Berubah dan Beradapatasilah Agar Tetap Hidup

Bentuk paruh adalah wujud adaptasi terhadap sumber makanan.

Ada yang mengatakan “tidak ada yang abadi di dunia ini, yang abadi adalah ketidak abadian itu sendiri”. Benar, keabadian adalah perubahan yang terus terjadi setiap saat, termasuk the new normal.

Manusia bisa dikatakan mahluk raksasa yang paling adaptif. Dengan kapasitas otak hampir 2000 cc, akal, pikiran, perasaan, dan pengalaman hidupnya bisa menghadapi segela perubahan. setiap perubahan memiliki saringannya sendiri-sendiri yang disebut dengan seleksi.

Seleksi akan menciptkan manusia yang mau tidak mau harus mengikuti tatanan yang baru. Jika hukum alam ini sudah bersabda, siapa yang bisa menolak dan melarikan diri selain harus mengikuti dan menyesuiakan diri. Cara adapatsi ada yang sama juga banyak yang berbeda, masing-masing memiliki strategi masing-masing berdasar pengalaman dan ilmu pengetahuan serta sarana dan prasaranya.

Di masa pandemi ini, semua akan masuk dalam ayakan raksasa bernama seleksi alam. Untuk masuk dan bisa lolos dari ayakan tersebut ada yang mamaksakan diri mengecilkan tubuhnya agar tidak nyangkut, yakni dengan menjaga tidak keluar rumah, minum multivitamin, menjaga kesehatan dan lain sebagainya. Ada juga yang langsung lolos, mereka adalah mahluk yang sudah sangat adaptif. Jika anda manusia model seperti ini, akan banyak dicari gen-nya sebagai manusia super. Kalaupun orang-orang kuat ini terserempet jaring, hanya menjadi OTG (orang tanpa gejala).

Bagaimana dengan manusia yang memaksakan lolos seleksi. Ini adalah manusia yang harus mendapat bantuan kusus, jika tidak pasti dia akan nyantol di jaring. Dengan bantuan medis, obat-obatan, dan perawatan, mereka yang hampir kecantol ini diselamatkan meskipun harus babak belur. Berterimakasihlah pada mereka yang membatu lolos dari lubang maut ini.

Ada juga manusia yang apes, harusnya dengan mudah lolos seleksi alam malah kecantol. Ini adalah pahlawan, kemanusiaan. Dia menjadi korban, karena ada kesalahan sistem dalam dirinya. Dia bersama dengan orang-orang yang sudah kecantol dan bisa meloloskan diri, namun dia tidak mampu lolos karena tenaganya sudah habis.

Bagaimana dengan mereka yang tidak lolos seleksi. Alam ini tidak memandang satu persatu dan tidak kenal personal. Anda tidak siap ya sikat. Nah inilah mereka yang harus tidak lolos dalam saringan, mereka harus rela berhenti di tengah jalan kehidupan. Tenaga mereka tak sanggup lolos dari jaring alam ini. Tidak ada yang bisa menyalahkan alam, karena ini adalah mekanisme alami. Sekarang, kita di posisi yang mana?

Burung saja beradapatasi.

Mau the new normal atau tidak tetaplah perubahan ini akan terjadi. Mereka yang adaptif akan terus hidup nomral, apapun keadaan lingkungan sekitarnya. Kuncinya kenali diri anda dan lingkungan anda, dan harus tahu bagaimana lolos dari seleksi alam. Selamat menuju ketidabadian, yakni perubahan. Berubah dan beradapatsilah dengan hati nurani.

2 thoughts on “Berubah dan Beradapatasilah Agar Tetap Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s