Kantong Semar yang Ada Namun Tiada

IMG_0748

Tumbuhan ini unik sekaligus eksotik. Ada kalanya dia menjadi sumber kehidupan layaknya fitotelmata, namun ada kalanya dia menjadi pembunuh yang kejam sebagai insektivora. Dibalik kedua sifat alaminya yang kontradiksi, dia memiliki peran ekologi sebagai tumbuhan perintis yang mampu hidup dilungkungan yang miskin akan unsur hara. Tumbuhan ini juga bisa menjadi penanda penanda kelembapan, curah hujan, sekaligus kondisi abiotik dimana dia tinggal. 2 hari kami mencoba mencari jejak-jejak tumbuhan istimewa ini, yang kini terancam punah di habitat aslinya. Kantong Semar (Nephentes gymnaphora) antara ada dan tiada di habitat aslinya di Gunung Telomoyo.

14119640021518483986

Entah berapa puluh duri Tembelakan (Lantana camara) yang menusuk dan tinggal di kulit mana kala menyibak hemparan semak belukar Gunung Telomoyo 1894mdpl. Gunung Telomoyo terletak di Jawa Tengah dan tepatnya menjadi pembatas antara Kabupaten Magelang (timur) kabupaten Semarang (barat daya). Gunung ini terletak ditengah-tengah antara megahnya gunung Merbabu 3142mdpl di sisi barat, Gunung Lawu 3265mdpl di Sisi timur, Ungaran 2050mdpl di sisi utara, dan di sebalah barat ada Gunung Sumbing 3371, Sindoro 3150 dan nampak mungil Gunung Andong 1736mdpl. Telomoyo memang tidak setinggi gunung-gunung yang lainnya dan medanya tidaklah susah, bahkan kendaraan roda 4 bisa naik hingga puncaknya. Namun ada sesuatu yang tidak mudah didapatkan di gunung ini, yakni penunggu gunung ini.

“Tahun 60-70an saat mendaki gunung ini, hampir sepanjang jalan penuh dengan kantong semar” kata Pak Soenarto Notosoedarmo. Dia adalah ahli botany dari USKW yang menginisiasi pencarian Kantong Semar. Hal senada di Ungkapkan Elia Rudy alumni UKSW yang mengatakan pada tahun 1996 kantong semar masih banyak ditemukan di Telomoyo. Saya sendiri yang terakhir melakukan pengamatan kantong semar bersama pak Narto pada tahun 2004 masih menemukan beberapa titik kantong semar tumbuh dan berkembang. Sepuluh tahun berlalu, dan saatnya menapak tilas keberadaan kantong semar yang desas-desusnya sudah menghilang ditempat ini.

14119640841383846136

Dengan selembar peta topografi, kami membagi tim  menjadi 2 bagian. Kami bergerak di ketinggian 1500am mdpl di sisi barat yang 10 tahun yang lalu saya menemukan titi keberadaan kantong semar. Kami bergerak menerobos semak beluka dan lereng-lereng bukit yang curam. Kami teringat pesan Pak Narto sebelum berangkat mencari “kantong semar biasanya tumbuh di lereng-lereng yang curam, bebatuan, tempatnya terbuka, disekitarnya ada tumbuhan paku dan jarang ditemukan di semak yang penuh dengan ilalang”.

14119641791730232269

Semak belukar di lereng yang curam kami terobos dengan panduan peta, karena kami akan menyisiri daerah di lereng barat. Pakis yang berduri acapkali menghambat kami untuk menerobos, terlebih lagi dengan semak-semak yang sangat padat. hampir separuh hari kami mencari, namun belum menemukan hasil. Yang kami hasilkan hanya kulit yang luka akibat daun Imperata cylindrica yang mengiris. Saya yang selalu mengikuti pergerakan rekan-rekan tak henti-hentinya mengagumi semak belukar yang alami ini. Angrek tanah Dendrobium bambou atau anggrek tanah sangat menawan dengan bunganya yang berwarna putih. Lereng-lereng yang curam nampak indah dengan kehadiran tumbuhan anggrek liar ini.

14119642321551053653

Di bawah pohon Pinus merkusii saya berpikir mengapa tumbuhan yang kami cari dan seharusnya ada itu tak ada lagi. Kantong semar kini tak lagi menjadi flora liar, tetapi menjadi flora rumahan. Saya pernah menjumpai kantong semar di kios penjual bunga di Kopeng. Satu pot tanaman bunga ini ditawarkan 50ribu. Selain itu banyak juga pesanan kantong semar untuk beberapa daerah. Saat hukum permintan gayung bersambut dengan hukum penawaran makan banyak orang-orang berburu kantong semar. Saya pernah menemui para pencari kantong semar di Gunung Andong yang tak jauh dari Telomoyo. Mereka memakai keranjang untuk menganggkut kantong semar yang diburunya. Benar-benar perburuan yang masif.

kantong semar terdapat 130an spesies dengan bentuk morfologi yang beraneka macam. Bentuk unik kantong pada ujung daun beserta fungsinya inilah yang menjadi daya tariknya tanaman ini. Evolusi memaksa tanaman ini untuk memodifikasi daun menjadi sebuah kantong. Kantong semar adalah tanaman perintis yang mampu tumbuh di lahan yang yang miskin akan unsur hara. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, dia mendapatkan dengan menyerap dari jasad serangga-serangga yang terjebak di dalam kantongnya.

