Masjid Klenteng Salatiga

Bermain di halaman masjid.

Saya teringat waktu kecil dulu, tempat main favorit saya adalah langgar. Saya ikut-ikutan ngaji, meskipun hanya melihat teman dengan lidi menunjuk tulisan arab. Selesai mengaji, barulah kiat bermain-main di lantai langgar atau petak umpet di halaman langgar sampai maghrib.

Suasan sepeti itu adalah tahun 80-an saat langgar adalah tempat bermain kami usai sekolah hingga menjelang maghrib. Di langgar inilah saya bisa bermain dan kadang ikut mendengarkan pak Kyai mendongeng cerita nabi dan sahabatnya. Kali ini setelah 30 tahun berlalu saya menemukan suasan itu lagi di sudut kota Salatiga.

Gapura masjdi klenteng.

Tepanya di jalan Abiyasa sebuah pintu gerbang gaya pecinan dengan dominasi warna merah, kuning, dan hjau tua. Samping kiri gerbang ada tulisan Allah, dan samping kanan Muhamad. Saat itu saya seperti terbawa ke masa lalu saat anak-anak bermain di halaman tempat ibadah. Saya berdiri terkau di bawah gerbang Wisma Majlis Taklim Hidayatullah.

Akulturasi budaya di Indonesia sangatlah kental sekali, salah satunya adalah masjid. Di beberapa tempat terdapat masjid dengan penggabungan budaya Jawa, Arab, dan China sebutlah masjid Cheng Ho. Masjid yang mirp bangunan klenteng dengan atap limas lengkap dengan kubahnya.

Bentuk bangunan masjid klenteng.

Masjid Cheng Ho hanya ada di daerah pesisir atau yang dulu pernah dilintasi oleh Laksamana Cheng Ho. Salatiga, yang jauh dari laut tentu saja berbeda. Namun, di sini ada masjid yang disebut dengan masjid klenteng.

Klenteng adalah tempat ibadah bagi umat tri darma. Bagaimana bisa ada penggabungan nama 2 tempat ibadah, namun di Salatiga bisa. Banyak masyarakat yang menyebut masjid ini dengan masjid Klenteng, padahal nama aslinya adalah Wisma Majlis Taklim Hidayatullah, Hidayatulloh.

Tempat ini digagas oleh Kho Yu Che yang kemudian menjadi mualaf dan mengganti namanya menjadi Yusuf Hidayatullah. Pada tahun 2005 selepas menunaikan ibadah haji, Yusuf Hidayatullah mendirikan tempat ibadah ini dengan nuansa etnisnya yakni Tiong Hoa.

Bentuk bangunan yang unik dan tidak lazim untuk sebuah masjid pada umumnya, maka masyarakat sekitar menyebutnya dengan masjid klenteng. Bangunan dengan dominasi warna merah, kuning, dan hijau tua dan ornamen lampion memang identik dengan klenteng.

Bagian dalam Masjid Klenteng.

Kali ini tempat ibadah ini sudah berpindah tangan, dan sedang dalam proses wakaf. Ke depannya masjid klenteng akan digunakan sebagai sekolah wiraswasta bagi anak-anak muda secara cuma-cuma selama 4 bulan. Selama menempuh pelatihan anak-anak ini akan tinggal di asrama lalu akan mendapatkan pelatihan setiap harinya. Masjid ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan, budaya, hingga pengobatan gratis.

Dalam kesempatan kunjungan ke sana saya bertemu dengan beberapa orang yang sholat di sana. “Mas kotak amalnya dimana?” tanya salah satu orang yang habis sholat ashar. Pak Agus Ahmad yang mengelola masjid dan kebetulan sedang saya wawancarai menjawab “tidak ada pak”.

Berbincang dengan pengurus masjid klenteng.

Pertanyaan saya menggelitik “pak, kotak amal kan ladang orang bersedekah dan menanam pahala?”. Di jawab “Mencari pahala dan bersedekah banyak caranya mas, saya belum mau memasang kotak amal karena takut nanti ada yang salah mengartikan, sebelum status masjid ini sah menjadi wakaf”.

Saya tersenyum, karena di masyarakat Salatiga sedang muncuk polemik tentang masjid ini. Intinya masjid ini sudah dipindah tangankan, sudah dibayar lunas, sedang dalam proses pengurusan untuk menjadi wakaf. “Tidak sholat mas..?”, “saya nasrani pak” dia menarik nafas panjang “terimakasih banyak sudak mengenalkan masjid klenteng ini ke masyarakat lemah-lemah teles mas”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s