Perpas, Pesona Belantara Sumbawa

DCIM116GOPRO

Seekor Iulus nampak tak bergeming dari tempat berjemurnya, manakala derap langkah kaki meggetarkan sekelilingnya. Hewan diplopoda yakni yang tiap ruas tubuhnya terdapat dua pasang kaki adalah penghuni hutan sumbawa yang berperan ekologis sebagai detrivor. Sebuah indikator lingkungan yang masih alami, ditambah lagi suara Garengpong (Cicada sp) yang mengeluarkan bunyi nyaring karena gesekan sayapnya. Juntaian tumbuhan menjalar dan membelit menghiasi pepohonan besar dengan kanopi yang rapat. Hawa lembap dan sejuk begitu terasa, dan inilah hutan Pulau Sumbawa yang masih terjaga.

Dari sebuah sungai kecil, kami menyusuri jalanan tanah yang menjadi akses menuju air terjun Perpas. Entah mengapa nama air terjun ini dinamakan demikan, yang pasti aliran airnya yang bermuara di pantai Rantung di Sekongkang. Hutan yang masih alami dengan aliran sungai yang jernih membuat perjalanan menembus hutan untuk menuju salah satu tempat yang eksotis di tanah Sumbawa begitu mengagumkan. Tak henti-hentinya saya mengagumi pepohonan yang masih rapat, begitu juga dengan beragamnya spesies yang bertebaran.

1422858080632834550

salah satu sarana untuk mengambil madu hutan sumbawa yang terkenal itu. Piranti ini akan mengeluarkan asap yang mampu menghalau lebah-lebah hutan (dok.pri).

Sebuah benda yang diikatkan di batang pohon menghentikan langkah saya. Benda mirip sebuah obor yang terbuat dari dedaunan kering membuat saya penasaran. Pak Ari yang mendampingi, menjelaskan bahwa benda ini adalah obor untuk mengambil madu. Kepulan asap dari obor inilah yang digunakan untuk menguhalau lebah hutan, kemudian para pemburu tinggal memanen madunya. Setelah madu di ambil kemudian, lebah akan kembali ke sarangnya. Tidak salah jika Sumbawa selain terkenal dengan susu kuda liarnya juga dengan madu hutannya.

Sebuah bangunan berdiri ditengah-tengan hutan. Suara air terdengar mengalir deras, ternyata ini adalah bak-bak untuk menampung aliran air sungai yang kemudian didistribusikan ke penduduk di Sekongkang. Pt.NNT membangun sarana prasaranya dan perawatannya, sedangkan PDAM menyalurkan air ke pemukiman penduduk beserta manajerialnya. Sebuah pipa HDPE menjalar di permukaan tanah yang salah satu ujungnya akan menghadang air di sungai dekat air terjun.

14228581691189136899

Air terjun Perpas, yang kata Pak Budi adalah air melorot (dok.pri).

Setelah 30 menit berjalan, dengan jarak hampir 2 km akhirnya sampai juga di air terjuan Perpas. “ini bukan air terjun, tapi air melorot” kata pak Budi yang sibuk mengambil gambar sambil menunjukan aliran sungai yang merayap lewat permukaan bebatuan. Lansekap air terjun memang menjadi salah primadona saya, kerena masing-masing tempat memiliki karakteristik tersendiri. Di Perpas, airnya mengalir begitu liar di lekuk-lekuk bebatuan. Bli Komang, yang sudah beberapa kali ke tempat ini bahkan pernah melihatnya seperti niagra saat musim hujan tiba. Aliran air kan tumpah keseluruh permukaan bebatuan dan membentuk pola-pola aliran yang unik. Jika melihat struktur permukaan batuan. saya mengiyakan bahwa ada niagara di sini.

Saya seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Jengkal demi jengkal bebatuan di sini saya telusuri untuk melihat sudut-sudut keindahan. Entah mengapa saya begitu betah berada di tempat ini begitu melihat air yang jernih dan ikan-ikan berkeliaran. Sayang jika tangan kotor saya ini harus menyentuh ari yang benar-benar jernih. Bebatuan yang menghiasi sudut-sudut cekungan air memberikan komposisi yang menarik, terlebih dedaunan beringin yang menguning berguguran manakala diterpa angin.

14228582302103807304

Kejernihan ari di sini memang memanjakan mata untuk berlama-lama (dok.pri).

Sungguh sayang jika saya tak menyentuh bagian atas air terjuan. Suara aliran yang deras membuat saya kepincut untuk segera sampai di singgasana sang tirta menghepaskan dirinya. Sebuah kolam alami menjadi penampung dengan aliran yang pelan. Air yang tenang memang menghanyutkan dan dalam, tak salah jika si Fajri rekan saya melompat dari ketinggian lebih dari 5 m lalu terjun bebas ke dasar kolam. Sesaat dia menghilang dan tenggelam lalu menyembul dengan teriakan histeris layaknya adrenalin yang tertumpah. Perpas hari ini membukakan pintu dan menunjukan jika di pedalaman Sumbawa ada tempat yang rupawan, sekilas bernama Perpas.

Video ada di SINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s