Gout Arthriris yang Makin Eksis

ga6

Raut wajahnya yang sudah pucat gegara melihat jarum suntik menjadi semakin puncat manakala tidak jadi diambil darahnya kerena listrik padam. Paranis Suba 65th adalah salah satu penderita gout arthritis akut. Lelaki yang masih membujang ini aktivitas serba terbatas karena penyakit yang memang membatasi pergerakan. 3ml darahnya dirasa cukup untuk memberikan informasi kesehatannya, maka dengan senter ponsel bisa digunakan untuk menerangi pengambilan sampel darah. Konon katanya senternya raib entah kemana gegara demam batu akik.

Pernah merasakan ngilu atau nyeri pada persendian tubuh terutama di kaki dan tangan ?. Jika iya harus waspada sejak dini dengan gejala tersebut. Salah satu yang wajib menjadi tersangka adalah Gout Arthriris/GA atau orang awam menyabutnya dengan penyakit asam urat. Penyakit ini hampir dengan mudah ditemui terutama pada orang dewasa dan lansia. Penyakit yang sudah tidak asing lagi, tetapi kadang sangat asing apa yang menjadi penyebab atau pemicunya.

Di Sulawesi Tengah, padah tahun 2007 pasien yang berobat di puskesmas atau rumah sakit menurut data 30% adalah berpenyakit GA. Jumlah yang mencengangkan jika dilihat dari distribusi penyakit. Angka 30% itu adalah yang tercatat dan terdata saja, sedangkan sisanya pasti jauh lebih banyak. Bisa dibayangkan jika sepertiga adalah penyakit persendian, maka sebanyak itulah banyak yang mobilitasnya terganggu.

GA secara sederhana bisa diartikan sebagai terganggunya pergerakan di persendian tubuh karena adanya penumpukan kristal asam urat. Asam urat sendiri adalah hasil sintesis dari protein yang banyak mengandung purin. Secara normal, manusia memiliki kandungan asam urat dalam tubuh dan diperlukan dalam metabolisme tubuh. Namun, jika berlebihan atau melebihi ambang batas 5,7mg/dl maka asam akan menimbulkan gangguan kesehatan.

Asam urat yang dihasilkan oleh tubuh jika tidak tereksresikan dan terbuang lewat ginjal akan menumpuk menjadi kristal-kristal di persendian tubuh. Faktor penyebabnya menumpuknya asam urat antara lain; kurang berfungsinya ginjal, mangonsumsi makananan yang banyak mengandung purin, gula buah/fruktosa dan alkohol. Ginjal sebagai mesin pembuangan sisa metabolisme tubuh berperan penting dalam membuang sampah-sampah tubuh lewat air seni. Jika fungsinya berkurang maka racun-racun akan menumpuk dan salah satunya adalah asam urat.

Minumal alkohol akan menjadi pemicu penumpukan asam urat dalam darah. Pengubahan alkohol menjadi asam laktat akan menghambat kinerja tubuh dalam mengonversi asam urat, inilah yang menjadi pemicu penumpukan asam urat. Begitu juga dengan fruktosa pada bebuahan. Lebih parah lagi adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan purin, seperti; jeroan, daging merah, makanan laut dan bebijian karena kandungan asam uratnya tinggi jika dikonversi oleh tubuh.

Penyakit asam urat bisa dikatakan adalah penyakit bawaan atau genetis dan bisa menurun ke generasi berikutnya. Jika urusan dengan gen mau tidak mau adalah suratan takdir kehidupan. Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, tetapi alangkah baiknya adalah mencegah. Menjaga pola hidup sehat dengan menyayangi dan menjaga kondisi tubuh adalah yang jalan yang terbaik. Jika sala satu atau kedua orang tua menderita GA maka alangkah baiknya menghindari apa yang menjadi pemicu penumpukan asam urat.

Orang Sulawesi banyak yang memiliki riwayat GA, sehingga banyak generasi sekarang yang mengeluh sakit persendian. Budaya pesta makan daging dan minum-minuman alkohol bisa menjadi pemicu utama asam urat berlebih dalam tubuh. Saat penelitian di Poso-Sulawesi Tengah begitu banyak penderita asam urat dan begitu masif. Kebiasaan mereka minum-minuman keras seperti saguer/tuak atau yang lebih tinggi alkoholnya yang diberi nama cap tikus menjadi salah satu pemicu. Dalam kurun waktu tertentu budaya pesta; pernikahan, ucapan sukur, ulang tahun, dan lain sebagainya akan menyajikan hidangan serba daging dan menjadi pemicu melonjaknya asam urat.

Dalam kondisi normal, angka 3,5-5,7 mg/dl adalah kandungan asam urat normal dalam tubuh. Dalam pemeriksaan kesehatan rerata kandungan asam urat di atas angka 9 dan mereka nampak biasa saja. Namun pada saat-saat tertentu nyaris mereka tidak bisa bergerak karena nyeri di persendian. Namun anehnya kebiasaan masyarakat di sini kadang tak mempedulikan apa yang menjadi pemicu peningkatan dan akumulasi asam urat dalam tubuh.

Paranis Suba yang bagian-bagian persendian kakinya sudah bengkak karena kristal asam urat, masih saja mengonsumsi saguer dan daging. Begitu juga dengan penderita lain jika sudah pesiar bapesta (bertandang di tempat pesta) pasti akan melahap semua apa yang dihidangkan. Akibat yang muncul hanya dirasa saja, jika tidak kuat datang ke Puskesmas minta obat, jika sudah baikan makan kembali seperti adat biasanya. Walaupun asam urat kadang membuat laknat, tetapi tetapi dilidah kadang masih terasa nikmat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s