Becak, Sejarahmu Hingga Saat Ini

Becak di Wamena

Babi dan Becak berkeliaran di Wamena

Pertama kali menginjakan kaki di pegunungan tengah Papua saya terkejut ada pace-pace mengayuh becak, Dalam pikiran saya, becak hanya ada di jawa, tetapi ditengah-tengan Papua ada banyak sekali becak. Akhrinya saya berpindah ke Palawan di Filipina, di sana juga terdapat becak. Moda transportasi yang telah merakyat ini ternyata dapat mudah ditemui disetiap kaki melangkah, namun masing-masing tempat memiliki keunikan tersendiri tentang kisah becaknya,

Becak sebuah moda transportasi tradisional yang sangat familiar di asia. Berasal dari kata be chia yang artinya kereta kuda, maka becak mengalami perkembangan yang pesat. Di Jepang becak dikenal dengan sebutan jinrikisha, yang cara menggunakannya dengan cara di tarik. Tahun 1800 jinrikisha dikenal oleh masyarakat tiong hoa yang menyebutnya dengan rickshaw. Pada tahun 1941 becak mulai masuk Indonesia dengan bentuk yang modern seperti saat ini kita lihat.

Raja jalanan di Papua, karena sepi.

Raja jalanan di Papua, karena sepi.

Meskipun banyak pro dan kontra terhadap becak yang dikambing hitamkan sebagai biang kemacetan, tetapi kendaraan roda 3 ini masih eksis diseluruh pelosok Indonesia. Di Wemana saya menemukan becak-becak yang mungkin paling mahal harganya, Becak-becak di sini konon katanya didatangkan dari Surabaya menggunakan kapal laut dan berlabuh di Jayapura, Dari ibu kota Papua, becak diangkut ke bandara Sentani dan diterbangkan selama 1 jam menuju Wamena. Semua yang ada di Wamena diterbangkan dengan menggunakan pesawat, karena medan darat terlalu sulit dan biayanya jauh lebih mahal,

Mungkin terlihat asing bagi kita yang tinggak di Jawa melihat sesosok berkulit hitam legam, tubuh kekar, rambut kribo menarik becak, Pertama saya kesana, melihat pace-pace menarik bercak jadi terkesan geli sendiri karena memang asing bagi saya. Sesekali ingin merasakan naik becak juga disana. AKhirnya niat itu saya urungkan begitu melihat kaki-kaki kekar itu mengayuh pedal becak dan menghasilkan putaran roda yang kencang, Lebih baik saya jalan kaki saja daripada keringat dingin naik becak yang super kencang dan tarif yang selangit. Naik becak, serasa naik pesawat hercules.

Lain kisah saat berkunjung ke daerah Jawa Timur. Entah Jombang atau Mojokerto saya sedikit lupa, tetapi yang saya ingat adalah becak-becaknya yang unik. Di sana becaknya sudah bermesin, tetapi bukan modifikasi dari mesin sepeda motor. Becak-becak bermesin ini menggunakan mesin penggiling padi, atau biasa disebut mesin selep, Memanfaatkan putaran mesin, kemudian dipindahkan dalam roda bergerigi untuk menggerakan rantai becak dan berputarlah roda-roda becaknya, Mesin penggiling padi yang tanpa ada gigi, tetapi hanya mengandalkan tuas gas saja layaknya motor matic,

Taxicle, becaknya Filipina.

Taxicle, becaknya Filipina.

Cerita unik becak berlanjut saat berkunjung ke daerah Sumatra, di sana dikenal denga bentor yakni becak bermotor. Model bentornya unik juga jika melihat kabin penumpang karena berada disampung pengemudi. di Medan atau Padang mungkin biasa menaiki bentor karena cukup nyaman dan aman menurut saya. Namun, saat saya hendak mencoba naik taxicle yakni bentornya Filipina, tepatnya di Puerto Princesa-Palawan saya jadi ngeri dan merinding saat melihat saat ngebut dan adu cepat. Taxicle memiliki kabin di samping kanan, terbalik dengan di Indonesia dan bisa dinaiki lebih dari 5 penumpang, bahkan ada yang bisa naik dibelakang kabin.

Bentor, becak ala Manado.

Bentor, becak ala Manado.

Akhirnya kaki ini menginjakan kaki di Sulawesi Utara. Becak-becak di sini digerakan dengan menggunakan dorongan sepeda motor. Bentor di sini bisa mengangkut hingga 5 orang, yakni 3 orang di kabin  becak dan 2 orang berboncengan di jok sepeda motor pengemudi becak. Teman saya yang tinggan di Sumbawa mengatakan becak ini dengan odong-odong, yang akan berbeda makna dengan mereka yang tinggal di Jakarta. Lain ladang lian ilalang, lain tempat lain pula kisah becaknya. Saat becak-becak di Jakarta sudah menghuni dasar lautan, di daerah-daerah lain mesih menunjukan sisi jayanya melenggang bebas dijalan raya.

3 thoughts on “Becak, Sejarahmu Hingga Saat Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s