Tanjung Emas, Mana Janjimu…?

IMG_4140

“1.. 2.. 3..” hanya sekian detik usai hitungan selesai tubuh-tubuh kecil itupun terhempas dari sisi kapal dan sesaat tenggelam di air yang keruh. Antara kenekatan, keberanian dan perhitungan sangat tipis sekali untuk anak-anak kecil ini dalam bermain. Pemandangan yang tak asing di sudut-sudut pelabuhan yang dijadikan taman bermain bagi anak-anak yang tinggal di sekitar pelabuhan. Inilah sisi pemandangan di pelabuhan tanjung emas, Semarang sore itu.

Tanjung emas semarang, salah satu urat nadi perdagangan di Jawa Tengah. Dulu pelabuhan semarang ada di Simongan atau Gedong Batu yang kini berdiri kuil Sampo Kong. Banjir kanal barat menjadi pelabuhan utaman. Untuk menuju pusat kota yang kala itu di daerah Johar dam Kota lama maka kapal-kapal pedagang akan lewat sungai semarang/mBerok. Seiring berjalannya waktu, perubahan tata kota, dan sedimentasi sungai maka pesona pelabuhan itu tenggelam.

139988298352785107

Mereka tak menghiraukan rasa takut dan jijik terhadap ketinggian dan warna dan bau air.(dok.pri).

Air yang tak jernih karena pekatnya kandungan alga, limbah dan sampah-sampah bukan menjadi permasalahan untuk bermain. Potensi bahaya sepertinya tak dihiraukan lagi bagi anak-anak ini. Kapal-kapal kayu yang sedang bersandar menjadi arena layaknya papan loncat di kolam renang raksasa. Kapal setinggi lebih dari 10 m menjadi ajang adu nyali sekaligus menghabiskan waktu sebelum senja.

Sejenak saya teringat lagunya Didi Kempot yang berjudul Tanjung Emas Ninggal Janji. “bebasan kaya ngenteni udaning mongso ketigo” seperti menunggu hujan di musim kemaru, salah satu syairnya saat meta ini melihat mercu suar yang menyembunyikan sang surya yang hendak ke peraduannya.

1399883084931153879

Seorang pekerja yang sedang memperbaiki sebuah kapal kayu (dok.pri).

Kaki ini melangkah menuju tiang-tiang penambat kapal yang sudah di gulung tali. Kapal-kapal niaga diam bersandar, namun anak buah kapal nampak hilir mudik memindahkan barang dari truk menuju lambung kapal. Bermacam barang dagangan, dari isi toko besi hingga kelongtong semuanya masuk dalam lambung kapal dan siap untuk berlayar menuju pelabuhan tujuan.

Saya terpaku melihat sebuah kapal kayu yang sedang di perbaiki. Nampak seorang pekerja bergelayutan di sebilah papan yang ditahan oleh tali. Dia nampak sedang menambal lobang-lobang lambung kapal. Campuran resin dimasukan di celah-celah papan. Sambil menunggu kering, dia berpindah dari satu lobang ke lobang lainnya. Sengatan matahari tak dihiraukannya walau dia setiap saat bisa jatuh.

Para pemancing nampaknya sedang mengadu keberuntungan sambil menantikan umpannya disambar ikan yang sedang bernasib sial. Kapal-kapal penarik yang sedang berlabuh menjadi tempat memancing yang strategis. Ada beberapa mereka yang kegirangan saat umpanya disambar dan memindahkan dalam kepis. Ada juga yang nampak diam tenang walau sembari dari tadi umpannya tak ada yang menyentuh.

Mercusuar dengan naman Willem 3 bertuliskan angka 1884 masih kokoh berdiri. Serangan air laut dengan kadara garamnya nampak menggerogoti beberapa bagia. Namun korosi yang ditimbulkan diantisipasi dengan lapisan cat. Konon mercusuar ini adalah satu-satunya di Jawa Tengah pada masa itu. Kini mercusuar tersebut masih tegak berdiri dan berfungsi sebagai mana layaknya.

1399883130957039394

Senjapun datang dan saatnya kembali pulang (dok.pri).

Berdiri dari atas jalan layang yang menghubungkan arah jawa timur, jakarta dan semarang kota saya melihat kepulan asap putih membumbung ke langit. Ternyata dari situlah sumber energi listrik bersumber. Asap dari pembakaran batu bara dan panasnya mampu mengerakan turbin untuk memutar generator. Senjapun datang seiring lampu-lampu mulai berpendar dan selesai sudah menanti janji tanjung emas.

18 thoughts on “Tanjung Emas, Mana Janjimu…?

  1. Pingback: Tanjung Emas, Mana Janjimu? - telusuRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s