Membuat Hand Sanitizer Sendiri

WhatsApp Image 2020-03-18 at 13.27.48
Hansanitizer buatan sendiri.

Infeksi corona naik, masyarakat panik. Salah satu kepanaikan masyarakat adalah kelangkaan bahan penunjang personal higiene yakni hand sanitizer. Sebenarnya jika mau melihat sekeliling, masih ada bahan-bahan yang bisa dibuathandsanitizersendiri tanpa bingung kesana-kemari.

Tumbuhan Punya Antiseptik

Nenek moyang kita, turun-temurun sudah mengajarkan membuat sanitizer atau sebut saja antiseptik atau antimikroba. Lihat saja film-film tentang pendekar. Saat ada yang luka, mereka mencari daun-daunan lalu dikunyah atau ditumbuk sebentar dan dioleskan di luka. Apak maknanya? Di dalam tumbuhan terdapat senyawa bioaktif yang dapat mencegah infeksi kuman penyakit.

Tumbuhan sebagai organisme yang tidak bisa bergerak, sangat susah menghindarkan diri dari mangsanya (virus, jamur, bakteri, dan herbivor-pemakan tumbuhan). Karena merasa terancam, maka tumbuhan membuat sistem pertahanan diri agar tidak diserang oleh pemangsanya. Sistem pertahanan diri dibuat dengan memroduksi zat-zat yang sifatnya toksit atau racun dan atau yang tidak disukai mangsanya.

Zat pertahanan diri tersebut dikenal ilmuwan dengan senyawa antinutrisi. Mengapa antinutrisi, karena tidak memiliki nilai gizi. Hampir semua tumbuhan memiliki senyawa antinutrisi. Senyawa antinutrisi antara lain; lektin, oligosakarida, enzim penghambat, fenol, saponin, HCN, polifenol, tanin. flavanoid dan masih banyak lagi yang lainnya.

Senyawa antinutrisi tersebulah yang sebenarnya bisa kita manfaatkan sebagai antiseptik. Alam, melalui tumbuhan sudah menyediakan, tinggal kita manfaatkan. Lantas tumbuhan apa saja yang familiar disekitar kita?

Antiseptik Dari Tanaman

Mari kita amati dan cari tumbuhan apa saja yang bisa kita karyakan sebagai antiseptik. Ciri-ciri yang mudah kita temukan adalah tumbuhan memiliki aroma atau bau yang spesifik. Contoh daun jeruk, serai wangi, lavender, sirih, sedap malam, kamboja, pegagan, dan masih banyak yang lainnya.

Jenis-jenis tumbuhan tersebut bisa kita gunakan sebagai antiseptik. Namun harus diingat, jangan sampai salah ambil tumbuhan. Hindari tumbuhan yang mengandung getah (euphorbiaceae) karena kemungkinan beracun ada HCN-nya (asam sianida). Tumbuhan bergetah seperti; singkong, karet, bunga euphorbia. Maka kita gunaka yang wajar-wajar saja.

WhatsApp Image 2020-03-19 at 09.23.55
Koleksi tumbuhan yang bisa dibuat antiseptik.

Tidak kalah penting adalah cari aroma yang baik atau enak, jangan sampai aromnya malah membuat kita tidak nyaman contohnya bunga Lantana camara/tembelekan, daun kentut (Paederia foetida), atau Bandotan (Ageratum conyzoides), kecuali anda tahan. Yang pasti cari aroma yang enak, karena sekaligus sebagai aroma terapi.

Membuat Antiseptik Sendiri

Saya ambil contoh sederhana. Daun sirih atau serai wangi yang ada disekitar kita. Langkah sederhana yang untuk membuat adalah pastikan dicuci bersih jangan sampai ada kotoran yang menempel. Lalu dilakukan perajangan sekecil mungkin, selembut mungkin. Tujuan perajangan adalah untuk memerluas permukaan. Permukan yang luas akan memermudah untuk mengeluarkan senyawa bioaktif-anti nutrisi itu keluar.

WhatsApp Image 2020-03-18 at 16.02.34
Proses pembuatan Antiseptik

Untuk melarutkan senyawa bioaktif dapat dilarutkan dengan air, karena sebagian besar bersifat polar (larur air). Untuk memermudah kita gunakan air panas, yakni dengan cara menaruh di dalam wadah berisi air panas lalu kita kukus. Mengapa tidak direbus saja? Jika direbus nantinya akan banyak senyawa yang hilang akibat paparan panas yang tinggi. Konsentarsi untuk proses ini adalah satu bagian dari daun dan 4 bagian dari air dan lama pengukusan sekitar 15 menit saja.

Hasil pengukusan lalu disaring untuk mendapatkan ekstrak murni. Pastikan disaring dengan baik dan bisa digunakan kain saring. Tujuannya adalah gara saat disemprot tidak menutupi lubang semprot.

Ekstrak daun sirih atau serai tidak bisa bekerja sendiri melawan mikroba, namun harus diberi bantuan. Paling gampang adalah tambahkan alkohol (70%) sekitar 30%, jika ada trikolasan bisa ditambkan 1,5-2%, dan ekstrak lidah buaya 10%/.

WhatsApp Image 2020-03-19 at 09.23.55 (1)
Bukti kinerja antiseptik dalam membunuh dan menghambat mikroba,

Mengapa perlu ditambahkan alkohol atau triklosan? Alkohol dan triklosan berguna untuk langsung menghamtam mikroba agar dinding selnya rusak. Namun ada beberapa yang masih bandel, baru akan dihajar oleh ekstrak daun melalui senyawa antimikrobnya dengan cara menghambat pertumbuhannya. Lidah buaya berguna untuk mengentalkan cairan, sehingga memudahkan kita untuk mengusap, meratakan, selain itu mengikat zat-zat tersebut lebih lama agar memapar mikroba lebih lama.

