Apa dan Bagaimana Virus Itu

virus 6
Virus yang ditangkap oleh ujung reseptor sel.

Virus yang berasal dari bahasa Yunani yang berati Venom atau racun adalah salah satu mahluk lemah yang menakutkan sekaligus menajubkan. Mengapa virus bisa dikatakan lemah? Karena virus memiliki struktur tubuh yang ringkih berbeda dengan mikroba lain seperti bakteri dan jamur.

virus 7
Morfologi virus.

Virus memiliki struktur tubuh yang sederhana. Lapisan luar virus terdiri dari protein dan membrannya dari lemak, bahkan ada virus yang tanpa membran. Inilah titik lemah dari virus, karena lapisannya hanyar protein dan lemak jika ada. Untuk menghancurkan protein sangatlah mudah. Secara kimia, protein virus bisa dirusak dengan bahan kimia seperti alkohol, formalin, sabun, fenol dan lain sebagainya. Secara fisik lebih mudah lagi, cukup dipapar panas, kering, pasti lapisan protein juga akan rusak. Secara biologi, tidak jauh berbeda dengan senyawa bioaktif dan enzim-enzim pendegradasi protein, makan virus akan dengan mudah dirusak. Di dalam virus terdapat selubung matrik yang melindungi bagian dalam verius, sedangkan kapsid untuk membungkus materi genetik virus berupa DNA atau RNA.

Secara morfologi ada 4 bentuk virus, yakni 1. bulat, 2. bentuk T, 3. batang, dan 4. polihidris. Ukuran virus sangat kecil yakni 28 – 200 nano meter (sepersejuta meter). Jika bakteri saja ukurannya 20 – 800 mikro meter,  maka virus seribu lebih kecil. Berikut adalah bentuk bentuk virus.

virus 1
Virus bulat.
virus 4
Virus berbtuk T.
virus 2
Virus bentuk batang.
virus 3
Virus bentuk polihidris.

Nah bagaimana cara virus itu hidup. Virus itu antara ada dan tiada. Dia bukan apa-apa kalau di luar  mahluk hidup, dan adalah benda mati. Namun jangan sampai dia masuk ke mahluk hidup. Dia hidup jika dia menemukan host, inang, atau tempah hidupnya. Siapa inangnya, bisa bakteri, bisa hewan dan manusia, dan bisa juga tumbuhan.

Virus untuk bisa menemukan hostnya akan secara acak, namun tidak semua host dapat dia singgahi. Syarat agar dia bisa hidup di hostnya adalah ujung protein pembungkusnya harus bisa nempel dengan reseptor yang ada diujung sela. Ibaratnya dia mirip dengan colokan dan steker listrik. Virus akan dapat masuk asal model colokanya sama dengan inangnya. Jika tidak sama, jangan harap virus itu bisa menginfeksi. Contohnya kita tidak adak tertular virus tumbuhan karena ujung proteinnya berbeda dengan ujung reseptor pada sel kita, sehingga kita aman.

virus 6
Ujung reseptor sel host warna hijau dan ujung protein virus warna biru. Harus pas, jika tidak maka tidak akan menempel dan masuk.
virus 8
Virus akan menempel di sel jika memiliki kesamaan antara ujung reseptor sel host dan ujung protein virus.
virus 9
Jika kedua ujung reseptor dan protein tidak sama, makan tidak akan menempel.

Apakah kita boleh berlega hati jika tidak ada kesamaan reseptor. Jangan salah, virus juga mahluk yang tidak ingin mati konyal. Virus akan terus berupaya agar bagaimana caranya mendapatkan host. Virus akan terus berevolusi dan bermutasi untuk memerbaiki ujung proteinnya agar pas dengan reseptor punya host.

virus 91
Virus yang berevolusi atau bermutasi agar bisa menempel pada ujung reseptor.

