Paspor 24hal…?

“mas punya paspor, karena kita kita mau ajak jalan-jalan ke luar dan selamat ya sudah…” suara yang muncul dari ponsel saya selepas senja. Antara senang dan ‘deg..deg a’ begitu yang saya rasakan. Senang karena akan jalan-jalan dan bingung tidak punya paspor.

Batas waktu tinggal 10 hari dan paspor harus jadi. Saya tipe orang teledor administarsi terutama tentang dokumen-dokumen pribadi. Malam itu mata tak bisa terpejam memikirkan dimana Kartu Keluarga, Ijazah, Akta Kelahiran dan yang pasti E-KTP belum juga saya pegang. Waktu berjalan akhirnya pulang kampung untuk mencari dokumen-dokumen syarat membuat paspor.

Butuh 3 hari untuk menemukan dan mengumpulkan dokumen syarat pembuatan paspor. Senin pagi buta, langsung masuk ke kantor mumpung internet masih belum banyak yang memakai. Pembuatan paspor online, yakni mengaduk keberuntungan dengan memangkas jalur birokras dan antri di Kantor Imigrasi yang katanya mirip antri BLT.

Kamera digital menjadi alat pindai dokumen, walaupun harus dikoreksi dengan perangkat lunak pengolah gambar. Lensa mata ikan kadang membuat dokumen yang harusnya rata menjadi gelembung sabun. Proses pemindaian selesai dan saatnya mengisi kolom demi kolom.

Akhirnya semua kolom selesai dan mendapat balasan email untuk datang di kantor imigrasi ke esokan harinya dan membayar sejumlah uang di bank. 20 jam berlalu dan saya sudah di kantor Imigrasi yang masih tertutup rapat pagarnya, sebab arloji saya menunjuk angka 06.30. Duduk di sebuah warung sambil kerubuti para calo yang menawarkan jasa pembuatan paspor. Dengan membuka harga dari 1 juta 1 hari jadi, 500 ribu 2 hari hingga turun menjadi 400ribu, semua mentah menggoda saya karena saya benar-benar tidak punya uang.

Akhirnya jam 8 kantor di buka dan berharap menjadi orang finish pertama, ternyata di dalam sudah ada 12 pengantri. Angka sial di tangan saya dan benar-benar sial hari itu. Di dalam kantor saya salah masuk loket dan harus mengulang dari awal layaknya mereka yang tidak mendaftar online.

Fotokopi dokumen, membeli materai dan formulir lalu mengisinya. Setelah itu antri lagi untuk verifikasi dan antrian nomer 60 sekian. Akhirnya setelah 3 jam lebih nunggu nomor panggilan langsung saja masuk untuk foto, sidik jari. Tiba saatnya wawancara dan itulah puncak dari kesialan.

“mas mau jadi TKI ya..?” tanya petugasnya. “tidak bu, saya hanya kunjungan biasa dan liburan saja, saya tidak jadi TKI cukup kerja di Indonesia saja”, jawab saya. “ini ya mas,mas sudah mengisi paspor kolom 24 halaman, ini paspor untuk TKI . Kalau mau liburan atau jalan-jalan harusnya 48hal. Jadi kami tidak bisa memenuhi permohonan mas dalam pembuatan paspor” kata petugasnya.

“mana saya tahu bu, 24 dah 48hal, tahu saya itu cuma masalah tebal tipis saja dan saya pilih 24 karena ngapain bikin tebal-tebal sebab jarang ke luar negeri, dan saya juga bukan calon TKI” jawab saya, lalu di timpali “jangan-jangan cari paspor yang harga murah ya…!”. “berapapun harga paspor, jika saya butuh pasti saya bayar, saya tidak mencari harga murah bu” jawab saya. Sepertinya petugas tersebut kurang senang dengan jawaban saya lalu lantas saya melunak saja.

“sudah lah bu, tolong buatkan saya paspor waktu saya tinggal 5 hari lagi. Jika saya salah maafkan saya karena saya tidak tahu, dan jika harus membuat baru saya bersedia dengan 48hal karena itu mutlak kesalahan dan ketidak tahuan saya” saya mencoba merajuk. “tidak bisa mas, ini harus dibuat berita acara pembatalan dan butuh 2 minggu untuk mengurusnya” jawab ibu petugasnya.

Sayapun terdiam dan tak tahu harus bagaimana ini jadi, gara-gara ketidak tahuan berbuah malapetaka. Tiba-tiba petugas imigrasi yang duduk di sebelah meja berkata “sudah kasih saja bu, yang namanya paspor sama aja kok, kenapa dibuat rumit”,  sayapun mengangguk saja. “sebentar mas saya tanya bapak pimpinan dulu bagaimana ini” sambil melengos dan pergi.

Sepintas saya jadi bingung, masak petugas imigrasi tidak paham tentang pekerjaannya sendiri. 15 menit berlalu dan datanglah dengan tampang galaknya. “oke mas ini kami buatkan, tapi kami tidak bertanggung jawab jika di tolak di negara tujuan” sambil menyodorkan paspor yang sudah di cetak untuk tanda tangan. Lantas saya berpikir, kenapa saya di tolak?, tujuan saya jelas mau kemana, bersama siapa, ngapain aja di sana, berapa lama.

