“Perbaikan Keturunan” itu Evolusi

Potret Bapak evolusi; Lamarck dan Darwin.

Kelindan ilmu acapkali terjadi, mereka saling bertemu tapi tidak bisa saling bersentuhan. Saya masih ingat debat sengit tentang teori evolusi, ada yang setuju dan ada yang menolak. Yang setuju pun juga berdebat lagi, mau ikut Darwin atau Lamarck, padahal mereka berdua adalah bapak evolusi.

Darwin mengatakan dalam bukunya The Origin of Species by Means of Natural Selection-1859 “Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa lalu. Evolusi terjadi melalui seleksi alam”. artinya kehidupan sekarang adalah warisan masa lalu dan berubah seiring waktu mengikuti perubahan yang terjadi.

Jean-Baptiste de Lamarck dalam bukunya Philosophic mengatakan “Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri dan sifat yang dihasilkan melalui adaptasi lingkungan.
Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunan. Organ yang sering digunakan akan berkembang dan membesar, sementara organ yang jarang digunakan akan mengalami penyusutan, atau bahkan menghilang”.

Lantas apa bedanya antara Darwin dan Lamarck? kita lihat gambarnya. Lamarck menjelaskan, Jerapah akan berupaya menggapai makanannya dengan memanjangkan lehernya. Darwin mengatakan, leher jerapa yang pendek mati, sedangkan yang panjang hidup sampai saat ini.

Dasar jerapah, apa ngga ada pohon yang pendek kenapa musti cari yang tinggi. Dasar jerapah, bagaimana nasib anak-anakmu yang lehernya masih setinggi kakimu. Benarkan jerapah demikian begonya, dan mati sia-sia?. Mari kita lihat contohnya manusia yang jelas-jelas punya otak dan bisa mikir.

Kita hadir saat ini adalah produk evolusi. Berasal dari jutaan sel sperma yang berkompetisi. Setelah remaja kita mulai kompetisi untuk menciptakan generasi berikutnya. Kira-kira kalau ditanya “mau pilih pasangan yang seperti apa?”. Sudah pasti ada list syarat sebagai saringan dalam memilih pasangan guna mendapatkan yang terbaik, tidak asal dapat bukan. Sebut saja tujuannya adalah untuk perbaikan keturunan.

Mengapa perbaikan keturunan menjadi evolusi manusia? Apa ada orang tua yang tega keturunannya lebih buruk dari kedua orang tuanya, pasti inginnya menjadi lebih baik bukan, inilah evolusi kehidupan secara sederhana.

Bagaimana dengan jerapah yang mati menurut si Lamarck dan Darwin, apakah gara-gara lehernya tidak panjang dan tidak bisa makan. Pendapat saya, salah. Hewan memiliki naluri untuk mencari makan, meskipun lehernya pendek sekalipun. Mengapa mati, karena dia tidak bisa mendapatkan eksistensi dalam mendapatkan pasangan dan berkompetisi mendapatkan makanan, gegara lehernya pendek. Lamarck mengatakan, lehernya dipanjangkan, Darwin berpendapat yang panjang yang menang.

Leher panjang pasti akan sangat menguntungkan terutama dalam mencapatkan makanan, mengamati lingkungan sekitar dari predator, satu lagi cari pasangan. Hewan juga memiliki kriteria dalam mendapatkan pasangan, tak sekedar dapat langsung kawin. Ada kompetisi bagaiamana mendapatkan pasangan yang terbaik.

Masing ingat koloni singa. Untuk mendapatkan betinanya, singa harus bertarung antar pejantan. Pemenangnya lah yang menjadi raja dan mendapat jatah betina yang mana dia sukai. Hanya yang terbaiklah yang bisa melanggengkan keturunannya.

Ada beberapa hewan yang menyeleksi sendiri anaknya agar bisa menjadi generasi penerusnya. Beberapa jenis burung akan membuang beberapa telornya agar tidak memenuhi sarang. Bahkan ada juga yang membuang anaknya agar bisa optimal membesarkan anaknya. Tidak percaya, lihat saja induk kucing yang melahirkan anak kucing telon, maka dia bisa dibuang atau dimangsa oleh pejantan lain, karena anak kucing telon jantan bis menjadi ancaman bagi pejantan lain. Apa tujuannya semua itu, agar tetap lestari.

Sudah jelas bagaimana evolusi itu terjadi dalam lingkup yang lebihg kecil, dan ada lagi dalam lingkup yang lebih luas dan kompleks. Mengapa kita disini, karena nenek moyang kita adalah produk unggulan yang berhasil memilih pasangan dan tahan banting terhadap perubahan lingkungan dengan menjadi mahluk yang adaptif.

Masih menolak evolusi, masih berdepat Darwin atau Lamarck? Saya hanya mensyukuri masih bisa lolos dari setiap seleksi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s