Lantas bagaimana kelanjutannya jika virus berhasil menempel di ujung reseptor host. Begini, ceritanya. Sel itu butuh makan. Ujung reseptor itu mirip tangannya sel, nah kali ini dia ketipu dan sedang apes. Dia kira memegang protein, dan memang protein lalu dia tarik lalu dimakan namanya endositosis (sel makan). Sel baru sadar ternyata di proteinnya nyangkut barang lain, yakni badan virus.

Virus yang sudah dimakan sel, kemudian akan mengeluarkan RNA-nya tanpa sepengetuhan sel. Nah di dalam sel terdapat organ yang namanya ribosom yang bertugas untuk mencetak protein sesuai dengan pesenannya lewat MRNA (messenger RNA). Nah kali ini yang diproduksi bukan RNA sel tapi RNA-nya virus. RNA virus akan ditranskripsi atau dibaca dan diterjemahan oleh MRA lalu dicetak atau ditranslasi. Hasil cetakan RNA ini bisa banyak, konon 100 – 300 cetakan. Yang terjadi dari cetakan tersebut akan jadi virus-virus baru, dan setelah jadi makan pecahlah sel dan mengeluarkan ratusan virus.

Virus 92
Proses replikasi atau perbanyakan virus di dalam sel.

Lantas apa yang terjadi saat ini berkaitan dengan covid-19 atau korona virus dan bagaimana orang bisa sakit.. Corona virus menyerang saluran pernafasa yang mulai tenggorokan sampai paru-paru dan jalan masuknya bisa telinga, hidung, mata, dan mulut. Kenapa saluran pernafasan, inilah spesifiknya virus karena ujung protein dapat menempel pada ujung reseptor di saluran pernafasan.

Lantas apa yang terjadi jika sampai terinfeksi. Yang pertama terjadi adalah tubuh akan meresepon benda asing tersebut. Ditandai dengan peradangan lalu berlanjut pada demam. Radang adalah respon rusaknya sel, dan demam adalah upaya tubuh untuk memroduksi anti bodi.  Lantas kadang ada yang bilang, kenapa yang terinfeksi bisa gagal nafas. Karena saluran nafasnya mengalami radang, kemudian tubuh mengeluarkan selaput lendir yang fungsi sebenarnya buat nangkap itu virus dan membuangnya. Nah jika semua itu terjadi di paru-paru, maka fatalah. Paru-paru alveoli yang bertugas menjadi sirkuulasi udara menjadi meradang, tertutupi lendir, dan tidak elastis lagi maka disebutlah dengan pneumonia. Saatnya penderitan dibantu dengan ventilator.

Apakah virus bisa dijinakan dan ditangkal, bisa yakni dengan vaksin atau tubuh membentuk antibodinya sendiri. Secara alami tubuh bisa membuat penangkal virus yakni dengan membuat antibodi yakni ditandi deman. Namun apakah secara buatan bisa, tentu saja bisa. Virus akan ditangkap, dijinakan dan dilihat ujung proteinnya. Nah ujung protein ini yang akan dipelajari, Virus yang sudah lemah dan tidak berdaya akan disuntukan lalu tubuh akan membuat antibodinya. Nah antibodi itu prinsipnya ngakali agar supaya virus tidak menempel, ada mekanisme demikian ada juga yang menghasilkan senyawa yang dapat merusak virus tersebut. senjata antibodi itu akan tersimpan dalam memori sel buat nendang agar jika virus yang sama bisa ditolak agar tidak ketarik masuk dalam sel atau langsung dibinasakan.

virus 95 copy
Cara kerja vaksin.

Sebagai penutup, pembuatan antibodi itu butuh energi dan bahan-bahan pendukung, Tubuh harus diberi asupan makanan yang bergizi, bervitamin, dan istirahat total karena tubuh sedang bekerja dari dalam. Makanya kala demam, istirahat total; minum vitamin, makan yang bergizi dab berpikir positif buatlah hati gembira.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s