Datsun Risers Expedition Etape 2

IMG_0183

“Hey… kampret…” terdengar teriakan dari balik jajaran mobil-mobil yang terparkir rapi. Sebelumnya belum pernah bertemu, tetapi sudah 5 atau 6 tahun saling mengenal lewat dunia nirkabel. Hanya dengan panggilan dengan sebutan kelelawar buah saya langsung memahami siapa yang memanggil saya. Seorang fotografer, penulis yang malang melintang di majalah dan surat kabar. Datsun Risers Expedition mempertemukan kita.

Sebuah penerbangan yang unik, sebab untuk menuju Balikpapan harus menuju Jakarta dulu jika berangkat dari Semarang. Total hampir 3 jam berada di Udara dan seharian menunggu datang dan tibanya pesawat. Tepat pukul 16.55 WITA pesawat mendarat mulus di Bandara Sepinggan Balikpapan, yang kesannya seperti mendarat di atas air. Memasuki bandara yang mirip dengan pusat perbelanjaan, langsung disambut dengan burung Rangkong (Buceros sp) dan Orangutan (Simia pygmaeus). 2 satwa ikonik asal Kalimantan yang semakin rentan karena terjadi perubahan lingkungan.

IMG_0204

Malam ini, saya orang beruntung karena diberangkatkan oleh panitia satu hari lebih cepat. Ada waktu seharian untuk mengembalikan kondisi badan, namun sepertinya itu mustahil. Ajakan Yoyon yang baru 12 semester baru bisa dijumpai tidak bisa saya tampik. Malam itu disebuat kafe kembali saya dipertemukan dengan para tukang putar lensa dan pemencet tombol rana dari Balikpapan. Usia tak menghalangi mereka untuk terus melukis keindahan alam Kalimantan. Mendengar kisah-kisah mereka kadang saya merasa malu tentang bagaimana total dalam renjana dibali kesibukan mereka.

Malam pun larut dan fajar berganti, tidur seperti hanya membiarkan mata tertutup namun pikiran terus menerawang. Pagi yang cerah menghangatkan Balikpapan yang lama-kelamaan terasa betapa gerahnya kota di Timur Kalimantan ini.

Waktunya tiba, sebanyak 15 risers akan menjelajah Kalimantan Timur hingga Selatan. Sebanyak 14 unit kendaraan akan berpacu melintasi medan Kalimantan yang konon kata panitia etape ini adalah jalan yang terberat. Datsun Go, salah satu mobil mungil akan kami tumpangi untuk mengiris tepian timur Kalimantan. Berangkat dari dealer Nissan Gunung Mulia Balik Papan menuju Penajam. Aspal mulus dengan beberapa tanjakan dan turunan mudah untuk dilalui. 2 jam perjalanan akhirnya kapal sudah memasuki kapal ferry yang akan menyebrangkan dengan membelah sungai Mahakam. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk melintasi sungai ini, padahal dengan speed boat cukup 15 menit atau dengan kelotok 15 menit.

Setiba di pelabuhan Penajam Datsun Go+ panca, kembali kami geber menuju kabupaten Paser Selatan. Jalan mulus kadang di beberapa titik ada kerusakan tidak menjadi masalah buat mobil jenis city car ini. Hujan lebat sempat menjadi hadiah buat kami sebagai ucapan selamat datang Kalimantan yang sebenarnya. Usai makan sore kami kembali menginjak gas untuk menuju Gunung Rambutan. Kali ini jalan benar-benar hanjur. Genangan-genangan air di sepanjang jalan acapkali menjadi jebakan buat roda-roda kecil Datsun-Go. Bisa dibayangkan sebuah mobil yang seharusnya jalan di aspal mulus perkotaan tetiba harus berjalan dimedan semi offroad kalimantan. Truk-truk besar bermuatan kelapa sawit menjadi teman perjalanan kami sepanjang jalan yang rusak parah.

Dari perjalanan ini, saya mendapat nila-nilai yang luar biasa. Melintasi jalan di pedalaman kalimantan yang jauh dari peradaban, mungkin membuat kami harus ektra hati-hati. Saling menjaga satu sama lain saat di jalan begitu juga dengan kendaraan kelas berat yang berpapasan dengan kami. Truk-truk besar banyak yang mengalah dan memberi jalan kepada kami buat para kurcaci-kurcaci yang nekat melintasi jalan mereka, sebab tidak ada pilihan lain. Saling menjaga dan menghormati sepanjang jalan menjadi konsensus bersama demi sebuah keselamatan. Benar-benar manner yang luar biasa, jarang etikan dijalan ini ditemukan di kota-kota besar.

Gunung Rambutan sebuah puncak bukit dengan jalan berkelok yang menjadi satu-satunya jalan menuju Kalimantan Selatan. “selamat datang di PUSKESMAS, pusat kesenangan mas-mas” kata road kapten kami yang jalan paling depan. Seperti hal-halnya daerah lain, selalu saja ada daerah merah. Lokalisasi prostitusi berada ditengah-tengah hutan belantara dan menjadi tempat favorit parkir truk-truk besar..

IMG_0227

Menuruni bukit rambutan kami sempat mendapat pemandangan berupa air terjun kecil. Jika lokasi ini ditengah kota atau mudah dijangkau maka dijamin pengunjung akan membludak. Miris, tempat indah ini begitu lengang dan kami pun hanya melenggang. Kembali kami diuji dengan melitasi jalan yang jauh lebih parah dari sebelumnya. Kali ini jalan tidak lagi berlubang, tetapi ada yang longsor atau pun miring. Beberapa dari kami kadang terjebak ditanjakan karena tidak mendapatkan momentum perpindahan menuju gigi rendah. Jarak aman yang selalu jaga menyelamatkan kami dari mobil-mobil yang terpaksa berhenti lalu sesaat mundur atau terselib. Untuk ukuran mobil kota-kota, Datsun Go+ panca sanggup melewati medan kelas truk besar.

IMG_0234

Setelah hampir 10 jam mengemudi akhirnya kami sampai di Tanah Grogot. Ini adalah perbatasan Kalsel dan Kaltim. Usai perbatasan jalan ini, jalan terasa penuh bedak karena begitu halus dan mulus tanpa bergelombang walau ada beberapa jerawat dibeberapa titik. Mobil benar dipacu habis-habisan di sisa-sisa tenaga kami yang sudah menempuh 304 km. Tanjung Tambalong, kami tempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan diguyur hujan. .

Tanjung Tambalong sebuah kota kecil kembali saya bertemu dengan juru foto yang setahun lalu berkelana bersama di Minahasa-Sulawesi Utara. Lewat pesan singkat kami bertemu di hotel tempat kami menginap. Mas Yudi sudah lebih dari 1 jam menunggu dan akhirnya kita ketemu. Tidak menyangka saya bertemu dengan teman lama yang satu belum pernah jumpa, dan satunya tak dinyana berjumpa, Datsun Risers Expedition Mempertemukan kiat di Puskesmas dan Jamkesmas (Jaminan Kesenangan mas-mas) senang motret.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s