Kisah Akhir Prabu Brawijaya di Selatan Jawa

c1

Biasanya pantai selatan penuh dengan mitos penguasa laut selatan yakni Nyi Roro Kidul atau Nyi Blorong. Berbeda dengan 2 pantai di sisi selatan bagian barat di Kabupaten Gunung Kidul-Yogyakarta. Sebenarnya ada 3 pantai yang saling berdekatan, namun hanya 2 pantai yang memiliki cerita khusus berkaitan dengan sejaraha kerajaan di Jawa pada masa lalu. Entah benar atau tidak itu hanyalah bumbu dari para penutur yang mencoba ‘gotak gatuk matuk’atau saling mengaitkan benang merah saja.

Pantai Ngrenehan yang berada di paling timur dari jajaran 3 pantai tersebut di atas. Pantai ini unik, karena berbentuk teluk. Laut kecil menjorok ke daratan berbentuk lonjong, atau mirip laguna. Pantai ini memiliki cerita yang unik berkaitan dengan penamaan pantai. Ngrenehan berasal dari bahasa Jawa yang artinya ajakan. Konon Prabu Brawijaya, raja Majapahit melarikan diri menuju pantai ini saat kerajaannya diserang Demak. Jalur diplomasi dilancarkan oleh Demak dengan mengirim utusannya kepada prabu Brawijaya untuk bekerja sama. Itulah penggalan kisah, mengapa pantai ini diberi nama Ngrenehan.

14246660482011855817

Pantai Yang unik, karena mirip laguna (dok.pri).

Pantai unik berbentuk ladam ini menjadi tempat strategis nelayan untuk dijadikan pelabuhan. Ganasya ombak laut selatan sudah diredam oleh mulut ladam, sehingga mudahkan kapal untuk keluar masuk dari pelabuhan dan laut tanpa takut terhempas gulungan ombak. Selain sebagai tempat berlabuh perahu nelayan, pantai ngrenehan juga dijadikan tempat pelelangan ikan. Beragam jenis ikan laut segar diperjual belikan di sini. Jika hendak menikmati ikan segar, bisa pesan kepada para penjaja makanan untuk digoreng atau dibakar, setelah itu tinggal menikmatinya saja.

142466608811611123

pantai ngrenehan juga dijadikan tempat perahu nelayan berlabuh (dok.pri).

Bergeser ke sisi barat dari Ngrenehan, yakni pantai Ngobaran. Pantai ini lebih kental lagi akan mitos dan aura spiritualnya. Di bukit paling tinggi dibangun sebuah tempat persembahyangan umat hindu. Di pelataran parkir terdapat beberapa ornamen khas Hindu berupa patung-patung dewa. Pantai yang kental akan nuansa hindu, menghiasi sebuah kisah ketulusan cinta, kesucian dan pengorbanan seoarang raja dan permaisurinya.

Saya teringat akan kisah dewi Shinta di epilog wayang. Untuk membuktikan kisah cintanya kepada Rama, maka Shinta melakukan bakar diri. Begitu juga dengan pantai ini, salah seorang permaisuri Prabu Brawijaya melakukan hal serupa sebagai bukti cinta dan kesetiaannya dengan cara berkorban membakar dirinya. Kobaran api yang menyulur dan membakar inilah yang kemudian menjadi penamaan Ngobaran artinya membakar.

Pantai paling barat adalah Nguyahan. Berasal dari kata Uyah/jawa yang artinya garam menjadi nama pantai ini. Di pantai ini pada jaman kolonial digunakan sebagai ladang garam untuk memenuhi pasokan kebutuhan garam. Para petani garam mengambil air laut dan mengeringkannya menjadi garam di pantai ini, sehingga di namakan Nguyahan atau tempat pembuatan garam.

Dahulu pantai ini sepi dan nyaris tanpa pengunjung, terlebih lagi saat produksi garam berhenti. Saat ini dengan melambungnya nama pantai-pantai di Gunung Kidul, maka para pengelola berlomba-lomba untuk membangun sarana dan prasarana pendukung. Pada musim liburan, semua tumpah ruah di pantai selayan Yogyakarta, termasuk di pantai ini dan 2 pantai sebelumnya. Masing-masing pantai ini memiliki karakteristiknya sendiri dan menarik untuk dikunjungi.

1424666161563433811

2 orang nelayan sedang mengurai jaring yang kusut sepanjang hampir 1,5 km (dok.pri).

Kisah pelarian Prabu Brawijaya dengan pengikutnya mengajak saya menikmati pesona bentang alam pantai berbentuk dalam di Ngrenehan. Bukti cinta dan kesetiaan permaisuri menciptakan aura yang kuat di pantai Ngobaran yang bernuansa hindu. Saya kira hanya Madura yang terkenal dengan pulau garam, tetapi Nguyahan juga pantai garam dan senja itu saya habisakan sambil hujan-hujanan untuk menikmati matahari terbenam.

Video ada di sini

6 thoughts on “Kisah Akhir Prabu Brawijaya di Selatan Jawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s