Internet yang Mengasah dan  Mangasuh

Keluarga kecil kami yang belajar dari internet (dok.pri).

Anak bayi harus pakai gurita, biar tulang punggungnya lurus dan iganya kuat. Jangan lupa dibedong biar kakinya lurus dan jangan tidur di bawah nanti paru-pau basah. Demikian pesan orang tua kami, menyikapi kelahiran cucunya.

Sebagai pasangan muda yang baru punya anak, jelas harus banyak belajar dalam hal pengasuhan anak. Butuh jam terbang dan pengalaman, tetapi apa mau dikata, anak saja baru satu. Berbeda dengan orang tua kami yang punya anak enam, atau nenek kami yang punya anak sembilan. Mereka pasti memiliki jam terbang dan pengalaman lebih banyak dalam pengasuhan anak.

Dunia medis berkembang, termasuk dalam pengasuhan anak. Acapkali beberapa hal apa yang dulu orang tua kami lakukan atau nenek kami kurang begitu relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan.

Banyak pesan yang saya terima, terutama dalam merawat dan mengasuh anak, dan beberapa acapkali kurang masuk akal dan logika. Namun, untuk meluruskan hal-hal tersebut perlu mencari sumber yang bisa dipercaya dan benar-benar dari sumber yang baik.

Untung saja ada Indihome dari Telkom Indonesia yang memberikan layanan internet. Untuk mendapatkan informasi tentang parenting, jauh lebih mudah dan tidak perlu jauh-jauh ke dokter anak atau perpustakaan, terlebih waktunya yang mendesak. Layanan internetnya Indonesia untuk saat ini sudah sangat baik, sehingga laman-laman tentang parenting bisa dengan mudah di dapatkan.

Manfaat Internet salah satunya adalah bisa Japri (jalur pribadi)atau DM (direct message) dengan dokter-dokter daring yang berkompeten dibidangnya secara cuma-cuma. Bisa dibayangkan, jika harus pergi ke rumah sakit hanya untuk sekedar bertanya harus mendaftar dan antri terlebih dahulu, dan belum tentu mendapatkan jawaban yang kita inginkan.

Perkembangan sosial media semakin memerkaya manfaat internet, karena ada grup-grup yang memiliki interest yang sama salah satunya dalam bidang parenting. Kita bisa belajar dari para dokter, perawat anak, ahli gizi, ahli farmasi, dan para orang tua yang berpengalaman merawat anak. Selain itu juga saling bersilaturhmi secara virtual bahkan ada ikatan emosional di situ. Internet telah menolong kami mengatasi ketidak tahuan dan keawaman kami dalam bidang parenting.

Dari internet, kami juga berusaha memutus mitos-mitos yang selama ini berkembang, dan kami memulai dari keluarga kami. Seperti contohnya, tidur di bawah menyebabkan paru-paru basah. Ini adalah mitos, sebab penyebab paru-paru basah adalah infeksi pada saluran pernafasan hingga di paru-paru. Solusinya adalah tata ruang yang baik, higienitas orang tua dan bayi, serta imunisasi pada bayi sesuai dengan jadwalnyas, sebab di Jepang masyarakatnya tidurnya di lantai dan baik-baik saja, begitu juga dengan bayinya. Dengan demikian, mitos tidak semata-mata kami bantah tetapi bisa kami luruskan dan ada solusi bagaimana mengatisipasinya.

Saya juga membayangkan, bayi-bayi orang Eropa atau bule sana begitu besar badanya tinggi-tinggi, tegap, padahal saat  bayi tidak digurita dan bedong. Layanan daring dari Dokter menjawab, jika tinggi anak dipengaruhi oleh asupan makanan terutama kalsium. Disarankan minum ASI yang cukup dan dijemur  saat pagi hari akan terjadi konversi vitamin D akan mudah diserap oleh tulang. Tetapi untuk menghormati orang tua, kita cukup ambil sisi baiknya. Tetap digurita tetapi tidak terlalu ketat, dan tetap dibedong supaya hangat, sembari dijelaskan pentingnya ASI dan berjemur saat pagi.

Internet mengajari kami mengedukasi tanpa menggurui. Yang membuat kami bahagia, adalah sebuah akun instagram seorang dokter sekaligus ahli gizi dengan pengikut yang banyak. Kebahagiaan kami, setiap DM dari kami selalu dijawab dengan baik. Bahkan kami mendapat banyak sekali jawaban dan masukan. Kami tidak membayangkan, andaikata konsultasi ke dokter ahli gizi berapa banyak kami harus merogoh dompet kami terlebih mendapat jawaban secepat itu. Internet mampu menembus sekat-sekat birokrasi dan adminstrasi kesehatan, dan kami langsung dihadapkan dengan pakarnya dengan hanya membayar paket layanan internet bulanan.

Mengasuh dengan belajar dari internet.

Hingga saat ini, internet menjadi patner kami dalam merawat dan mengasuh anak. Kepada siapa kami hendak bertanya, selain lewat internet, apalagi kedua orang tua kami tinggal di dua pulau yang berjauhan. Internet memertemukan kami, internet mengajari kami, internet menjangkau dengan para ahli yang kami butuhkan. Yang pasti internet melani apa yang kami butuhkan tanpa mengenal ruang, waktu, dan jarak, dan salah satunya dalam merawat dan mengasuh anak jauh lebih mudah, murah dan ramah, karena internet tidak pernah marah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s