pestisida yg sukses membasmi wereng tp pd saat yg sama melenyapkan ular, burung, tikus, semut, ikan n microorganisme lain serta tdk lupa menyusupkan racun ke tubuh manusia yg mengkonsumsi produk pertanian. Hahaha, artikel tandingan nih mas!

  5. Hahaha.. Laler ijo dimakro.? Ada yg lebih besar lagi.? Kwkwkw..Benar bro.. Kawin silang plus mempelajari siklus dkk.. Cuman lum nemu resep supaya anakannya bisa jadi potograper handal. Haha..@heart, hmm.. Yang sengaja dilepas dan tak sengaja terlepas.. Efeknya bisa sama2 berbahaya tergantung media n faktor pendukungnya.. Menjadi manusia bijak itu tak mudah ya.? Hehe..

  6. @heart;Setuju Romo… nah EM, itu memang di ciptakan sebagai mesin pengurai “mempercepat”, yang handal, tetapi dibalik itu dibutuhkan fungsi kontrol, yaitu manusia sendiri. Saya kira dengan takaran yang tepat dan sesui porsinya tidak akan terlalu bermasalah. Nah kadang orang yang kurang paham, akan memberikan dosis lebih, maka terjadilah goncangan alam yang disebut ketidak stabilan alam (dishomeostatis), seiring waktu berjalan maka akan menemukan keseimbangan kembali dengan segala konsekwensi yang diakibatkannya. Masalah pestisida, orang sudah salah kaprah beroikir dan bertindak. Pemerintah lewat panca usaha tani yang salah satunya “pemberantasan hama” sudah salah besar. Hama yang diberantas jelas akan mengganggu ekosistem, seperti yang Romo contohkan. Sekarang hama tidak perlu diberantas, tetapi cukup dikendalikan populasinya. Dengan agen biologi mungkin akan jauh lebih ramah lingkungan.Wah review yang bagus Mo… matur suwun sudah berbagi…@addict; haha laler ijo… yang lebih besar ada Om… dengan cara pake lensa 800mm hehe… dijamin gede puooool….Bisa kok, lalernya kasih makan canon apa nikon… hasilnya Lalat Rosa hehe.. piss mBak..pisss

  7. wuehehehee….. keren ni ceritanya…saya suka….khkhkhkhsss…… apik ki Mas….. by the way, aku paling benci ama yang namanya nyamuk (semut musuh nomer satu ku, tapi nyamuk juga aku benci)..soalnya gara2 nyamuk aku opname dua kali…hehehhehee….. gile…kebayang paniknya kayak gimana waktu tu nyamuk2 lepas…..

  8. dhave29 said: hasilnya Lalat Rosa hehe.. piss mBak..pisss

    @agnes; wuaha… lariii…. kabur..kaburrr…kabuuurrr…@harataya; wah ndak tau gimana rasane… coba ntuh nyamuk belom di steril dan sak kota kena DB gara-gara kita di cap teroris ngalahkan M Top haha… ngeri pokoke… sebuah kesalahan bisa berabe deh… edan tenan saat kui.. panik-sepanik paniknya… hehe… kapok dah..kapok

  9. dhave29 said: hasilnya Lalat Rosa hehe.. piss mBak..pisss

    harus extra careful banget ya kalo gitu ya Mas ya?….waaahh..buat orang sesembrono saya, itu pasti bukan pekerjaan yang cocok…..hehhehee….saya bisa semenit naruh barang disatu tempat, trus menit berikutnya lupa dimana…..

  10. dhave29 said: hasilnya Lalat Rosa hehe.. piss mBak..pisss

    @bolju; bioekotoksikologi tepatnya… hehe…@harataya; masalah pelupa tidak beda dengan saya… yang pasti adalah disiplin dan tertib..dah itu aja.. hati-hati dan tetap tenang.. hehe… coba deh…

  11. dhave29 said: hasilnya Lalat Rosa hehe.. piss mBak..pisss

    @hitung; wah gud idea nie… bener… bisa jadi triller hehehe…@elok; wah kalo gak ada obatnya cilaka ntuh.. lha nek pinter semua.. sapa yang dudul dunk…@harataya; kembali kasih dan selamat mencoba… nie ada tips lagi buat terapi; sediakan buku ama pulpen di samping bantal..nah pas tidur trus ngimpi dan begitu terjaga langsung dicatet ngimpi apa… nah lama kelamaan memori kita akan baik dalam hal mengingat… terbukti gagal hahaha

  12. dhave29 said: hasilnya Lalat Rosa hehe.. piss mBak..pisss

    @add; weh telat… Om wes tak basangi ndisik… Mbah Ratu, Tay Pak hehe… sekalian coloke hehe… lumayan, tembus bisa go tuku lensa kui hehe… ngimpiii…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s