Curahan Hati Sopir Truk Dalam Bingkai Karya

ANT_5650

Ora Butuh Mantu Sopir” sebuah tulisan di bak bagian belakang sebuah truk. Sekilas hanyalah sebuah tulisan biasa dan kadang hanya membuat kembangan dibibir usai membacanya. Di balik tulisan tersebut, ternyata adalah sebuah harapan seorang Sopir. Kerasnya kehidupan jalanan sudah dia jalani baik suka dukanya. Tanggung jawab menghidupi rumah agar dapur terus mengepul harus dilakoni saban hari dijalan raya. Gadis semata wayangnya yang menginjak dewasa dia idam-idamkan agar mendapatkan pasangan yang baik dan tidak seperti ayahnya yang harus hidup dijalanan. Bagi orang lain, mungkin hanya berahir dengan senyum simpul, tepi bagi dia adalah doa, harapan dan perjuangan akan sebuah tanggung jawab besar. Itulah sekilas kisah nyata dari bali bokong truk.

Beragam orang mengekpresikan suara hati dan pemikirannya. Ada yang langsung akan bercerita, ada yang lewat nyanyian merdu, ada yang lewat tindakan dan lain sebagainya. Bagaimana dengan seorang sopir truk yang kadan hanya dengan pendidikan pas-pasan dalam mengungkapkan jeritan hati dan buah pemikirannya. Tentu akan beragam menjawab pertanyaan ini, tetapi ada cara unik dalam menyampaikan suara hati dan pikirannya. Tengoklah bagian belakang truk, walau dengan tulisan yang sederhana walau kadang kurang tepat dalam pengejaannya namun itulah suara dari lubuk hati dan pergumulan pikiraannya. Inilah jeritan-jeritan mereka yang tak mampu mereka ucapkan dan sampaikan secara verbal.

1417833115462667011

Realita kehidupan di jalanan coba dituangkan lewat lukisan dibelakang truk (dok.pri).

Tulisan-tulisan ataupun gambar di belakang bak truk sangat beragam. Ada yang membuat orang tertawa, tersenyum simpul, biasa saja atau menjengkelkan. Tulisan yang sederhana, mudah di cerna, spontanitas, slengekan, bahkan sering dijumpai ejaan yang kurang tepat. Inilah cara sopir truk berkespresi sesuai dengan kapasitas pemikiran dan pendidikannya. Mereka hanyalah sebatas mengeluarkan isi hati dan pikiran tanpa harus mengoreksi benar salahnya ejaan.

Di balik tulisan atau lukisan, ternyata ada cerita menarik yang ingin disampaikan oleh para pilot jalanan ini. Ada pesan moral, kritik sosial, harapan, doa, peringatan, atau hanya sebatas lucu-lucuan semata, tetapi setidaknya mereka sudah mengungkapkan. Bukan jaminan, seorang berbadan besar, tatoan, muka sangar, suara keras bisa mengatakan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Untuk urusan jalanan dan muatan mereka adalah jagoannya, tetapi untuk curahan hati mereka tetaplah manusia normal yang memiliki ikatan emosional.

1417833171911714720

Sopir tersebut menuliskan nama anaknya sebagai pengingat dia bekerja untuk anak dan memiliki tanggung jawab keluarga (dok.pri).

Jika seorang sopir ditanya masalah pekerjaan, terutama dengan kerasnya kehidupan jalanan mereka akan dengan lantang berbicara. Cobalah sesekali tanya rumah tangganya, anak, istrinya maka mimik muka akan berubah dengan drastis. Dapat dengan mudah membaca raut wajahnya dengan meliha matanya yang kadang berbinar lama-kelamaan akan sayup saat menyentuh dengan sisi keluarga dan tanggung jawabnya sebagai tulang punggung. Inilah sosok manusiawi seorang sopir yang kadang tidak terlihat dan kalah dengan stigma negatif tentang kehidupan jalanannya.

Bak-bak truk hanyalah media bagi para sopir ini mengungkapkan hati dan pikiraanya. Dalam perspektif ini coba memilah-milah kategori pesan dalam tulisan dan lukisan bak truk. Secara sederhana bisa dibagi menjadi 4 kategori; pesan moral, jeritan hati, celotehan dan liar. kategori ini hanyalah subyektif belaka, sebab semua orang bisa menerjemahkan sesuai dengan jalan pikiran dan imajinasinya masing-masing.

Pesan moral, inilah kadang menariknya dari tulisan dan lukisan di bokong truk. Hati-hati di jalan keluarga menunggu di rumah, kalau tidak sabar maburo (terbang), utamakan selamat, kira-kira demikian beberapa cuplikan yang bisa mewakili kategori ini. Sopir ingin menyampaikan pesan kepada sesama pemakai jalan agar berhat-hati dan mengutamakan keselamatan. Sopir sadar, sebab dia hidup dijalan dan tidak ada salahnya mengingatkan.

Semakin berat muatanku semakin ringan angsuranku, jarang bercinta sibuk bekerja dan masih banyak lagi tentang jeritan hati seorang sopir. Mereka menuliskan apa yang ada di dalam lubuk hatinya agar orang lain tahu tanpa harus bersimpati terlebih berempati. Kata-katanya sangat sederhana, namun jika dikulik lebih dalam ternyata memiliki makna yang luar biasa. Semakin berat muatannya maka dia akan mendapatkan harga yang besar dalam jasa angkutan sehingga bisa segera untuk melunasi angsuran hutang truk kepada lembaga penjaminan.

