Kisah Cinta Bencong Gunung

Sesosok Pria tangguh pada levelnya yang memiliki aktivitas ekstreem dan bisa dikatakan sedikit menyerempet dengan bahaya. Bergelut di ketinggian tebing batu dengan tali-temali yang menjutai dan peralatan pengaman logam yang dibalut dengan pita-pita tobular. Pendakian gunung-gunung tinggi di Indonesia yang membutuhkan berhari-hari perjalanan yang penuh tantangan dan rasa yang melelahkan menjadi menu-menu dalam hidupnya. Kecintaan dirinya terhadap penjelajahan alam ciptaan tuhan membentuk sebuah pribadi dengan karakter hasil tempaan alam. Tersesat dengan penuh kesendirian dihutan rimba, seolah menjadi hari-hari yang menyenangkan dan seolah telah menemukan jalan baru. Wujud cinta akan kehidupan, pengorbanan, ketulusan dan kesungguhan pada pria tangguh tersebut ternyata menjadikan hati yang lemah dibalik sosoknya yang dingin dan susah ditebak.

Seorang kawan mencoba menceritakan kisahnya, dan sangat bersalah sekali jika tidak bisa berbagi dengan sodara-sodara kita yang sedang gladi bersih pra-valentine. Biasa valentin identik dengan kasih sayang, terhadap pasangan atau orang-orang yang dicintai, tetapi cerita ini sedikit melenceng dari kisah tersebut bahkan sedikit kabur dari pokok tema 14 februari.

Sore sesaat sebelum senja, sebut saja si Randi menuju sebuah warnet tempat tongkrongannya untuk menjumpai kawan-kawan yang nan jauh disana. Duduk disebuah bilik favoritnya, paling sudut sebab bisa leluasa memandang seluruh ruangan. Sesaat tombol power dipencet dan dimulai ritual pertama dengan double klik YM. Petualangan dimulai, daftar online dilihat satu persatu siapa tahu ada yang bisa di buzz dan diajak ngobrol sore itu. Sebuah icon kuning bulat dengan tulisan “nDari on line” membelalakan matanya. Seorang gadis yang sudah menjadi kekasihnya saat itu sedang mengudara lewat jaringan internet. Keringat dingin menetes dan bertanya-tanya, on line dimana Dia. Sesegara mungkin menyembunyikan diri dalam status invis agar tidak mengejutkan nDari, sebab ia berfikir hanya ada 1 warnet dilokasinya.

Beranjak dari kursi laksana mercusuar yang menyoroti bilik demi bilik untuk menemukan kekasih hatinya. Mata terhenti sesaat saat 3 gang dari biliknya Kekasih hatinya sedang bersama dengan seorang cowok. Pikiran jernih mulai dilayangkan dan menggelayuti otaknya, dan pura-pura SMS untuk menanyakan posisi dimana, dan sebuah jawaban bohong yang diperoleh. Dinar tak kurang akal, dengan account ID baru di YM mencoba meng-add nDari dan mulai mengajakn gobrol sebentar. Hati semakin tercabik sembilu dunia maya, sebuah jawaban dan pengakuan yang mencengankan dan diakhiri dengan lambaian tangan tanda perpisahan.

Kembali menghidupkan account dirinya dan mengirim sebuah pesan di YM nDari “lanjutkan, lalukan dan jangan pernah menyesal” dan sebuah pesan off line buat 2 sahabatnya dikirim. Sebuah tragedi percintaan yang di bumbui pengkhianatan terjadi, tak ada ribut-ribut atau percekcokan, hanya sebuah perkataan dan tatapan tajam di bilik seberang. Tak ada kata-kata yang terucap, tak ada gerakan yang berbicara, hanya tetesan air mata duka yang mengalir deras dari sendang Dinar* yang membasahi hatinya yang luka.

Keluar dari warnet dan langsung menuju kerumah dan tak lama sebuah ransel besar sudah dipunggungnya. Sebuah vespa butut kesayangannya menghantarkan menuju kejalur menuju hutan dalam gelapnya malam. Tak ada yang tahu ada aoa dengan nDari, tetapi hanya 2 sahabat yang tahu ada ada dengan Randi. Semalam nDari mencoba menghubungi Randi, tak satupun telepon di angkat atau pesan di balas. Dalam keputus asaan, seorang kawan dekat Randi coba dihubungi oleh nDari. Indra salah seorang sahabat segera menuju warnet untuk menemui nDari.

