Museum Taman Prasasti, Seribu Cerita Yang Membisu

Ikon dari taman prasasti (dok.pri).

Ikon dari taman prasasti (dok.pri).

Akhirnya semua akan tiba

pada suatu hari yang biasa

Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?

Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Sepenggal puisi dari Soe Hok Gie yang terus hidup hingga saat ini, walau dia harus tewas atas pulau Jawa. Namun bait-bait puisinya tetap hidup. Di jl. Tanah abang no 1, patung malaikat kecil yang membisu seolah ingin terus menyuarakan kebenaran di seberang sana, mana lagi kalau bukan gedung wakil rakyat. Museum taman prasasti yang membisu namun mereka memiliki suara yang merdu tentang masa lalu.

Kerkhoflaan atau biasa diucapkan kerkop, adalah kompleks pemakaman belanda. Berbeda dengan pemakaman biasanya yang terkenal angker. Kerkhof yang terlihat seperti bangunan yang penuh sentuhan seni dan filosofi.

1395218797781833222
Sebuah tatap mata (dok.pri).

Museum taman prasati, demikia namanya untuk menyebut kompleks pemakaman ini. Pada awal mulanya lokasi ini adalah pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober seluas 5,5 ha yangh dibangun tahun 1795. Pemakaman ini menggantikan kuburan lain di samping gereja Nieuw Hollandsche Kerk yang saat ini dijadikan Museum Wayang.

Musemum taman prasasti menyimpan koleksi nisan dari pindahan makam Nieuw Hollandse Kerk pada awal abad 19. Batu-batu nisan yang dipindahkan ini ditandai dengan tulisan HK, kependekan dari Hollandsche Kerk.

1395218850665125888
Akhirnya pemakaman ini menjadi museum pada masa pemerintahan Ali Sadikin (dok.pri).

Saat Gubernur Ali Sadikin masih memerintah Provinsi Jakarta memutuskan menutup makam dan memindahkan jasad yang terkubur ke pemakaman Menteng Pulo. Ada juga kerangka dipindahkan keluarganya ke Belanda, dan ada yang diperabukan. Pada 9 Juli 1977, pemakaman Kebon Jahe Kober oleh pemerintah dijadikan museum dan dibuka untuk umum. Museum ini memiliki koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 buah yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu. Saat ini luas museum hanya tinggal 1,3 ha saja, karena perkembangan pembangunan.

1395218939458887861
Petak-petak nisan yang tertata dengan artistik (dok.pri).

Dibawah pohon Plumeria alba saya mengamati sosok prasasti Soe Hok Gie. Dia adalah seorang aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an. Semangatnya luar biasa lewat aksi di jalanan, petualangan dan percintaan. Walau jasadnya tak ada di sini, aura dan bara semangatnya masih begitu terasa.

13952189971335921247
Hingga kini suaranya masih terus diperjuangkan untuk kebenaran, petualangan dan cinta (dok.pri).

Tak sedikit yang mengetahui karya maestro seni. Walau hanya sebuah prasasti untu nisan orang mati, patung-patung ini seperti mewakili mereka yang talah mendahului. Karakter-karakter mereka begitu memiliki pesona, terlebih sesaat kita memiliki daya imajinasi yang kuat. Walau saya tak mengenal siapa mereka, namun sudah terwaliki oleh sosok-sosok yang tergambar oleh para perupa. Sentuhan tangan dingin mereka bisa menghidupkan dan memberikan aura yang luar biasa.

13952190751755951999
Apa imajinasi anda..? (dok.pri).

Ada  patung perempuan dengan kepala tertelungkup yang konon ceritanya, makam ini kerap disebut Si Cantik Menangis. Perempuan ini menangisi suaminya yang mati  bunuh diri karena sakit malaria. Saya kira masing-masing prasasti memiliki kisahnya sendiri.

Di tengah hingar-bingar pusat kota, museum taman prasasti menjadi tempat yang penuh kedamaian. Dibalik nisan-nisan ini tersimpan seribu cerita dan kisah yang ingin dikatakan lewat karya para pemahat. Datanglah dan sapalah mereka dan katanya…

Bagai letusan berapi

Membangunkanku dari mimpi

Sudah waktunya berdiri

Mencari jawaban kegelisahan hati

sebuah tanya dari Soe Hok Gie.

139521922684545581
Sebuah tanya…. (dok.pri).

7 thoughts on “Museum Taman Prasasti, Seribu Cerita Yang Membisu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s