Siapa Nenek Moyangmu, Ada Jawabnya di Sangiran

Dioaram yang menggambarkan kehidupan manusia purba. Diorama ini ada di klaster Dayu (dok.pri).

Dioaram yang menggambarkan kehidupan manusia purba. Diorama ini ada di klaster Dayu (dok.pri).

nenek moyangku seorang pelaut, gemar mangarungi luas samudra..” sebuah penggalan lagu anak-anak yang hingga kini masih biasa dinyanyikan. Mungkin bagi anak-anak, sangat susah dijelaskan siapa nenek moyangnya, dari mana, dan mengapa disebut sebagai seorang pelaut. Apakah anak-anak akan yakin jika nenek moyang benar-benar seorang pelaut, atau jangan-jangan hanyalah seorang pengembara yang jalan kaki ribuan kilometer. Sebuah pertanyaan yang susah dijawab, bahkan dibayangkan, tetapi jika kita pergi ke museum Sangiran, akan dapat mudah dan sederhana dijelaskan siapa nenek moyang kita sebernarnya. Apakah seorang pelaut, petani, atau serdadu..?

Pintu gerbang museum sangiran, klaster krikilan (dok.pri).

Pintu gerbang museum sangiran, klaster krikilan (dok.pri).

Banyak anggapan, berkunjung ke sebuah museum cukup sekali seumur hidup. Museum dibangun sebenarnya bukan tempat untuk berwisata, kalaupun berwisata itupun wisata minat khusus. Jika ada yang berwisata, mungkin lebih tepat jika dikatan sekali saja seumur hidup. Bagi mereka yang memiliki minat khusus, terlebih yang orientasinya adalah belajar, maka kunjungan ke museum bisa berkali-kali untuk sabuah museum dan betah berlama-lama di dalamnya.

b8

Seorang sedang melihat video interaktif tentang evolusi. Teknologi audio video ini bisa dijumpai di Klaster Bukuran (dok.pri).

Sangiran terkenal dengan museum purbakalanya. Tebakan orang selalu jika masuk dalam museum purbakala, hanya melihat tulang, keranggka dan fosil. Memang benar adanya, dan itu museum sangiran beberapa tahun yang lalu, tetapi sekarang yang kita lihat adalah kecangggihan teknologi. Baru pertama kali ini saya melihat museum yang memamerkan harta karun masa lalu dengan tidak bisa ditafsir dengan angka rupiah. Bentuk penyajianya tak seperti pada museum pada umumnya, tetapi kini sentuhan teknologi benar-benar begitu terara. Ruang pamer kini lebih interaktif dengan layar sentuh, audio video yang jelas, serta tampilang 3 dimensi lewat hologram. Bagi yang benar-benar ingin belajar ini adalah perpustakaan yang paling modern di Indonesia menurut saya.

Para seniman museum dihadirkan untuk memberikan warna lain pada setiap pameranya. Evolusi kontenpores, sambungan besi-besi dibuat mirip kerangka manusia purba untuk menggambarkan proses evolusi, termasuk ada kode sandi untuk mendapatkan informasi dengan cara dipindai (dok.pri).

Para seniman museum dihadirkan untuk memberikan warna lain pada setiap pameranya. Evolusi kontenpores, sambungan besi-besi dibuat mirip kerangka manusia purba untuk menggambarkan proses evolusi, termasuk ada kode sandi untuk mendapatkan informasi dengan cara dipindai (dok.pri).

Sangiran kini memilik 4 museum yang dinamakan klaster. Museum utama yang disebut museum sangiran, berada di krikilan, yang kedua bernama klaster bukuran, yang ketiga klaster dayu dan yang keempat bernama klaster Ngebung. 3 Klaster baru saja diresmikan dan masih gratis untuk masuk dan melihat koleksinya. Museum dengan bangunan megah, sentuhan teknologi canggih, ruangan yang nyaman, dan para pagawai yang ramah soalah berada ditengah-tengah era modern yang dikelilingi nuansa purba kala.

Sebuah spot kadang dilewatkan saat memasuki klaster Krikilan, Ada sebuah informasi bawah tanah yang di injak saat ini berusia 1,8 juta tahun (dok.pri).

Sebuah spot kadang dilewatkan saat memasuki klaster Krikilan, Ada sebuah informasi bawah tanah yang di injak saat ini berusia 1,8 juta tahun (dok.pri).

Masing-masing museum memiliki karakteristinya sendiri-sendiri, dan bisa banyak informasi kita dapatkan. Klaster krikilan adalah yang terbesar dan terlengkap. Klaster ini akan menyajikan banyak informasi tentang awal jagat raya diciptakan hingga perkembangan manusia sampai saat ini. Ketiga klaster sisanya adalah tematik; klaster ngebung akan menceritakan sejarah penemuan situs, klaster bukuran akan bercerita tentang evolusi manusia, dan klaster Dayu akan menceritakan penemuan-penemuan terakhir oleh para ahli. Mungkin dalam satu hari kunjungan ke museum akan banyak mendapat ilmu; geologi, arkeologi, biologi, antropologi, dan lain sebagainya. Di klastes Bukuran, ada layar interaktif yang menjelaskan teknologi kloning dan pengunjung bisa melakukannya di layar sentuh untuk mengkloning tikus hitam dengan tikus putih.

b2

Museum memberikan edukasi dengan cara yang menarik, salah satunya dengan bukti evolusi manusia (dok.pri).

Berbicara tentang kepurbakalaan, pasti akan berbicara tentang evolusi. Pro dan kontra tentang evolusi hingga kini masih berkecamuk di dalam masyarakat. Ada yang tidak percaya dengan evolusi, karena menganut teori penciptaan layaknya dalam ajaran kristen yakni Tuhan menciptakan bumi dan seisinya dalam 6 hari. Di lain sisi ada yang percaya bahwa jagat raya ini terbentuk akibat ledakan dasyat lalu secara pelan-pelan muncul kehidupan. Munculnya teori-teori asal mula kehidupan ini dapat dengan mudah dan dipahami dengan belajar di museum ini, tentunya aspek logika lebih ditekankan. Sisi edukasi dan penalaran menjadi bagian dari museum untuk menjelaskan kapada masyarakat dengan bukti-bukti yang dipajang. Mengetahui sejarah masa lalu adalah hak asasi manusia, dan museum sangiran mencoba menampilkannya, apakah anda ingin berwisata atau belajar, itu sebuah pilihan. Yang pasti nenek moyang kita tidak hanya seorang pelaut, temukan jawabannya di sana, kecuali hari senin kerena libur.

Siapa nenek moyang kita, yang pasti bukan yang di atas ini karena mereka sudah punah. Jawabannya ada di museum (dok.pri).

Siapa nenek moyang kita, yang pasti bukan yang di atas ini karena mereka sudah punah. Jawabannya ada di museum (dok.pri).

6 thoughts on “Siapa Nenek Moyangmu, Ada Jawabnya di Sangiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s