Aliran cerita dan rasa sesal nDari terekam dan otak Indra, tapi mereka sama-sama bingungnya tidak tahu kemana mencari Randi. Waktu menjelang tengah malam, dan setelah mengantarkan nDari kerumah dan berharap tenang. Dalam kebingungan yang amat sangat makan meluncurlah Indra menuju rumah tiga sekawan Dinar. Kebetulan saat itu Dinar sedang asyik berkutat dengan komputer lipatnya sambil menjadi manusia kalong. Cerita tentang Kenekatan Randi yang menghilang mereka berimajinasi ada apa dengan Randi. Tak ada titik cerah mencari ada apa dengan Randi, hanya pesan off line “watu putut” yang di terima pukul 18:02.

Tertawa lepas merebak dibibir mereka, karena telah mendapatkan wasiat dari Randi dan keberadaannya sekarang. Segera berkemas dan mereka berdua dengan ransel yang tak kalah besarnya dan segera menuju minimarket 24 jam. Beragam daftar makanan masuk dalam ransel bersiap untuk pesta duka cita Randi 3 hari kedapan. Menjelang pukul 2 Dini hari, motor butut keluaran 91 meraung-raung membelah hutan pinus sebuah gunung untuk mencari korban asmara. Sesampai dipintu rimba, dilanjutkan dengan berjalan 3 jam mendaki untuk menuju pesan off line.

Bingo dan benar saja, sebuah tenda merah berdiri dibibir jurang dan sesosok pria gondrong duduk merenung di sebuah perapian kecil yang memberi penerangan dan kehangatan di pagi yang beku. Lampu temaran nan jauh dibawah sana tak sedikitpun dilirik seperti biasanya. Tetesan air mata membasahi lereng gunung yang mulai berembun. Kedua sahabat karib tak berani mendekat dan lebih dekat, sebab saat si Randi bersandar maka jurang 150 meter siap melahap mentah-mentah tubuh kekarnya. Menunggu matahari terbit dari seberang pepohonan untuk sahabat yang terluka hatinya karena cinta. Sebuah cinta Randi yang tak diragukan lagi untuk sesosok nDari, sambil sedikit flash back kebelakang.

Ditebing kuning dengan batuan andesit yang keras dan tak mengenal belas kasih, sepasang kekasih mencoba untuk menggapai atap bebatuan vertikal tersebut. Sebuah karpet merah dengan tali elastis memberikan kesempatan pertama untuk sang Anak Gadis untuk memulainya. Meter demi meter terlewati dan disaat mencapai puluh meter kedua predisi manusia meleset. Disaat semua pegangangan sudah tak ada yang direngkuh dan dipijak, hanya kepasrahan diri untuk jatuh bebas kebawah mengikuti hukum gravitasi. Jatuh bebas yang diharapkan tidak terjadi, tali melintir dan menyangkut di pengaman, cincin kait mengikat semakin kencang dan terkunci. tali membelit tubuh gadis tersebut dan mengikat dengan penuh siksaan. Sebuah tindakan wajar jika harus memotong tali dan memberikan back up tali lagi, namun dengan sistem tali tunggal sangat susah dilakukan.

Sebuah pengaman tubuh dikenakan dan Randi dengan cekatan segera menyusul Gadisnya. Tanpa tali pengaman dan sebuah pisau lipat tergantung di seat harnestnya. Tidak tahu apa yang dipikiran Randi saat itu, sebab yang kami pikirkan saat itu adalah bagaimana evakuasi nDari kebawah. Sebuah tindakan nekat yang terlatih menjadi sangat dramatis, dimana ada kesalahan maka sepasang kekasih akan jatuh menghujam bumi yang diselimuti batuan tajam. Sebuah tindakan dengan taruhan hidup sekali berakhir manis dan 2 insan turun pelan dalam jalinan tali kasih sambil berpelukan.

