Gula Merah yang Manis Merakah

IMG_5950

Entah apa rasanya kecap tanpa gula merah, dawet ayu tanpa gula kelapa, atau kolak tanpa gula jawa. Lidah pasti akan merasa janggal karena ada rasa, aroma, dan warna yang hilang. Bagaimana jika peran gula merah digantikan gula pasir atau gula putih, inilah salah satu istimewanya gula dari hasil sadapan dari tumbuhan palem-paleman. Tetes demi tetes di tampang dalam bumbung, setiap pagi dan sore dengan lincah penyadap naik turun pohon yang menjulang tinggi. Sang istri dengan setia menanti cairan manis, yang kemudian akan dimasak menjadi gula yang legit dan nikmat.

Hampir semua keluarga Arecacea bisa disadap untuk diambil niranya. Kuncup bunga yang belum mekar akan ditoreh atau dilukai yang kemudian akan meneteskan cairan manis seperti madu. Kelapa (Cocos nucifera), Enau/Aren (Arenga pinnata), Lontar/Siwalan (Borassus flabellifer) adalah 3 spesies yang familiar disadap air niranya. Beragam daerah menyebut air nira dengan sebutan yang berbeda. di Jawa dikenal dengan istilah legen, yang berasal dari kata legi yang artinya manis. Di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua mengenal nira dengan sebutan saguer.

Penyebutan untuk gula hasil olahan untuk masing-masing daerah juga berbeda, seperti; gula jawa, gula merah, gula kelapa, gula lontar, gula lempeng dan lain sebagainya. Namun, yang familiar adalah dengan palm sugar atau gula merah, karena warnanya yang merah kecokelatan.

Gula merah memiliki citarasa yang khas. Dalam manisnya ada rasa gurih, seperti aromanya minyak. Rasa manisnya begitu legit tanpa menimbulkan rasa serak di krongkongan, begitu juga dengan aromonya yang menimbulkan sensasi sedap. Sampai saat ini belum banyak dijumpai sintetis dari gula pasir yang dibuat dari bahan kimia. Berbeda dengan dengan pemanis buatan seperti sakarin, yang dijadikan sebagai pengganti gula pasir atau gula tebu.

Gula merah adalah produk dari perdagangan antar negara pada jaman dahulu. Awalnya bahan pemanis hanya berasal dari madu dan kurma yang dikenal di Timur Tengah. Bahan pemanis kemudian beralih ke tebu yang dikenal di India pada abak ke 5 sebelum masehi. Di Tiongkok pada tahun 599-649 saat kaisar Taizong dari dinas Tang mulai mengembangkan gula merah, lalu menyebar ke penjuru asia lewat jalur perdagangan.

Tanaman kelapa yang tersebar di pelosok nusantara menjadi potensi dalam produksi gula merah. Indonesia memiliki 3 spesies tumbuhan yang bisa disadap dan semuanya bisa tumbuh subur. Jika dicermati, gula merah memiliki potensi ekonomi yang menjajikan. Suatu saat saya melancong di Poso-Sulawesi tengah. Dalam sehari penyadap nira bisa menghasilan uang dari menjual gula merah 200-400 ribu rupiah dan menjadi keuntungan bersih. Di Nusa Tenggara 1 lempeng gula merah dihargai 1.000 rupiah, dalam sehari bisa 500 lempeng dihasilkan. Gula merah tidak mengenal waktu dan musim, setiap saat bisa disadap, sehingga tetap menjanjikan.

Saya membayangkan, ada sebagian orang yang mengandalkan gula merah sebagai sumber kehidupan. Ada juga indutri yang tetap memanfaatkan gula merah sebagai bahan baku utama dan tidak tergantikan. Bagaimana bila suatu saat, gula merah bernasib sama dengan gula pasir yang sudah ada penggatinya yakni gula sintesis. Ada gula merah yang memiliki rasa, warna, dan aroma tetapi sintetik, apakah bisa yang pasti bisa dan tinggal tunggu saatnya saja.

4 thoughts on “Gula Merah yang Manis Merakah

  1. Gula aren…
    aku jik bingung membedakan mana yang gula aren dan mana yang gula kelapa mas dev
    tolong berikan pencerahan.
    secara fisik aku suka sing bentuke bundar seperti koin karambol, tapi lebih tebal

    • rasa dan aroma mas… beli aja gula kelapa dan aren.. latih panca indera kita merasakan. bar kui dolan neng pasar… gulane bakule didilati siji siji.. iku carane hehehe, sangu obat merah dan tensoplas sing akeh ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s