Pelintas Batas Candi Borobudur

 

2

Malam itu lapangan dekat rumah sudah ditutupi dengan dinding dari seng. Suara lantunan lagu yang diiringi musik sudah mulai terdengar, artinya konser dangdut sudah dimulai. Saatnya mencari “blobosan” yakni lubang kecil untuk menyusup masuk tanpa harus membeli tiket. Kelakuan buruk itu acapkali terulang dalam berbagai event. Sebuah tantangan, walaui paham benar resiko akan tindakan kriminal. Di balik tindakan menyimpang, ternyata ada kesepakatan tidak tertulis, dan itu ada di salah satu dari 7 keajaiban dunia, candi Borobudur.

Saya berdiri menghadap bukit menoreh yang menjulang bak raksasa yang sedang tidur. Di sana ada punthuk setumbu dan puncak suralaya untuk melihat borobudur dengan mata elang. Di belakang saya berdiri dengan anggun tatanan mahakarya dinasti Syailendra, candi Borobudur. Saya tepat di sisi selatan candi borobudur dengan perkambungan kecil dan hamparan sawah yang luas. Jalan raya dengan sisi kanan pohon kelapa dan sisi kiri tiang listrik memberikan pandangan perspektif yang menarik membuat betah berlama-lama.

14017595851778918985

Di sisi barat awan besar menggelayut menutupi sang surya yang sebentar lagi memasuki peraduannya. Ingin sekali melihat gerakan awan dan matahari, namun waktu acapkali menjadi pembatas itu semua. Langkah kaki memasuki areal persawahan yang tak sengaja mengejutkan kawanan burung kuntul. Serentak mereka terbang dan menjauhi saya, mungkin dia akan terlalu pagi untuk kembali ke sarangnya.

Jalan setapak membawa saya menyisir tepian kawasan cari borobudur dengan pagar besi runcing yang cukup tinggi. Mustahil orang bisa memasuki pelataran candi borobudur jika harus memanjat pagar besi atau masuk lewat bawah pondasi beton yang kokoh tertanam. Saya hanya bisa mengagumi puncak candi dari luar, walau dalam pikiran saya di dalam sana ada konser dangdut.

1401759632274776426

Jalan setapak yang menjadi tanggul sungai irigasi menuntun saya berjalan ke sisi barat. Kadang mata melirik ke kekiri untuk melihat menoreh yang pelan-pelan berselimut kabut. Tiba-tiba saya melihat sebuah jalan masuk istimewa. Ada sebuah tangga dari bambu sebagai akses masuk dalam pelataran candi. Mungkin ini jalan satu-satunya untuk masuk secara gratis ke dalam candi borobudur. Sayapun melanjutkan langkah kaki.

Kali ini alam sungguh luar biasa perannya. Batang pohon kelapa berdiri condong ke pagar candi. Torehan-torehan di batang untuk pijakan bisa menjadi jalan mulus untuk masuk dalam area candi. Sangat mudah dan aman, namun saya paham di dalam sana konser dangdut belum dimulai. Tak berjarak begitu jauh, rimbunya pohon bambu juga menyediakan jembatan alam untuk masuk dalam pelataran. Sungguh blobosan yang luar biasa bagi mereka yang ingin masuk tanpa membayar tiket.

Akhirnya saya berhenti di ujung barat pelataran candi. Saya Kali ini saya berjalan ke sisi timur candi sambil menyaksikan puncak borobudur yang mulai merona tersorot cahaya senja. Saya hanya bisa berdiri sambil melongok dari luar pagar, walau kadang kamera ini nakal dan ingin menyusup dalam pagar agar pandangan lebih jelas.

14017596811648808161

Tiba-tiba datanglah seorang ibu-ibu yang mengendarai sepedea motor. “ingin masuk mas, lewat sana saja ada jalan masuknya, sudah ada tangganya” kata ibu tersebut. “tidak dimarahi bu kalau ketahuan” tanya saya. “tidak, orang-orang kampung sini biasa memakai jalan itu untuk masuk dan keluar” kata ibunya dengan penuh keyakinan. Sayapun mendekati tempat yang dimaksud. Benar saja ada 2 orang ibu-ibu hendak keluar.

Dengan cekatan ibu tersebut mengangkat tas belanja keluar pagar dan mengaitkan tali tas pada ujung pagar. Kedua celana ditarik hingga betis lalu dengan sigap naik ke tangga dan sampai di pagar luar dan mengambil tas lalu beranjak pergi. Sangat mudah dan sederhana, lalu saya mencoba bertanya pada mereka tentang apa yang mereka lakukan.

Kegiatan ini sudah berlangung lama. Para warga sekitar yang berprofesi sebagai pedagang atau penjual jasa biasa memakai jalan ini. Konsensus warga dengan petugas sudah berjalan baik, dan jika ketahuan mungkin hanya mendapat teguran. Tidak membayangkan jika mereka harus masuk lewat pintu utama, yakni harus memutar pelataran candi dengan jarak yang jauh dan yang kedua harus membayar harga tiket masuk. Maka dibuatlah jalan pintas. Mengejutkan lagi, katanya “ada beberapa bule juga lewat blobosan ini” kata seorang ibu yang berprofesi sebagai penjaja makanan.

1401759744911597927

Sangat menarik, dimana tempat tidak luput dari pintu belakang. Bisa dengan melompat pagar, mblobos atau pintu legal dengan konsensus penjaga. Rasa tahu sama tahu menjadi asa kepercayaan. Mereka tak menikmati candi borobudur, mereka hanya mengais rejeki dari pengunjung mahakarya ini. Walau ini acapkali tindakan kriminal, tetapi sudut pandang kemanusiaan menjadi jalan tengahnya. Akhirnya konser dangdut sudah selesai dan “hup” saya sudah sampai di seberang dan senjapun berganti malam.

15 thoughts on “Pelintas Batas Candi Borobudur

  1. Holadala, ternyata di Borobudur ada jalan belakang semacam ini juga ya? Saya pikir mereka kan bisa lewat jalur non resmi macamnya pintu khusus buat pegawai. Toh antara pegawai dan warga kan ya sudah tahu sama tahu.

    Pas jaman saya KKN di Prambanan dulu, saya pernah masuk kompleks candi Prambanan lewat pintu khusus buat pegawai. Bisanya pas pagi hari, sebelum kompleks buka. Tinggal bilang ke satpam pingin ketemu sama bapak pondokan KKN yang kerja jd petugas kebersihan di sana.

    Menurut saya, warga yg jadi penjaja makanan bisa diberi kartu indentitas bebas masuk dan masuk lewat pintu khusus pegawai. Jadinya kan tidak perlu akrobat manjat pagar seperti ini. Toh ya itu, antara pegawai dan warga kan ya sudah tahu sama tahu kebiasaan ini kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s