Ngantuk dan Demam Usai Vaksin, itu Normal

Vaksinasi tahap-2

Konon katanya vaksin Covid-19 bisa menambah panjang alat vital, namun yang pasti habis divaksin akan langsung berdiri. Pindah ke ruang observasi, keculai pakai kursi roda akan di dorong. Inilah kelakar saat vaksinasi, dan beruntung saya sudah tahap ke-2.

Pasca vaksinasi ada-ada saja yang terjadi. Banyak yang mengeluh tanganya pegal, ya pasti karena jaringan otot tertusuk jarum suntik. Namun tidak sedikit yang merasa mengantuk, terutama pada vaksin ke-2. Usai vaksin, sa okya mengendarai sepeda motor seperti melayang, harusnya naik angkutan daring.

Mengapa mengantuk? Memang itulah respon alami tubuh. Vaksin adalah organel virus yang sengaja dimasukan dalam tubuh. Meski ada beberapa mekanisme pembuatan virus, cara yang paling lazim adalah mengambil protein dari virus yang kemudian disuntikan. Protein inilah yang menjadi kuncinya virus itu masuk dalam tubuh dengan cara mengelabuhi sel, agar dikira makanan. Persis seperti orang mancing, dan ikan adalah sel kita.


Proses sel makan ini disebut dengan endositosis, tapi tubuh tidak mengenali virus makan disikat saja dan dicerna. Nah virus memanfaatkan kesempatan ini dengan mengeluarkan RNA lalu bereplikasi atau memerbanyak diri, dan kita menjadi terinfeksi. Ikan merespon, dia salah makan umpan lalu mengenali jika ada makanan melengkung dimakan sedikit-sedikit, nah inilah memori tubuh dalam bentuk imunitas otomatis mengenali protein asing tersebut.

Mekanisme pembuatan vaksin.

Yang paling krusial bukan mengambil protein dan menyuntikan, tetapi memilih galur murni virus yang tepat dan jangan sampai salah spesies atau varian virus. Seperti proses pembuatan vaksin-vaksin pada umumnya, virus akan diperbanyak kemudian akan dipanen alat perekatnya berupa protein.

Protein pada virus inilah yang menjadi pemicu munculnya antibodi, karena tubuh langsung mengenali musuhnya meskipun cuma dari baju zirahnya dan senjatanya, sedangngka tubuhnya tidak ada. Istilahnya disuntik dengan virus yang dilemahkan.

Respon awal tubuh adalah kaget. Saat kaget inilah, tubuh sedang berusaha membuat antibodi, pada proses ini dibutuhkan banyak energi. Energi sepenuhnya dipakai untuk membuat kekebalan, sehingga organ-organ lain dilambatkan dan diistirahatkan, sehingga kita merasa mengantuk.

Nakes sebelum memvaksin biasanya bertanya “sudah sarapan?”, tujuannya saat kita ngantuk, tubuh sudah punya energi dan perut kenyang. Tidak enak kan, ngantuk tapi perut lapar. Disarankan, usai vaksin istirahatlah agar tubuh bekerja dengan baik.

Hanya ngantuk? ada juga yang demam. Ini jauh lebih normal, karena energi yang terpakai berbentuk kalor atau panas dan tubuh kita menyebutnya dengan demam. Ini sangat normal, cukup diimbangi dengan minum cukup agar tidak dehidrasi, pakai pakaian yang nyaman, dan suhu kamar yang normal. Jangan lupa selalu isi bahan bakar, tubuh sedang gas pol dan butuh banyak energi. Makan yang bernutrisi, ditambah vitamin akan memercepat tubuh menyiapkan tentaranya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s