141196430346084187

Kantong semar sebagai insektivora menjebak serangga dengan menggunakan kantongnya. Di dalam kantong tersebut terdapat senyawa seperti feromon yang berfungsi untuk mengundang kehadiran serangga. Dinding dalam kanting yang lengket dan rambut-rambut halus akan menjadi senjata yang mematikan serangga ketika ada yang masuk. Tutup kantong semar akan otomatis menutup saat dalam terdapat respon ada yang terjebak, layaknya daun Putri malu (Mimosa pudica) yang tersentuh.

Pada saat musim hujan kantong semar tak sekejam pada saat musim kemarau. Nutrisi yang melimpah tak memaksa kantong semar menjadi insektivora, namun menjadi fitotelmata. Fitotelmata adalah tumbuhan yang menyediakan tempat bagi komunitas hewan akuatik. Nyamuk bisa menaruh telur dalam air dalam kantung semar, lalu menetas dan menjadi jentik. Kantong semar akan menjadi habitat yang baik karena menjadi tempat berlindung sekaligus tumbuh dan berkembang. Sementara hujan turun kantong semar akan menjadi sahabat yang menyenangkan, tetapi saat makanan susah akan menjadi pembunuh yang kejam.

1411964414370499149

Malampun datang, bersiap kami kembali ke tenda untuk melepaskan lelah gegara kantong semar yang tak kunjung ditemukan. Malam ini kami mengubah lokasi pencarian yakni ditempat yang lebih tinggi dan susah dijangkau. Asumsi kami, tidak adanya kantong semar adalah ulah para pencari kantong semar karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Malam ini kamu putuskan untuk mencari ke tempat yang jauh lebih masuk ke dalam hutan, dekat dengan sumber aliran sungai, dan susah dijangkau. Malam ini cukup dingin, suhu 16-18C dan kelembapan 75% karena angin bertiup cukup kencang.

Pukul 04.30 saya sudah terbangun dan saatnya untuk mempersiapkan pencarian hari ini. Pukul 05.00 kami bergerak menuju puncak telomoyo. Kali ini saya mencari terbitnya matahari dari puncak gunung dulu sebelum nanti di pusingkan mencari kantongnya eyang semar. Dari ketinggian sekiar 1850mdpl saya berdiri menghadap sisi timur mana kala rona jingga sudah merekah. Detik-detik yang saya tungga akhirnya datang juga, mana kala sang surya mengeliat dari ufuk timur. Perlahan-lahan gradasi langit berubah dengan dramatis, mara kemerahan menjadi kenuningan. Semula langit yang pudar oleh gelapnya malam sudah berubah merona dan bumipun penuh warna.

14119644921429432245

Usai menikmati suguhan alam saatnya bergerak mencari Nephetes. Mata saya terus saja jelalatan menyibak-nyibak semak belukar yang masih terbalut embun pagi. Rasa dingin yang menusuk tak saya rasakan karena rasa penasaran dimaka gerangan tumbuhan ini. Tak di sangka, mata saya terjebak oleh sebuah daun unik yang menggantung. Ini dia yang saya cari. Cepat-cepat saya mengunci lokasi kantong semar ini dengan GPS. Saya sangat beruntung juga karena bersamaan itu ada lalat yang hinggap dan di mulut kantong lalu masuk dan tidak keluar lagi. Saya baru sadar, ini masih musim kemarau dan tentu saja nasib lalat tak seberuntung saat dia menjadi fitotelmata.

Saya dia sejekan di bawah lereng sambil terus memandang kantong yang mengayun-ayun diterpa sang bayu. Saya mengukur lereng yang hampir tegak 90derajat kemiringannya dan tinggi hampir 5m menjadi habitat yang tepat untuk tumbuhan eksotis ini. Wajar jika tidak ada tangan yang jahil untuk mengambilnya. Di ketinggian 1771mdpl saya menemukan 1 pohon kantong semar dan benar dugaan pak Narto semalam. Lantas saya memberitahukan beliau lewat radio HT jika saya sudah menemukan dan dia menjawab “tunggu saya akan kesana”. Di usia yang menginjak 73 tahun dia nampak kegirangan sambil berlari-lari kecil. Raut wajahnya begitu ceria manakala dia bisa bernostalgia ketika 40-50 tahun yang lalu berkunjung di sini.

Setelah membuat catatan kecil, kamipun turun sambil mata terus jelalatan. Di butuhkan kejelian untuk mencari tanaman ini, karena morfologinya hampir mirip dengan anggrek hutan. Tak berselang lama, rekan saya Dani kegirangan karena dia menemukan lagi kantong semar sekitar 300m dari titik saya menemukan. Terletak di lereng yang curam dan tersembunyi di semak-semak paku yang rapat. Benar-benar tempat bersembunyi yang sempurna. Kamipun kembali jalan turun dan tak menemukan lagi tanaman eksotis ini.

14119645851260129207

Sebuah permenungan bersama, mengapa dia ada dan tiada. Saya tidak berharap kantong semar akan masuk dalam senari flora yang terancam atau punah. Jika melihat faktanya, tumbuhan ini benar-benar terancam di habitat aslinya. Dulu dia adalah liar, tetapi saaat ini sudah jadi dagangan komersial. Entah siapa yang akan bertanggung jawab, jika dia tiada lagi. Yang pasti fakta sudah berbicara, dia tak lagi ada seperti dulu.

4 thoughts on “Kantong Semar yang Ada Namun Tiada

  1. gunung guntur, garut juga habitat kantong semar. posisi di puncak pertama yang ada tugu, terus jalan lalu agak melipir ke kanan, di situlah banyak kantong semar hidup. tak sengaja nemu saat nyasar sehabis muncak, mungkin sewaktu2 bisa dikunjungi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s