Dunia Malam Thailand

Hiburan malam Thailand tak semata-mata berbumbu seks (dok.pri).

Hiburan malam Thailand tak semata-mata berbumbu seks (dok.pri).

Tiba-tiba teman saya teriak histeris di tengah-tengah gemuruh tepuk tangan penonton. “aku tidak terima, dia lebih cantik” kata teman perempuan saya. Benar saja waktu itu kita sedang nonton kabaret show di sebuah gedung pertunjukan di kota Pattaya, Thailand. Sorak sorai penonton yang memberikan apresiasi kepada para penampil sungguh luar biasa dan sepertinya mereka terpuaskan oleh pertujunjukan kabaret, kecuali teman saya.

Dunia hiburan Thailand memang terkenal dengan sisi gemerlapnya malam dengan perempuan-perempuan cantiknya. Tidak dipungkiri dan harus di akui, Thailand memang pintar mengelola wisata hiburan, walau kadang dunia seks menjadi komoditi yang menarik pengunjung wisata. Dunia pelaku hiburan malam disana total memberikan yang terbaik bagi para tetamu dari penjuru dunia.

Sudut hiburan malam di pattaya (dok.pri).

Sudut hiburan malam di pattaya (dok.pri).

Malam hari di beberapa sudut Pattaya terlihat sepi dan senyap, tetapi sisi lain penuh gemerlap. Lampu-lampu aneka warna berpendar kesana-kemari menghiasi kelamnya malam. Jalan protokol di sulap menjadi trotoar raksasa dan semua orang tumpah ruah di sana. Pusat hiburan malam, dari restoran, bar, panti pijat hingga toko yang menjual pernak-pernik Thailand. Manakala siang menampilkan wisata kota dan lansekap, sedang menjelang malam menjajakan hiburan.

Penjual Eskrim asal turki menjadi spot yang menarik manakala melihat aksi sulap nakalnya (dok.pri).

Penjual Eskrim asal turki menjadi spot yang menarik manakala melihat aksi sulap nakalnya (dok.pri).

Penjual es krim asal turki menarik saya untuk mendekat melihat tingkap polahnya yang mempermainkan pembeli asal Jepang. Pelancong asal negeri matahari terbit beberapa kali harus menelan ludah dan muka merah menahan malu karena diberi harapan palsu. Inilah atraksi penjual eskrim dari Turki dengan atraksi sulap jalanannya untuk menarik pembeli. Saya hanya bisa cengar-cengir kagum melihat penjual dan pembeli yang terhibur.

Kaum lanjut usia dan tuna daksa juga mendapat tempat untuk mencari rejeki (dok.pri).

Kaum lanjut usia dan tuna daksa juga mendapat tempat untuk mencari rejeki (dok.pri).

Di sela-sela riuh sesak pengunjung nampak seorang lelaki tua yang mengendarai sepeda motor roda 3. Dia menjajakan kalung-kalung dengan untaian anggrek aneka rupa. Sungguh usaha yang mulia manakala dia berkata, “saya tidak perlu belas kasihan, tetapi berikan saya penghargaan atas kerja saya dengan membeli bunga“. Sebuah usaha yang layak diapresiasi atas jerih payahnya bekerja di usia renta dengan tubuh yang cacat. Teman saya yang tergerak hatinya itupun membeli seuntai kalung dan sang kakek dengan ramah melayaninya. Saya trenyuh manakala dia berbincang dengan kami dan menanyakan kami dari mana. Layaknya seorang kakek yang bertanya pada cucunya dengan penuh kehangatan.

Badan lelah bukan kepalang, tetapi melihat hiburan malam di negeri gajah putih benar-benar membuat takjub. Saya tidak membayangkan jika ini ada di negeri kami, pasti akan muncul pro dan kontra. Namun ini berbeda, negara dengan pengunjung yang mengerti toleransi dan bisa membedakan porsi iman dan kenyataan. Sebelum di tempat ini, kami beberapa kali tertipu dan bukannya sedih tetapi kami terhenyak dan benar-benar kagum.

IMG_1408

Sebelumnya kami mampir di pertunjukan kabaret. Sejak awal kamu sudah diberi tahu, bahwa para penampil adalah lady boy. lady boy adalah seorang lelaki yang mengubah penampilannya menjadi seorang wanita. Mereka menjalani beberapa kali operasi plastik sehingga benar-benar terlihat seperti wanita, bahkan lebih cantik dari wanita normal dan berhasi membuat teman saya cemberut sepanjang pertunjukan. Lady boy benar-benar total dalam menjalani hidupnya. Kehadiran mereka sudah diterima umum di sini, bahkan ada yang memutuskan menikah dan menjalani kehidupan layaknya suami istri pada umumnya.

Salah satu adegan kabaret (dok.pri).

Salah satu adegan kabaret (dok.pri).

lady boy ada yang tidak harus cantik, tapi berkespresi sambil mengajak serta penonton untuk menikmati hiburan malam (dok.pri).

lady boy ada yang tidak harus cantik, tapi berkespresi sambil mengajak serta penonton untuk menikmati hiburan malam (dok.pri).

Tiba saatnya pertunjukan. Saya bukan orang seni pertunjukan dan tidak mengerti menyebut pertunjukan ini namanya apa. Yang pasti mereka membawakan lagu dan tarian secara kolosal. Tata panggung, lampu dan lampu yang bagus dan para penampil dengan kostum yang menarik. Histeria penonton benar-benar terasa manakala melihat sesosok putri cantik keluar dari panggung, menari dan menyanyi. Benar-benar cantik, batin saya tetapi harus sadar mereka adalah lelaki. Beberapa segmen opera ditampilkan, dari yang romantis, herois hingga humor.

Pertunjukan belum usai, manakali sudah hampir 2 jam berlangsung. Setelah lampu ruangan di nyalakan, saatnya penonton keluar gedung dan untuk melihat pertunjukan selanjutnya. Kini lady boy berpose di luar dan bisa melayani foto bersama. Teman saya yang semula cemberut gegara kalah cantik, kini nampak sumringah karena minta foto bersama. Saya hanya bersendika “dasar wanita, itu pria…”.

Usai pertunjukan semua bisa foto bersama (dok.pri).

Usai pertunjukan semua bisa foto bersama (dok.pri).

10 thoughts on “Dunia Malam Thailand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s