Prinsip pembuatan hand sanitizer sudah kita pahami, sekarang saatnya berburu tumbuhan yang bisa kita pakai. Yang pasti cari tumbuhan yang familiar dan kita pahami dan tidak asal memakai. Jika dirasa kurang, bisa tambahkan rempah-rempah yang juga memiliku senyawa antimikroba. Selamat mencoba, dan tetap jaga kesehatan.

Cara Kerja Hand Sanitizer dalam Membunuh Kuman

hand-sanitizer11
Hans sanitiser (Sumber Gambar)

Gegara COvid-19, merubah PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) melalui personal higeine. Kini beberapa orang tidak mau lepas dari yang namanya hand sanitizer. Mau berbagi, rasanya akan berpikir ulang.

Hand Sanitizer

Hand sanitizer, tercipta akan tuntutan masyarakat modern yang menghendaki kemudahan dan kepraktisan dalam menjadi kebersihan pribadi. Jika awalnya seseorang harus cuci tangan dengan sabun dan air bersih lengkap dengan 8 tahapannya. Kini cuci tangan dapat diwakili dengan hand sanitizer, asal tangan sudah bebas dari kotoran.

Cuci tangan yang harus menghadirkan sabun, air bersih, dan lap dirasa kurang praktis maka hand sanitizer menjadi pilihan praktisnya. Lantas ada ada apa di dalam hand sanitizer dan bagaimana cara bekerjanya sebagai antiseptik atau antimikroba.

Secara umum, hand sanitizer yang ada dipasaran mengandung alkohol 70% dan triklosan 1,5-2,5% dan tergantung produsenya. Ada juga beberpa tambahan lain seperti ekstrak lidah buaya, gliserin dan essensial oil atau minyak asiri.

Bagaimana Kuman Dibunuh

Sebelum melihat bagaimana bekerjanya, mari kita lihat siapa targetnya. Target penggunaan handsanitizer adalah mikroba seperti; jamur, bakteri, dan virus. Mikroba tersebutlah yang akan dihajar oleh zat-zat dalam hand sanitizer.

Gram negative cell wall
Dindiing sel bakteri (sumber gambar).

Secara umum, bakteri dan virus memiliki struktur yang tidak jauh berbeda, namun bakteri memiliki ukuran seribu bahkan sejuta kali lebih besar daripada virus. Salah satu komponen dinding sel bakteri dan virus terdiri dari protein dan inilah target empuknya. Protein mudah sekali rusak dan rentan.

human-immunodeficiency-virus-4-638
Morfologi virus (sumber gambar)

Mudah rusaknya protein inilah yang menjadi titik lemahnya. Alkohol akan mendenaturasi dan menggumpalkan protein atau merusaknya. Bayangkan jika diding itu rusak atau jebol, maka isi di dalamnya akan keluar dan matilah organisme tesebut. Bagimana jika dia lolos tidak terkena siraman alkohol, masih ada zat lain yakni triklosan yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Jika dia terhambat dan tidak beranak pinak, maka matilah dia.

Masih ada senjata pamungkan dari beberapa hand sanitizer yang ditambahkan essensial olil atau minyak asiri. Selain untuk menciptakan aroma yang enak, harum dan menutupi aroma alkohol, minyak asiri mengandung senyawa flavanoid dan tanin. Flavanoid bekerja mirip dengan alkohol yakni mendenaturasi protein. Tanin bersifat antibakteri atau menghambat pertumbuhan bakteri.

Cara kerjanya sangat sederhana, yakni merusak proteinnya dan jika tidak mempan maka akan dihambat. Bagaimana mengetahui cara bekerjanya apakah hand sanitizer itu ampuh atau tidak. Cara paling mudah adalah dengan melihat zona hambat pertumbuhan mikroba dan ini biasa dilakukan di laboratorium mikrobiologi.

Uji Kekuatan Hand Sanitizer

Cawan petri yang sudah berisi agar untuk tempat tinggal mikroba akan ditempeli kertas yang sudah direndam dalam hand sanitizer. Dalam kurun waktu sekitar 48 jam cawan petri yang ada bakterinya akan menunjukan zona terang disekitar kertas tersebut. Artinya kertas yang mengandung hand sanitizer itu udah menghambat pertumbuhan bakteri dan telah membunuh yang ada disekitarnya. Uji ini mirip yang dilakukan untuk uji antibiotik. Cara yang kedua dengan membuay sumur di agar yang ditumbuhi mikroba. Sumur tersebut lalu diisi dengan hand sanitizer lalu di lihat zona terangnya.

Masing-masin ukuran zona terang memiliki artinya masing-masing. Jika zona hambat >20 mm (sangat kuat), 10-20 mm (kuat), 5-10 mm (sedang), dan 0-5 mm (lemah). Angka zona hambat tersebutlah yang digunakan untuk melihat kekuatan hand sanitizer sekaligus membuat formulasinya.

zona hambat
Zona hambat pertumbuhan mikroba (sumber gambar).

Lantas, mana yang terbaik antara cuci tangan atau hand sanitizer?. Jika melihat mana yang efektif maka cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang dilakukan dengan baik dan benar jauh lebih baik dibanding dengan penggunaan hand sanitizer. Bagaimana kalau keduanya, itu jauh lebih baik, yakni cuci tangan lalu pakai hand sanitizer, tetapi tetap harus bijak, dan kembali pada PHBS. Hand sanitizer hanyalah alat bantu, yang penting adalah perilaku hidup bersih dan sehat kita.