Kadang sopir juga suka berceloteh tentang hal-hal yang ringan. Celotehan ini kadang menimbulkan senyum, bahkan membuat orang tertawa. Ingat rasa lupa wajahnya, salah satu tulisan yang sering muncul di bokong truk. Banyak tafsiran mengenai tulisan ini, mungkin dia ingat rasa masakan di sebuah rumah makan tetapi lupa wajah penjulanya, atau bisa di artikan sopir teringat saat masuk dalam rumah hiburan pelepas nafsu. Setidaknya celotehan itu adalah dari kisah-kisah nyata dan merupakan fakta yang dialami sopir dalam menjalani profesinya.

Ada juga sopir yang menyampaikan pesan-pesar secara liar. Kadangkala pesan ini sudah diterjemahkan dan dipahami. Mungkin hanya Tuhan dan sopir yang tahu, karena pesannya yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Jikapun jelas, pesan ini kadang terkesan kasar dan sarkasme sehingga tidak layak untuk ditampilkan dipublik. Istrimu bekas pacarku, selimut tetangga dan tulisan-tulisan lain yang kadang di asosiasikan nakal dan berbau pornografi.

14178332631875898203

Salah seorang jurnalis sedang memotret pengunjung pameran (dok.pri).

Dibalik tulisan dan lukisan di bokong truk, hanyalan sebatas ekspresi dari seorang sopir. Seorang anggota satlantas yang kami temui berkomentar tentang fenomena ini “selama tidak membahayakan, merugikan dan berdampak negatif bagi dia, orang lain, dan lembaga tidak ada masalah dan sah-sah saja”. Inilah cara seorang sopir mengungkapkan kejujuran, jeritan hati, buah pikiran dan ide-ide spontanitasnya dan bokong truk menjadi medianya karea dia selalu setia mengikuti sopir kemana saja.

1417833317127640538

Di sela-selan pameran ada sesi obrolan bedah karya sambil melihat slide-slide foto di monitor televisi (dok.pri).

Tanggal 4-5 desember bertempat di rumah Noto di Universitas Kristen Satya Wacana digelar pameran dengan teman “Jeritan Bokong Truk”. Pameran ini ide awalnya untuk mencari tulisan-tulisan di belakang bak truk, tetapi setelah dicermati muncul rasa keingin tahuan ada apakah dibalik tulisan tersebut. Pameran kolaborasi saya danAnthony (dosen DKV UKSW) ingin mencoba menceritakan ada kisah apa dibalik lukisan bak truk tersebut. Sebanyak 280 foto sudah dihasilkan dan hanya 173 yang dicetak dan dipajang, sisanya dalam wujud slide foto di monitor televisi dan proyektor.

Dalam pameran ini juga di adakan bedah karya yakni untuk melihat proses dibalik layar bagaimana mendapatkan foto-foto, wawancara dengan sopir, hingga persiapan pameran. Selain itu juga ada film dokumenter yang menggambarkan realitanya nyata kehidupan jalanan. Para pengunjung juga akan diberikan CD yang berisikan e-magz dalambentuk pdf yang memuat semua hasil karya yang nantinya akan dibukukan. Jajanan pasar akan menjadi teman para pengunjung dalam menikmati setiap foto dan semua geratis. Pameran secara resmi dibuka oleh Pembantu Rektor 3 USKW, pak Arif dan dalam salah satu pernyataanya bahwa “seni tak akan pernah mati”.

1417834134486594339

Suasana dalam salah satu ruang pameran (dok.pri).

Antusiasme pengunjung yang hadir sepertinya sudah bisa menangkap pesan apa yang ada didalam setiap foto. Ada yang tersenyum, tertawa, dahi mengerut bahkan diam terpaku. Mungkin jika kejadian ini dijalan mereka hanya sepintas saja melihat, tepi lewat foto-foto mereka bisa berlama-lama melihat dan memikirkan apa kira-kira makna dalam bak truk tersebut. Sebagai buku tamu, dibuat replika truk dan para pengunjung bebas melukiskan dan menuliskan jeritan hati mereka dalam kertas dan ditempel di badan truk.

14178333731018321312

Pengunjung pameran juga diberikan kesempatan untuk menulis dan melukiskan jeritan hatinya di dibadan truk sebagai wujud ekspresinya, sekaligus menjadi buku tamu6+ (dok.pri)

Pameran ini hanya sebagian kecil dari kisah-kisah para sopir truk dengan ribuah cerita dan latar belakang. Setidaknya kami sudah hadir untuk mewakili suara hati sopir dalam curhatnya yang kami tampung dalam setiap bingkai foto dan kedepannya mungkin akan dicetak dalam wujud buku. Apresiasi yang luar biasa buat para sopir truk dengan setiap kisah dan jeritan hatinya.

9 thoughts on “Curahan Hati Sopir Truk Dalam Bingkai Karya

  1. Terlepas dari apa yg tertulis di pantat-pantat truk itu, kesemuanya merupakan luapan emosi sang supir truk. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa menggantungkan hidup di jalan raya itu keras…

  2. Aku wezh prey ora nyoper mas, wezh ora kuat kudu adoan terus karo keluarga, sak ikki wezh tak putusno nggolek penggawean sing idek-idek
    Salam soper material,
    Salam satu aspal
    Lan salam satu jalanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s