Repihan Candi Ijo di Bukit Gersang

e1

Saat langit masih gelap, subuh itu di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang ada hanya sebuah kesunyian. Lampu penerangan jalan sepertinya tak mampu mengusir kegelapan. Dari ufuk timur belum juga muncul secercah cahaya sang surya, padahal kumandang adzan sudah berlalu beberapa saat. Dengan memberanikan diri saya membuka gerbang besi dan berjalan pelan menuju pos penjagaan. Sesosok orang berselimutkan sarung masih terlelap diatas bale-bale. Pelan saya mengetuk kaca jendela, dengan sigap penjaga terjaga dan segera menghampiri saya. “Bisakah pagi ini saya memotret candi ijo..?” tanya saya, dan tanpa banyak jawaban “silahkan saja” kembali pintu ditutup.

Sebelum sinar matahari membuncah di langit timur, saya sudah berdiri di palataran candi. Penyangga kamera sepertinya sudah kedinginan, begitu juga lensa yang masih berembun manakala menunggu terbitnya matahari. Hampir 30menit berdiri, namun lagi-lagi harus pupus harapan ini, karena langit penuh dengan awan tebal. Alhasil hanya menunggu datangnya cahaya yang berbalut awan tebal tanpa ada secercah sinar.

14248478871980160893

Berada di atas bukit dan menghadap ke barat, titik pandang yang cocok untuk menyaksikan matahari terbenam (dok.pri).

Candi ijo yang terletak di atas bukit, sebarnnya cocok untuk menyaksikan terbenamnya matahari, titik pandang yang mirip dengan candi boko di sisi utaranya.  Pagi pun datang dan sinar yang lembut langsung menghujani candi dari sisi timur. Bangunan candi utama dan 3 buah candi kecil di sisi baratnya terlihat sempurna, sebab sebelumnya hanya remang-ramang. Waktu yang tak boleh disia-siakan untuk melukiskan mahakarya para pendahulu.

Candi ijo merupakan candi yang dibangun pada abad ke-9 diatas sebuah bukit yang oleh penduduk setempat dinamakan gunung Ijo. Konon candi ini unik, karena tempatnya tak lazim seperti sebagian candi-candi pada umumnya. Biasanya candi digunakan sebagai tempat pemujaan dan tinggal, sehingga harus memiliki sarana yang memadai seperti; jalan, sumber makanan, sumber air dan tanah yang subur. Bukit atau gunung ijo tak seperti demikian, karena bukit kapur ini tandus, jauh dari sumber ari dan jalan yang berliku. Tentu saja ada alasan khusus mengapa candi ini dibuat.

1424847980785689361

Candi utama dilihat dari teras ke-10 (dok.pri).

Candi dengan 17 kompleks dan 11 teras terasa sangat megah bila berhasil dipugar semuanya. Saat ini hanya sebuah candi utama dan 3 buah candi di sisi baratnya yang sudah dipugar. 3 candi tersebut menurut para ahli sejarah berguna untuk memuja Brahma, Wisnu dan Syiwa. Candi hindu ini memilik kompleks yang berundak-undak. Candi utama berada paling atas yakni di puncak bukit, sisanya ada 10 komplek atau teras yanga dibawahnya/lereng.

1424848125749215358

10 teras yang tersisa di candi ijo masih dalam tahap rekonstruksi dan pemugaran. Bak mengembalikan serpihan-serpihan bebatuan menjadi bangunan utuh (dok.pri).

Tak berselang lama, kenikmatan memotret dan memiliki candi sendiri harus berhenti. Para pelancong yang sebagian besar adalah remaja mulai berdatangan. Saatnya menyingkir karena kadang tidak tega melihat candi dirusuhi oleh tangan-tangan jahil yang pagi itu sudah merangsek masuk dalam pelataran dengan segala tingkah polahnya. Kisah candi ijo beleum berhenti sampai di sini, karena ada sebuah papan petunjuk bertuliskan Candi Gupala memaksa saya berhenti.

Lewat sebuah jalan kecil dengan sisi kanan perkampungan saya mencoba mencari candi gupala. Bertanya pada beberapa penduduk yang lewat dan hanya menunjukan arah lurus belok kiri jika ketemu dengan selep batu. Benar saja di sebuah jalan berundak saya menemukan jalan setapak di samping tempat penggergajian batu alam. Sebuah sungai kecil saya lompati lalu mengikuti jalan setapak.

1424848055946502518

Candi gupala, nampak sesosok Dewa Shiwa jika saya tidak salah tebak (dok.pri).

Dari kejauhan nampak beberapa patung dari batu andesit berdiri namun sudah tak utuh lagi. Saya hanya melihat sesok shiwa dengan ciri khas memagang tongkat dan berkalungkan ular. Sepertinya beberapa patung di sekitar Shiwa adalah Indra, Wisnu atau Guru dan saya tak bisa memastikan. Dalam benak ini saya bertanya mengapa disebut candi Gupala, dan sampai sekarang belum ada jawabnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s