Canyoning Kali Pancur

Di puncak air terjun Kali Pancur.

Canyoning adalah salah satu aktivitas alam bebas dengan medan yang dituju adalah aliran sungai. Aliran sungai akan dilalui dengan berjalan kaki, melompat, berenang, memanjat, atau bahkan menggunakan alat bantu untuk keamanan.

Air terjun adalah salah satu obyek canyoning yang menarik. Di air terjung dapat ditemukan beragam tingkat kesulitan, sehingga lengkap untuk canyoning. Sebagian besar aktivitas canyoning dilakukan di air terjun, baik naik atau turun.

Air terjun di Kali Pancur lereng Gunung Telomoyo, Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan untuk canyoning. Lokasi ini dipilih karena lokasinya di tepi jalan menuju arah dusun Mulungan. Dari tepi jalan sekitar 7 meter, bahkan sudah terlihat air terjunnya.

Tinggi air terjun diperkirankan sekitar 40 meter, karena dengan tali carmentle 50 meter masih sisa beberapa meter. Air terjun ini memiliki karakter yang menarik, karena ada sisi vertikal ada juga sisi yang landai. Air terjun langsungd dari mata air dan terasa sangat dingin dengan kisaran suhu 19 – 21 derajat celcius.

Perosotan di air terjun.

Untuk canyoning di Kali Pancur harus menggunakan alat bantu yakni tali carmantle 10 mm, seat harnnes, ascender, karabiner, dan descender. Selain itu harus juga menyiapkan helm safety, sepatu dengan grip yang tidal licin di batu dan lumut, dan pakaian yang tertutup.

Langkah pertama, memasang pengaman terlebih dahulu. terdapat 2 pohon yakni pinus dan kaliandra. 2 jangkar/anchor sudah cukup sebagai pengaman saat rapeling. Setelah pengaman terpasang, kemudian tali dipasangkan dengan pengait karabiner lalu dijuntai ke bawah.

Leader akan turun duluan untuk memeriksa jalur. DIpastikan sepanjang aliran sungai ada penghalang atau tidak seperti kayu, batuan dan benda-benda lain. Selain itu dipastikan tali tidak kusut atau menyimpul, sehingga akan menghambat saat rapeling.

Jika jalur sudah dipastikan aman, saatnya turun satu persatu dengan menggunakan ascender. Kita bisa rapeling sembari membelakangi tebing dan langsung mengadap air terjun. Tali akan dirasa tegang karena basah dan terbawa arus, sehingga harus sedikit ditarik agar bisa turun.

Akan mandir air terjun sepanjang jalur canyonig.

Untuk turun harus hati-hati, beberapa jalur sangat licin sehingga dibutuhkan keseimbangan dan pijakan yang tepat. Pada dinding vertikal kita bisa turun dengan punggung menenpel air terjun, mirip perosotan tetapi secara verrtikal.

Canyoning ditempat ini akan dirasakan sensasi mandi dan diguyur air terjun dari atas hingga bawah. Untul lebih puas, canyoning nantinya bisa dilanjutkan disepanjang aliran air. Nanti kapan-kapan saya ceritakan. Yang pasti… mari datang ke sini dan nikmati sensasinya…

VIDEONYA…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s