Bagaimana Jika Mikrobiolog Ikut Mendulang Emas…?

14255227921163253443

Para penjelajah Eropa terkenal dengan semboyan Gospel, Gold and Glory (kitab suci, emas, dan kemuliaan). Bangsa Eropa berbondong-bondong ke seluruh penjuru dunia, selain untuk tugas misionaris juga mencari kekayaan berupa Emas. Tidak salah banyak orang Eropa betah berlama-lama tinggal di benua Afrika, Amerika atau Australi karena di sana banyak ditemukan emas. Hingga saat ini emas adalah incaran banyak orang dan bangsa. Mereka berlomba-lomba mencari daerah dengan kandungan bijih emas, lalu menambangnya, mengolahanya hingga memurnikannya. Di sisi lain beberapa mikrobiolog cukup duduk manis dan membiarkan bakteri Cupriavidus metallidurans bekerja untuk menghasilkan emas. Para mikrobiolog pun meringis sambil menunjukan salah satu gigi taringnya sambil memegang butiran emas dalam cawan petri.

Bukan rahasia lagi bagaimana manusia berebut ladang emas. Dari perkelahian hingga perang bisa terjadi gegara emas. Logam mulia yang satu ini benar-benar minyilaukan mata karena nilai ekonominya yang tinggi. Emas tak semata-mata menjadi perhiasan, tetapi bisa menjadi jaminan berharga dengan nilai yang stabil karena menjadi batu penjuru nilai keberhargaan. Beragam cara dilakukan untuk mendapatkan emas. Menggali batuan hingga menjadi sumur raksasa dengan diameter dan dalam dengan ukuran kilo meter, hingga ada yang menggali dalam lorong-lorong bawah tanah. Belum lagi penambang tradisional yang berani memenpuh resiko berbahaya, semuanya demi berburu emas. Efek samping yang pasti kerusakan lingkungan akibat proses penambangan, cemaran lingkungan dan yang paling berbahaya adalah lepasnya merkuri sebagai pengikat emas ke lingkungan.

1425522874890463254

Entah apa yang terjadi jika penemuan ini benar-benar bisa dikembangkan. Dalam jurnal Nature Biochemical pernah menerbitkan tulisan, Cupriavidus metalliduransbisa makan racun dan kotoran lalu keluar nugget emas. Bisa di istilahkan C.metallidurans adalah bakteri yang mampu menghasilkan emas. Biasanya bakteri hanya mampu menghasilkan materi organik seperti; alkohol, asam, selulosa, warna, tetapi bakteri ini mampu menghasilkan butiran emas. Bakteri yang tersebar luas di alam, dengan mudah para mikrobiolog mencarinya lalu dikulturkan di laboratorium setelah itu biarkan dia bekerja untuk menambang emas dalam gelas bejana.

1425523053976864842

Sebarnya ada 2 spesies bakteri yang bisa menghasilkan emas, yakni Cupriavidus metallidurans. Kedua bakteri ini mampu hidup dalam klorida emas, yakni cairan yang sangat beracun. Dengan daya tahan 25 kali lebih kuat dari bakteri pada umumnya, bakteri ini mampu hidup dalam lingkungan yang sangat ekstrim. Cara kerja bakteri ini sangat sederhana, yakni dengan mengekskresikan molekul emas klorida sebagai mekanisme pertahanan diri. Larutan yang beracun tersebut di ubah menjadi partikel emas dengan kemurnian 99.9%. Bisa di simpulkan, bakteri ini melindungi dirinya dengan mengubah lingkungannya menjadi emas.

Dengan perkembangan bioteknologi, bisa membuat yang awalnya mustahil menjadi kenyataan. Teknologi biologi molekuler bisa mengambil gen-gen bakteri penghasil emas pada bakteri lain dan bisa mengkulturkan lebih mudah tanpa harus mencarinya di alam. Produksi emas tidak lagi membutuhkan biaya yang mahal, alat-alat berat, pekerja yang banyak, resiko yang besar, tetapi cukup dalam ruangan laboratorium. Beberapa laporan ilmiah menjelaskan, bakteri ini hanya butuh waktu 7 hari untuk membuat emas.

1425523127858411267

Pertanyaan etik kemudian muncul. Bagaimana jika benar-benar dilakukan secara masal..? Secara gambaran akan terjadi keguncangan; ekonomi, keserakahan, dan dampak lingkungan. Entah apa yang dilakukan para mikrobiolog saat ini, apakah ingin mendapatkan kekayaan tanpa harus menambang, atau cukup memperoleh pengetahuan untuk kesejahteraan umat manusia di kemudian hari. Yang pasti teknologi dan penemuan  ini bisa dijadikan dalam pengolahan limbah tambang, limbah elektronik dan cemaran berbahaya. Bagaimana suatu saat nanti tambang itu tutup..? Saya pun ikut memamerkan gigi taring ini sambil meringis sambil berkata “bacteria, gold and glory”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s