Mentari telah terbit, kita bertiga mencoba berbagi cerita cinta dan mencari sebuah jalan turun dari puncak masalah. Tak ada tindakan bodoh seperti mereka dibawah sana yang terluka asmara, tak ada tindakan nekat gara-gara pengkhianatan cinta, tak ada yang dirugikan atau merugikan. Kami hanya butuh suasana
yang tenang, hening, damai untuk berfikir dan bertindak kedepannya. Tak ada kucuran alkohol atau hembusan nikotin dalam darah kesedihan kami, hanya makanan dan minuman sehat yang menetas dalam tubuh kami. Tak ada amarah, kekerasan atau kebencian, tetapi cukuplah air mata itu mewakili apa yang ada dibenak kami. Orang boleh melihat kami sebagai sosok yang tangguh, tetapi hati kami banci sesaat melihat sebuah kesedihan. Banci gunung yang mencoba mencari cinta dengan tulus, walau tak ada dan hilang dari harapan kami. Banci gununung yang dikhianati tanpa harus membalas dengan pengkhianatan dan kekejian dendam. Memberi dengan segala ketulusan tanpa harus mendapatkan harapan, cukup dengan kasih yang tulus.

Biarkan kami untuk 3 hari kedapan menyendiri dalam lamunan angin gunung yang memberikan kedamaian hati. Biarkan sesaat kami melupakan dan meninggalkan apa yang ada dibawah sana, sebelum kembali dari titik nol kembali. Tak ada yang harus di perbaiki, tetapi biarkan rajutan ulang mengawali perjalanan kisah cinta kembali. Kami banci gunung yang setia akan sebuah komitmen dan konsekwensi dari sebuah resiko tindakan kami. Kami tidak nekat, tapi mencoba dengan akal sehat menantang dang menggauli bahaya di depan mata dan jiwa kami. Otot, otak, keberanian dan kesetiaan menjadi hiasan banci gunung untuk membelai cinta.

Terimakasih buat obrolan tadi malam

HAPPY VALENTINE, Berikan kasih dengan tulus tanpa harus menerima…

Salam Kasih

DhaVe
Meja meeting, 13 Februari 2010, 09:15

46 thoughts on “Kisah Cinta Bencong Gunung

  1. dhave29 said: Kami banci gunung yang setia akan sebuah komitmen dan konsekwensi dari sebuah resiko tindakan kami. Kami tidak nekat, tapi mencoba dengan akal sehat menantang dang menggauli bahaya di depan mata dan jiwa kami. Otot, otak, keberanian dan kesetiaan menjadi hiasan banci gunung untuk membelai cinta.

    Lanjutkan….!! Makin cepat makin mantap..!Kami.. !Banci Gunung,.. dengan ini menyatakan kemerdekaan, dan kebebasan hati………. lanjutkan dewek.. πŸ™‚

  2. dhave29 said: Kami banci gunung yang setia akan sebuah komitmen dan konsekwensi dari sebuah resiko tindakan kami. Kami tidak nekat, tapi mencoba dengan akal sehat menantang dang menggauli bahaya di depan mata dan jiwa kami. Otot, otak, keberanian dan kesetiaan menjadi hiasan banci gunung untuk membelai cinta.

    Mat siang Dhave,….

  3. lilywagner said: So profound!! Aktivitas extreme banget Dik. Ceritanya dalam banget.anyway, suamiku mau mulai ikut rock climbing katanya taun depan.

    ahay… ya itulah sekelumit dari si bencong…jadi PRIA….salam baut suaminya mBak… yellow stone….menunggu…

  4. agnes2008 said: Lanjutkan….!! Makin cepat makin mantap..!Kami.. !Banci Gunung,.. dengan ini menyatakan kemerdekaan, dan kebebasan hati………. lanjutkan dewek.. πŸ™‚

    yang pro cinta kasih tentunya mBak…salam

  5. rirhikyu said: bacanya blum selesai, msh dijalan, pusing liat layar hp yg kecil :(tp kayaknya nice story.aku dah msk pekalongan niy πŸ™‚

    oke makash mBak Febry…kami tunggu kedatangannya,,,,kalo dah selamat datang kota semarang, tengok kanan jalan… kantorku disana hehehe

  6. rirhikyu said: bacanya blum selesai, msh dijalan, pusing liat layar hp yg kecil :(tp kayaknya nice story.aku dah msk pekalongan niy πŸ™‚

    tetap semangat tetap sehat supaya bisa terus jalan2 dan makan2 πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s