Makati Tak Seperti Negriku

DCIM100GOPRO

Sir, if you see something, please call me” kata seorang pramugara MAS saat melihat saya yang selalu membuang pandangan keluar jendela pesawat. Saat ini saya terbang di atas laut tiongkok selatan yang konon di curigai hilangnya pesawat MH370. Sehari sebelumnya pesawat tersebut dikabarkan hilang dan hingga sekarang belum juga ada titik terangnya. Penerbangan yang menegangkan dari Jakarta, Kuala Lumpur untuk menuju Manila. Terbang di atas 11.000 kaki hampir 6 jam akhirnya mendarat di bandara Ninoy Aquino, Filipina.

Pukul 2 siang saya sudah mondar-mandir di bandara Sokearno-Hatta. Ternyata saya salah membaca jadwal, dimana seharusnya pukul 2 pagi. Menjadi gelandangan elit, karena harus menunggu lebih dari 12 jam. Pukul 04.00 akhirnya pesawat membawa saya menuju Kuala Lumpur dengan penerbangan selama 2 jam. Matahari terbit dari ufuk timur terlihat dengan jelas karena saya beruntung mendapat kursi paling kanan dan jendela pesawat yang kacanya bersih. Pukul 06.00 pesawat mendarat di Kuala Lumpur dan kami harus bergegas karena pesawat akan segera terbang menuju Manila pada pukul 08.00.

14098140471602022961

Pesawat dari maskapai yang sama yang membawa saya terbang. Rasa was-was sempat hinggap, manakala mendengar berita 1 hari yang lalu tentang raibnya pesawat milik maskapai Malaysia. Penerbangan yang kadang membuat saya sedikit taksa dengan pemberitaan yang ada, namun apa yang terjadi-terjadilah. Akhirnya terlelap dalam lamunan sambil memandangi mega yang terhampar luas.

Gegar budaya langsung saya rasakan, karena menjadi rasa malu yang tak terelakan. Paling enak adalah naik kendaraan di kursi depan agar mata bisa luas memandang dan berbincang dengan sopir. Dengan percaya diri masuk dalam mobil layaknya di Indonesia dan langsung di samperi yang dibelangkang “sir, you want to drive..?” dan meledaklah tawa penumpangnya. Ternyata letak kemudia di Filipian di sebelah kiri, dan muka merah pada membawa saya ke bangku sebelah kanan. Tetap saja rasa dan kebiasaan ini tak pernah bohong, saya miris saat kendaran melaju di sebelah kanan dan kadang spontan teriak “ngawur jalan di sebelah kanan“.

1409814131623480292

Wajah tegang ini bersenandika, “sopir payah, sudah jalan di kanan, bikin muntah lagi” sambil menatap sopir yang bahasa Inggrisnya semenjana sementara saya masih dibawahnya. Mobil melaju kencang menuju arah pusat kota di Manila, yakni Makati. Jalanan bersih, rapi, tertib, dan benar kata pepatah “rumput tetangga lebih hijau”. Saya hanya bisa terdiam saat sopir berhenti mana kala ada seorang yang hendak menyebrang jalan. Para pedestrian begitu menikmati trotoar di Makati tanpa ada yang menghalangi layakanya di negriku.

Entah bermimpi apa, saya menjejakan kaki di negeri di utara selebes ini, yang pasti inilah sebuah keberuntungan. Sesaat sampai di hotel saya dan rekan perjalanan diperkenalkan dengan teman-teman dari beberapa negara asia, seperti; Malaysia, Taiwan, Singapura, India dan Vietnam. Semula agak canggung berbicara dengan mereka dengan bahasa Inggris yang tidak bagus. Namun semua cair manakala, bahasa bukanlah penghalang saat bahasa tubuh ini berbicara.

140981421235450166

Agenda pertama adalah mengunjungi kantor Yahoo. Dengan menumpang bus kami diantar menuju kantor Yahoo yang mengundang kami berkeliling Filipina. Sebuah gedung bertingkat berdiri dihadapan kami dan dengan ramah pihak Yahoo menyambut kedatangan kami. Kami dibawa masuk dalam ruangannya dan dijelaskan ada apa saja di dalam. Sebuah ruangan mirip laboratorium komputer, dan disitulah tempat utama bekerja. Namun, saya tertarik sebuah ruangan yang dijadikan untuk bersantai. Sebuah lemari pendingin berisis aneka minuman terisi penuh dalam tiap-tiap rak. Dapur minimalis dengan perlengkapan yang praktis. Ruang santai yang nyaman dengan beberepa permainan dan salah satunya adalah sepak bola meja lengkap dengan poster wajah David Beckham.

1409814267899020825

Sebuah kantor idaman, dimana batas-batas formal sedikit dipangkas untuk memberikan kenyamanan pada penghuninya. Kesempatan yang tidak boleh dilewatkan dan terus untuk blusukan. Beberapa karyawan Yahoo kadang kerepotan mana kala saya keluar masuk ruangan, karena dia yang harus buka tutup pintu kaca dengan ID cardnya. Akhirnya semua berkumpul untuk menerima pengarahan sambil menerima goodie bag yang salah satu isinya adalah kamera kedap air yang diberikan secara cuma-cuma. Akhirnya semua harus berakhir dan saatnya kembali ke hotel sebelum esok sudah di bandara pukul 05.00.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s