Wonderful Indonesia : Daun Gatal Raja Ampat Untuk Obat Pegal

IMG_3937

Daun gatal di perjual beilkan di pasr remu sorong

Kalau bisa digambarkan lewat kata-kata “clekit clekit clekit…” seperti ditusuk ribuan ujung jarum usai di usap dengan selembar daun. Setelah itu rasa gatal yang teramat sangat. Niat hati hendak menggaruk yang gatal, tetapi kedua tangan ini dipagang erat. Alhasil hanya bisa meronta, meringis menahan gatal. Perlahan rasa gatal itu hilang dan berubah menjadi rasa panas. Kulit nampak bentol seperti habis digigit nyamuk dan tak berapa lama seperti saya memakai koyo rasa cabai. Hangat dan menusuk hingga ke dalam kulit dan tak berapa lama rasa pegal di kaki hilang. Itulah sensasi daun gatal (Laportea decumana) sebagai koyo tradisional dari Papua.

1408770179695383040

Daun Gatal ini tumbuh subur hanya di Jawa, Sulawesi dan Papua demikian pemetaan yang dilakukan oleh gbif.org. Saya bisa mengatakan tumbuhan ini aseli Indonesia dan baru tahu saat di Raja Ampat dijadikan obat tradisional sebagai penghilang rasa pegal di badan. Tumbuhan mirip semak ini banyak di temukan, jika di Jawa tumbuhan ini mirip dengan Kemadu atau Jelatang yang dikategorikan sebagai tumbuhan penyengat (poisson leaves). Miang atau rambut-rambut halus pada daunnya menganding (protein asing) atau senyawa kimia tertentu dan jika terkena permukaan kulit akan gatal dan bentol.

Daun   memiliki kandungan kimiawi seperti  monoridin, tryptophan, histidine, alkaloid, flavonoid, authraguinones, dan asam formiat. Pantas saja jika terkena daun ini rasanya seperti digigit semut, dimana semut akan mengeluarkan asam formiat. Tubuh akan merespon keberadaan benda asing ini yang dianggap sebagai racun dengan mengeluarkan antihistamin yang ditandai dengan bentol-bentol.

14087702781206961769

Masyarakat papua memanfaatkan daun gatal ini sebagai obat pegal linu, jika di masyarakat modern mengenal koyo maka mereka cuku mengoleskan daun ini. Miang pada daun tersebut akan menusuk kulit lalu terjadi pembengkakan (bentol) artinya terjadi pelebaran pembuluh darah. Pegal-pegal disebabkan karena penumpukan asam laktat dari proses oksidasi yang kurang sempurna. Menumpuknya asam laktat ini membuat otot terasa nyeri. Sebenarnya rasa nyeri akan hilang dengan sendirinya saat asam laktat ini diangkut dalam hati oleh darah, tetapi dapat dipercepat dengan berbagai cara. Ada dengan cara di pijit (urut), kerokan, atau penggunaan daun gatal yang sama-sama berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan peredarannya.

Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif makan prosesi dengan daun gatal akan sangat menyiksa, tetapi bagi mereka yang sudah terbiasa layaknya kita sedang ditempeli koyo. Saya sedikit terkejut saat kulit ini bentol-bentol merata, namun tak berlangsung lama sudah mengempis sendiri.

14087704471340565051

Etnobotani yang masyarakat kembangkan ini menjadi pengobatan yang unik. Di pasar-pasar sering dijumpai penjual daun gatal. Satu ikat daun gatal dihargai 5-10 ribu, tergantung ketersediaan di alam. Daun gatal segar mampu bertahan selama 1 minggu dan masih dapat digunakan selama belum kering. Nah jikan anda pegal-pegal di raja ampat atau papua dan menemukan daun ini, tidak salahnya menyingkirkan balsam atau koyo dan rasakan sensasinya.

Tags: daun gatal

 
 
Advertisements

2 thoughts on “Wonderful Indonesia : Daun Gatal Raja Ampat Untuk Obat Pegal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s