Usai di tanda tangani, petugasnya berkata “jika mas kerja di swasta besok waktu ambil paspor bawa surat rekomendasi dari tempat kerja dan di lampirkan, 6 hari kesini untuk ambil paspor” kata ibunya dengan ketus. “loh di spanduk depan katanya 2-3 hari jadi kok ini 1 minggu baru jadi” tanya saya memelas. “mas kami di target sehari melayani 250 permohanan jadi butuh waktu untuk memprosesnya” jawab dengan muka sadisnya, “lah itu tugas dan masalah anda  dan negara membayar anda untuk itu” jawab saya dalam hati biar dia tidak dengan daripada dimarahi lagi.

6 hari berlalu dan akhirnya langusng menuju loket pengambilan paspor. Cukup antri 2 menit langsung di panggil dan cukup tanda tangan selesai lalu suruh fotokopi. Tidak lupa saya membawa surat rekomendasi dan saya sodorkan “tidak perlu mas..” kata petugasnya dan pengin tak remes-remes rasanya ibunya yang nyuruh buat surat.

1388975046390248374
lancar-lancar saja dengan 24 halaman, apa yang salah, atau saya yang tidak tahu, yah sudahlah. (dok.pri)

Akhirnya saatnya tiba di depan petugas imigrasi. Tanpa banyak tanya mereka stempel saja dan begitu juga dengan negara tujuan main cap saja tanpa melihat jumlah halaman. Dalam hati saya ada apa dengan TKI dan paspor 24halaman, dikriminasikah atau memang harga ekonomis yang ingin ditawarkan. Yang pasti, besok-besok jangan salah klik untuk membuat paspor dan saya menyadari karena ketidak tahuan dan selebihnya itu kesalahan daripada dimarahi.

52 thoughts on “Paspor 24hal…?

  1. ahahaha sama aja ternyata, kmren juga waktu perpanjang/ganti paspor aku juga disuruh bawa surat keterangan dr kantor nanti kalo mau ambil paspor. Padalah di web gak ada tuh syarat itu, jadinya aku cuek aja gak bawa, ternyata bener gak ditanya kok.

    mungkin wajah kita ini terlalu imut, jadi mereka gak percaya kalo kita udah kerja *ke-PD-an* x))))

  2. Tp bisa khan akhirnya ĸέ negara tujuan dan tidak ditolak atau bahkan di interogasi lama-lama oleh negara tujuan, soalnya sy skrg jg terjebak nasib sama terlanjur jadi paspor 24 hal sec online, beruntungnya pas bikin lancar-lancar sj, tp teteup di pandang sebelah mata n ditakut2i bakalan susah berwisata. Sudah terlanjur n mereka jg gak mau di mintai ganti pdhal sy sdh bersedia bayar berapapun harganya. Kecewanya seharusnya ada keterangan yg lebih jelas biar kita yg awam tdk merasa kejebak.

    • Wanda…
      Aman aman saja kok di negeri orang
      Ntuh sudah sampe Thailand, malatysia dan Filipin… mereka welkom saja… cuma imigrasi aj yang tengik hahaha

      santai… tarveling must go on… 24 hal no probelm

  3. Tp bisa khan akhirnya ĸέ negara tujuan dan tidak ditolak atau bahkan di interogasi lama-lama oleh negara tujuan, soalnya sy skrg jg terjebak nasib sama terlanjur jadi paspor 24 hal sec online, beruntungnya pas bikin lancar-lancar sj, tp teteup di pandang sebelah mata n ditakut2i bakalan susah berwisata. Sudah terlanjur n mereka jg gak mau di mintai ganti pdhal sy sdh bersedia bayar berapapun harganya. Kecewanya seharusnya ada keterangan yg lebih jelas biar kita yg awam tdk merasa kejebak.

  4. itu terjadi juga di depok, tapi dibogor baik-baik saja, petugas ramah ramah, nggak ada yg dipersulit, malah lama dan penuh perjuangan klo daftarnya nggak pake online,
    kata BNP2TKI, nggak masalah 24halaman hanya beda jumlah dan harga

  5. Jadi imigrasi negara luar mah selow aja yak…

    Imigrasi kita yang rese?

    Laporin mas bro ke lapor.ukp.go.id , biar ada perubahan di internal imigrasi…

    Masa bisanya nakut nakutin bangsa sendiri :3

  6. Serius Mas gpp pake paspor 24 hal? ak mau jalan2 aja sampe cari info sana sini apakah 24hal bisa dipake jalan2. Ada infokah cara mengganti paspor 24 ke 48? Butuh pencerahan nih maaasss…😀 makasih

    • Bisa, saya sudah sampe beberapa negara dan tidak ada masalah. Buat ganti 24 ke 48 ya bikin baru.. kan sayang… jika belum habis sudah harus ganti, beberapa negara tak peduli berapa lembar halaman paspor, karena sama-sama surat resmi.
      semoga membantu.

  7. terus mas dengan passport 24 halaman bisa bepergian kemana saja itu?
    kata orang-orang tidak bisa tembus kesingapura hanya sampai malaysia saja, itupun harus mempunyai surat yang menunjukan TKI. butuh pencerahan agar yakin dan bisa berangkat.

  8. teman saya mau buat pasport 48 hal, tapi di kasih 24 hal katanya untuk tki. Bisa gak ya mas di gunakan untuk holiday ?? ada berkas yang harus di lampirkan lagi gak ?? next trip ke singapura

  9. Pingback: Seputar Paspor 24 Halaman | Mdwikiar's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s