Evolusi dan Domestifikasi Pangan


Tidak ada mahluk hidup yang ingin mati konyol, meskipun dia adalah organiseme tingkat rendah, bahkan sebagai mahluk yang lemah. Semua yang hidup ingin tetap lestari atau eksis. Berbagai upaya dilakukan, dan salah satunya adalah perjalanan yang panjang selama ratusan bahkan jutaan tahun yang bernama evolusi.

Evolusi
Secara definitf, evolusi bisa dikatakan sebagai perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan dalam jangka waktu yang lama. Dalam konteks biologi, evolusi dapat dikatakan sebagai perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi yang disebabkan oleh faktor-faktor atau mekanisme evolusi.


Ada 5 cara bagaimana mahluk hidup berevolusi atu mengalami perubahan genetis hingga nampak pada morfologi dan menjadi sebuah perilaku baru.

Seleksi Alam
Ada mekanisme seleksi alam atau natural selection, yakni dengan membiarkan alam menyeleksi kehidupan. Organisme yang bisa menyesuaikan dan bertahan, maka dialah yang lestari. Seleksi alam adalah proses bertahap dimana alam menyeleksi bentuk-bentuk yang cocok untuk bertahan hidup dan bereproduksi sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Untuk seleksi alam yang bekerja pada suatu populasi harus ada variasi dan kompetisi dalam populasi sebagai bahan seleksi. Konsep seleksi alam berpendapat bahwa organisme yang lebih cocok dengan lingkungannya akan bertahan dan bereproduksi lebih baik dibanding dengan organisme yang kurang cocok dengan lingkungannya…survival of the fittest

Seleksi alam akan menciptakan variasi, kemudian akan saling berkompetisi dengan saling beradaptasi yang pada akhirnya akan terseleksi sendiri secara alami oleh alam. Inilah konsep seleksi alam.

Random genetic drift
Mekanisme yang kedua adalah Random genetic drift atau aliran gen-gen secara acak. Random genetic drift adalah hilangnya/lepasnya frekuensi allele secara kebetulan atau dapat dikatakan merupakan perubahan acak pada frekuensi gen pada populasi kecil yang disebabkan oleh kematian, migrasi atau isolasi. Ada dua kategori penyebab The bottleneck effect dan the founder effect

Gen-gen dapat mengalir dan berpindah antar individu, sehingga akan terjadi persilangan. Dari persilangan-persilangan tersebut akan melahirkan individu baru dengan kombinasi gen-gen yang saling melengkapi dan lebih baik.

Mutasi
Mekanisme yang ketiga adalah terjadi mutasi, baik secara alami atau karena faktor lingkungan. Mutasi ini akan merubah gen-gen yang tidak digunakan dan mengoptimalkan gen-gen yang mendukung atau menopang kehidupannya. Mutasi adalah perubahan secara acak pada struktur DNA, yang disebabkan oleh faktor eksternal (zat mutagenik) atau faktor internal (kesalahan saat replikasi)

Gene flow
adalah perpidahan materi genetik dari satu populasi ke populasi lainnya, terjadi melalui interbreeding. Mekanisme ini bisa disebut juga dengan kawin silang. Dengan adanya kawin silang, makan akan lahir individu baru yang membawa campuran dari kedua orang tuannya.

Rekombinasi Seksual
Rekombinasi Seksual, terjadi karena proses reproduksi seksual yang menghasilkan keturunan yang dapat berbeda dengan induknya. Pada reproduksi terjadi rekombinasi gen memberi memberi peluang terjadinya variabilitas sehingga berpengaruh terhadap evolusi populasi.

Domestifikasi
Adanya kebutuhan pangan, menyebabkan manusia melakukan upaya untuk memenuhi bahan pangan baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Pada awalnya hewan dan tumbuhan adalah organisme yang liar, namun berhasil dijinakan dan menjadi peliharaan baik dalam peternakan, pertanian, atau hewan peliharaan.
Berikut adalah contoh domestifikasi hewan peliharaan yang sebagian besar digunakan sebagai hewan konsumsi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s