Rona Senja Rawa Pening

4

Perahu yang sarat muatan perlahan-lahan membelah rimbunya Eichornia crassipes. Tanpa lunas, perahu ini Nampak terseok-seoak di sela-sela stolon dan mesin yang semula menjadi pendorong kini berubah mirip pemotong rumput. Serpihan-serpihan daun dan tangkai daun Eceng Gondok berhamburan saat baling-baling berputar lalu mencincangnya. Sesaat kami hanya terdiam sambil mencari dimana sela-sela yang bisa membuat kami bisa keluar dari kepungan Bengok yang menjebak. Gelap pun datang dan kami masih terombang-ambing di sudut rawa, akhirnya menjadi kisah terjebak di savana eceng gondok.

Pak Kaki yang sore itu hendak pulang setelah seharian memancing ikan di danau Pening, terpaksa mengurungkan niatnya gegara kedatangan kami. Dia kembali meletakan jorannya yang sudah diringkasi lalu menitipkan ke sebuah warung, Kali ini pak Kaki akan membawa kami menjelajah sudut-sudut Rawa Pening, Danau alam ini.

Dahulu, Rawa Pening terbentuk karena aktivitas letusan vulkanik yang mengalirkan lava basalt lalu menyumbat aliran Sungai Pening di daerah Tuntang. Lambat laun lembah di sekitar Sungai Pening menjadi terendam air dan semakin luas area tampungan air. Pada tahun 1912-1916 Rawa Pening menjadi danau semi alami, karena ada campur tangan manusia dengan cara menutup aliran sungai Tuntang. Akibat dari penutupan sungai Tuntang, maka luas permukaan danau semakin bertambah yakni pada tahun 1936. Luas permukaan Rawa Pening saat musim hujan atau maksimal 2.667Ha dan dan pada musim kering turun menjadi 1.660Ha.

Hingga saat ini Rawa Pening sepertinya semakin pening memikirkan kualitasnya yang semakin menurun. Ledakan populasi Eceng Gondok semakin tidak terkendali karena banar-benar sudah melebihi ambang batas. Konon menurut citra satelit, luas permukaan rawa pening yang terlihat hanya 25%, sedang sisanya adalah Eceng Gondok. Beragam cara digunakan untuk mengendalikan populasi gulma air ini.

Selain Eceng Gondok, ada juga gulma air yang ikut meramainkan perairan Rawa Pening. Ganggeng Rante (Hydrilla verticillata) dan Sawi Air (Salvinia cucculata) menambah daftar beban Rawa Pening. Ganggeng Rantai yang tumbuh di kedalaman hingga 4m tumbuh vertikal dari dasar periaran hingga permukaan. Salvinia hidup mengapung seperti Eceng Gondong. Ketiga flora ini menjadi momok utama dari perairan ini karena populasinya yang tidak terkendali.

Setiap hari para penduduk yang bermukin di sekitar Rawa Pening mengambil tangkai daun Eceng Gondok. Namun, berkurangnya tangkai daun ini tetap saja meninggalkan masalah berupa sedimentasi dari daun dan tongkolnya. Persoalan semakin bertambah dengan adanya pendangkalan perairan gegara Eceng Gondok yang sudah mati dan membusuk. Carut marut pencemarn juga menambah daftar kepeningan danau vulkanik ini, karena beragam jenis sampah dari 9 sungai yang masuk ke rawa menambah beban si Pening.

Lain kisah dengan nelayan Rawa Pening yang menurut cerita jumlahnya hampir 2.000 orang. Setiap hari rawa ini penung dengan nelayan untuk mengadu nasib mencari peruntungan. Beragam cara digunakan untuk mendulang ikan. Ada yang dengan memancing, mbranjang, menjala, nggogoh hingga dengan karamba. Selain ikan, ada juga yang mengais rejeki dengan mengambil hewan bercangkang. Bivalvia atau tiram air tawar didapat dengan mencari di dasar perairan. Hean lunak ini ada yang dikonsumsi, tetapi ada juga yang memanfaatkannya untuk campuran pakan bebek.

Sangat menyenangkan senja ini bisa mengulik dan mengaduk-aduk Rawa Pening. Sebenarnya jika mendapatkan waktu yang tempat, Rawa Pening adalah tempat yang indah. Permukaan airnya yang tenang bisa memantulkan bayangan bukit dan gunung di selatan danau. Gunung Merbabu menjulang tinggi, di depannya ada Gunung Telomoyo, Gajah Mungkur dan Kendil. Gunung-gunung ini duduk bersandingan dan terlihat mesra bayangannya . Menjelang senja akan semakin cantik bak renjana Rama dan Dewi Shinta.

Saat sang surya masuk dalam peraduannya di balik si kembar Sumbing dan Sindoro cahaya langit semakin merona. Temaram cahaya senja membuat manja gunung Ungaran yang berselimut tipis sembari mengibaskan kabut di punggung Kendali Sodo. Semilir angin membelai lembut permukaan air dan menimbulkan riak-riak air yang nampak malu-malu bergerak. Dari jauh di tepian rawa terdengar kumandan adzam maghrib yang menjadi penanda pergantian siang ke malam.

Air yang tenang konon menghanyutkan, tetapi kali ini perahu yang sarat muatan tak bisa bergerak kemana-mana. Perahu kecil yang dibebani 5 penumpang kali ini hanya bisa oleng ke kanan dan ke kiri karena terjebak di padang Eceng Gondok. Hari mulai gelap dan orientasi kemana kami akan melabuhkan perahu semakin susah menentukan arah tujuan. Kerlap-kerlip lampu dari menara transmisi telepon seluler menjadi suar bagi para nelayan yang hendak merapat ke Sumurup, yakni tempat kami berlabuh.

Perlahan kami menyibak-nyibak bengok yang mirip rambut gimbal untuk membuka jalan. Setelah sekian lama berjuang maka sampailah kami di jalur aliran air utama untuk menuju Sumurup. Senja ini semakin indah dengan golden sunset yang menghiasi langit barat dan menyemburkan segaris cahaya di sisi timur. Rawa Pening memberikan senandung dengan skyscape yang merona. Selamat malam Baru Klinting.

VIDEO ADA DI SINI

14 thoughts on “Rona Senja Rawa Pening

  1. DIlematis bener ya masalah Rawa Pening ini. Memang benar-benar membuat Pening. Apa lokasi ini harus diisolasi dari aktivitas manusia untuk beberapa puluh tahun sekaligus disterilkan dari eceng gondok agar kelestariannya kembali terjaga ya?

  2. Bikin aturan wae, siapa yg berani mendekat ke rawa pening bakal masuk penjara kecuali pas ada pembersihan eceng gondok secara menyeluruh. Ngawur ya? Hahaha, tapi ketika kondisinya sudah darurat (banget) langkah tegas memang mesti diambil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s