Evolusi Tak Selamanya Saling Makan Dimakan

coevo2

Hukum rimba mengatakan, siapa yang kuat dialah yang menang. Hukum alam menyebutkan, siapa yang bisa beradaptasi dialaha yang akan bertahan. Hukum rimba, hukum alam tidak lepas dari konteks evolusi yakni perubahan individu baik secara genetik maupun fisik agar tetap bisa bertahan hidup. Kebanyakan, evolusi hanya berbicara persaingan tentang siapa yang bertahan hidup dan siapa yang mati hingga terjadi kepunahan. Jarang mendengar evolusi itu berbicara organisme yang hidup selaras satu dengan yang lain, tanpa saling memakan atau dimakan. Sepertinya tidak mungkin evolusi tanpa ada persaingan hidup dan mati, hingga menguasai, namun tetap ada kebalikanya yakni evolusi bersama.

Banyak fenomena dalam keseharian adalah produk dari evolusi bersama atau koevolusi. Siapa menyangka dalam kulit pohon yang lapuk terdapat sebuah keajaiban dari yang namanya evolusi selama ribuan bahkan jutaan tahun. Siapa yang tersadar saat melihat pohon awar-awar yang buahnya bulat dan bergetah ada mahluk hidup yang telah menjalin hubungan baik ribuan tahun silam.

Koevolusi atau evolusi bersama adalah proses evolusi yang melibatkan 2 individu atau lebih yang memiliki tujuan yang sama agar tetap bertahan hidup, namun dari hubungan tersebut tidak ada hukum alam yang saling memakan atau dimakan. Koevolusi menjadi contoh hubungan antar mahluk hidup yang berbeda dan saling sinergis tanpa ada sifat antagonis. Yang menarik dari koevolusi adalah adanya ketergantungan hidup satu sama dengan yang lain.

1430812638468829240

Buah awar-awar (Ficus septica) menjadi media pembelajaran evolusi (dok.pri).

Untuk membuktikan, cobalah bermain di semak-semak dekat pinggiran sungai. Temukan pohon awar-awar (Ficus septica) yang sedang berbuah. Awar-awar yang masih satu keluarga dengan beringin (Moraceae) menyediakan buahnya bagi serangga ordo Hymenoptera – Agaonidae. Induk serangga akan menaruh telur-telur pada bakal bunga dan membantu penyerbukan. Bungan yang terserbuki akan menjadi bakal buah yang nantinya akan menjadi rumah bagi serangga dari larva hingga dewasa dan siap untuk terbang. Keuntungan dari awar-awar adalah terserbuki sehingga menghasilkan buah dan bisa berkembang biak, sedangkan bagi serangga mendapatkan tempat tinggal, dan tidak ada yang dirugikan.

Contoh yang lain adalah hubungan lumut kerak/lichens yang biasa ditemukan di kulit pohon lapuk. Ada fenomena evolusi bersama, manakala lumut kerak, bersimbiosis dengan jamur basidiomycetes, alga dan bakteri. Ada 4 individu dalam satu koloni yang saling mendukung satu sama lain, dan jika tidak ada salah satu maka selesai sudah hidup mereka. Jamur bertugas menyediakan tempat hidup bagi mereka, kompensasinya dia mendapatkan makanan dari hasil perombakan yang dilakukan oleh bakteri. Alga bertugas berfoto sintesis karena memiliki zat hijau daun dan menyediakan makanan. Lumut kerak berperan dalam merombak material organik yang dibutuhkan individu lain. Bakteri berperan dalam menangkap sumber nitrogen yang bisa digunakan oleh alga dan lichens dalam metabolisme. Mereka tidak saling makan satu dengan yang lainya, tetapi saling tergantung dalam upaya hidup bersama.

Coevolusi menjadi contoh bagaimana seharusnya bersinergi dengan alam. Hukum alam tetap mengacu pada jejaring dan rantai makanan, kerena merupakan daur materi dan energi. Setikdanya jika ingin tetap eksis dalam menjalani kehidupan belajarlah pada awar-awar dan Agaonidae, mereka berevolusi bersama dan hidup bersama sampai selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s