17an di Rawa Pening

IMG_9847

Seminggu sudah berlalu gegap gempita perayaan peringatan kemerdekaan Indonesia. Saat tempat-tempat lain sudah luntur akan suasana tujubelasan, tetapi di tempat ini suasana itu masih ada bahkan sebagai puncaknya tujuhbelasan. Menurut saya, (240814) inilah suasana yang benar-benar tujubelasan karena dikemas dengan perlombaan yang unik. Semua berbau sumber daya alam lokal setempat, yakni rawa pening.

Perlombaan yang dikemas oleh karang taruna bina remaja bersatu dusun sumurup, asinan-kabupaten Semarang ini benar-benar unik dan menarik. Tidak tanggung-tanggung orang nomer satu di kabupaten ini juga ikut hadir memeriahkan perlombaan ini. Masyarakat tumpah ruah di tepian sungai tuntang yang menjadi jalan keluar air dari danau rawa pening.

14089353491868004765

Perlombaan pertama adalah modifikasi panjat pinang, tetapi kali ini dengan cara meniti batang bambu. Sebuah batang bambu diselipkan pada bagian pangkal bawahnya di jembatan besi yang dan rel yang melintasi sungai tuntang. Batang bambun dengan panjang hampir 10m ini lalu dilumuri dengan pelumas agar licin. Di atas bambu sudah di ikatkan beragam hadiah yang siap diperebutkan. Peserta lomba cukup berjalan meniti batang bambu yang licin tersebut lalu meraih hadiah. Dapat atau tidak dapat hadiah maka peserta akan jatuh ke dasar sungai tuntang dari ketinggian lebih dari 6m.

Tidak sedikit peserta yang gagal, sebab bambu yang dilewati benar-benar licin dan memantul-mantul karena ujung satunya menggantung. Sorak sorai penonton pecah ketika melihat para peserta yang berjatuhan di sungai tuntang, tenggelam dan muncul lagi. Tim SAR dan anggota BPNB selalu siaga di tepi sungai dengan perahu, pelampung dan ban jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

14089354311643993788

Perlombaan selanjutnya yang tak kalah unik adalah memecahkan balon. Memang dari namanya sangat sepele, tetapi kali ini berbeda. Peserta harus berpasangan lalu naik dalam sampan dari hilir sungai sejauh 100m. Kedua peserta harus mendayung perahu menuju hulu dengan melawan arus. Begitu sampai di hulu maka pasangan peserta harus memakaikan celana kolor panjang pada pasangannya. Disinilah tingkat kesulitannya, hampir semua peserta terjungkal dari perahu karena harus berdiri saat memakaikan celana kepada pasangannya. Perahu yang tidak seimbang langsung terguling dan peserta terjun bebas ke sungai.

14089354791703584361

Peserta kemudian kembali menguras perahu yang penuh dengan air lalu berdiri lagi untuk memakaikan celana pada pasangannya. Saat celana sudah terpakai lalu memecahkan balon dengan cara menghimpit dengan badan peserta dengan cara berdiri. Balon yang dipecahkan sengaja di tiup tidak terlalu besar sehingga benar-benar susah untuk meletus. Aksi peserta ini benar-benar mengundang tawa dari para penonton saat ada yang tercebur di sungai atau ada perahu yang terbalik.

14089355162020105040

Perlombaan belum usai, masih ada lagi lomba yang tak kalah menarik. Ada lomba mendayung perahu mirip perahu naga. Kali ini setiap sampan akan di isi empat orang yang benar-benar membuat perahu hampir tenggelam. Dari hilir mereka harus mendayung perahu menuju hulu dan dayungnya menggunakan telapak tangan. Begitu bendera start dikibarkan semua serempak mendayung. Baru beberapa meter maka perahu sudah tenggelam karena penuh dengan air. Begitu perahuh dikuras, lalu di naiki dan kemudian di dayung lagi hingga garis finish.

Tak kalah lucunya adalah perlombaan mencantolkan caping dengan cara naik perahu. Dari hilir peserta mendayung perahu menuju hulu lalu mencantolkan caping pada kait yang sudah disediakan panitia. Bukan perkara yang mudah karena peserta harus berdiri di atas perahu dengan arus yang terus bergerak. Beberapa peserta jatuh dalam sungai karena tidak bisa menjaga keseimbangan atau perahunya kebawa arus.

14089355731551720652

Perlombaan terakhir adalah makan kerupuk sambil mengayuh perahu. Kali ini yang tampil adalah peserta perempuan. Dari hilir sudah susah payah mendayung perahu menuju hulu untuk memperebutkan kerupuk-kerupuk yang digantungkan. Menariknya adalah mereka makan kerupuk sambil berdiri, harus menjaga keseimbangan dan terus mendayung agar tidak kebawa arus.

Bisa dibayangkan betapa susahnya perlombaan unik ini. Saya sendiri mendayung perahu di perairan tak berarus saja miri buata bercajalan dipasir yakni hanya lenggak-lenggok tak bergerak. Kali ini merekah harus mendayung melawan arus dan memainkan peran sesuai dengan peraturan perlombaan.

Hampir satu hari penuh perlombaan ini berlangsung. Penonton semakin membludak disepanjang badan sungai untuk melihat moment setahun sekali yang diadakan seminggu setelah tujuh belasan. Perlombaan ini sudah menjadi agenda rutin di tempat ini dan menjadi atraksi wisata yang menarik. Jika ingin menyaksikan, datanglah tahun depan.

2 thoughts on “17an di Rawa Pening

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s