Nasibmu Ular…

Wajah sang penggoda yang kini kerap menjadi korban pesakitan (dok.pri)

Wajah sang penggoda yang kini kerap menjadi korban pesakitan (dok.pri)

Suatu hari di sebuah taman, 2 sejoli di datangi sebuah suara dari arah pohon. Ada sebuah perbincangan diantara mereka bertiga dan akhir perbincangan itu mengawali sejarah manusia jatuh dalam dosa. Itulah sebuah babak bagaimana Adam dan Hawa terlena oleh rayuan ular. Turun temurun cerita itu tetap sama, dan ada yang menganggap ularlah biang keladi di usirnya manusia dari Eden. Andai kata Adam dan Hawa saat itu pasangan penjual darah ular dan empedunya, mungkin lain cerita.

Kisah tidak hanya sebatas Adam dan Hawa saja. Film-film horor pasti tak jauh-jauh dengan ular, pastinya dia mendapat peran antagonis. Medusa, perempuan penyihir berkepala ular juga menjadi peran jahat. Film-film dari mandarin, juga melibatkan ular sebagai tokoh yang dianggap jahat, katakanlah siluman ular putih dan serial kera sakti. Sedemikian jahatkah ular tersebut hingga ada pernyataan “ketemu gebug dan harus mati hukumnya”.

Suatu saat saat di tempat kerja, saya dikejutkan suara dari luar. Ternyata ada ular masuk dalam kawasan kantor dan bersembunyi di saluran air. Dengan sigap satpam sudah bersiap membawa beragam senjata, dari belati tumpul, pentungan hingga mencabut tiang bendera. Saya yang sedang bekerja dipaksa turun tangan, gara-gara sering nonton Nat Geo Wild dan naik gunung “lantas apa hubungannya”.

Singkat kata, saya beranikan diri untuk menangkap ular tersebut hidup-hidup. Benar saja, ilmu dari program televisi ternyata berguna. Sisa-sisa keberanian ini muncul, walau keringat dingin mengucur deras. Ular tertangkap dan saya lepaskan kembali di hutan belakang gedung tempat saya bekerja, walau banyak yang menghendaki untuk menghabisinya.

1386141872694386053
Pasa pelajar dengan seksama mendengarkan pelajaran tentang dunia repti, khusunya ular (dok.pri).

Sejak di Sekolah Dasar, pemahaman tentang ular sudah sering diberikan. Salah satunya adalah sebagai pengendali hama tikus, itu teorinya. Kenyataannya adalah setiap ketemu ular, hukumnya adalah bunuh. Tidak salah jika banyak bangkai ular yang menjadi pipih karena tergilas roda di atas aspal. Tidak sedikit yang paranoid terhadap ular, dan yang pasti hukumnya mati.

Tidak mudah memberikan edukasi tentang ular kepada masyarakat yang sudah terlanjur membenci ular. Alasan pertama adalah takut, yang kedua disangkut pautkan dengan klenik, atau ada jijik karena gerakannya yang melata dan masih banyak alasan yang kadang tak masuk di akal. Apa bedanya ular dengan binatang lain, sehingga ketemu harus di gebug.

Sejak kecil kita kadang sudah diracuni dengan hal yang buruk dengan ular, sehingga ular itu jahat, sadis, mematikan dan pantas untuk dibunuh. Memang sekilas melihat ular itu memang menakutkan. Mulut dengan lidah menjulur, badan meliak-liuk, menggeliat dan membelit. Dari stigma tersebut, pemikiran kita selalu digiring bagaimana memusnahkan ular.

1386141926854209957
Seekor ular yang mencoba melepaskan diri dan akhirnya menggigit tangan salah seorang pelajar (dok.pri).

Pagi ini, sekelompok pecinta reptil mencoba mengedukasi para pelajar tentang seluk beluk dunia reptil kususnya ular. Awal pembicaraan, dibuka bahwa tidak semua ular berbisa. Hanya 5% saja ular yang berbisa, sisanya tidak berbisa. Pelajaran selanjutnya adalah biologi ular, bahwa ular memiliki daerah teritorial. Jika kita masuk wilahnya, artinya kita bertamu dan siap-siap disambut tuan rumah. Jika ada ular masuk rumah, itu artinya ular apes, tersesat atau sedang celaka, maka kembalikan pada rumahnya. Ular bukan musuh manusia, kara jarang ditemukan ular menyerang manusia, jika tidak terusik. Ular tidak takut garam, jadi percumah saat berkemah tenda ditaburi garam di sekelilingnya agar ular tidak masuk.

Teori tentang ular sudah selesai dan kini dilanjutkan dengan praktik. Masing-masing pelajar dikenalkan bagaimana harus berbuat jika bertemu ular di alam liar. “Yang pertama, adalah hindari dan tinggal pergi karena itu langkah paling aman. Namun apabila ular tersebut ada di wilayah kita sebaiknya disingkirkan saja. Cara paling aman adalag gunakan tongkat atau galah dan karung. Arahkan ular masuk dalam karung, ikat dan kembalikan pada tempatnya.

Jika memiliki keberanian, maka gunakan tongkat untuk menahan kepala ular dan pegang tepat pada pangkal lehernya. Namun, apabila keberanian lebih dari cukup maka cukup dengan tangan kosong. Pegang dari mulai ujung ekor dan mulai gerakan memegang maju. Biarkan ular merasa nyaman dan tenang. Ular yang tenang gerakannya tenang dan tidak meronta. Jika ular semakin tenang gerakan tangan semakin mengarah pada bagian kepala dan hup pegang kepala dengan erat tetapi tidak mencekiknya. Itu jika berani, jika tidak cukup teriak minta tolong dan biarkan mereka yang berani untuk mengatasinya.

Ular, walaupun di top predator atau pemangsa paling tinggi tetap memiliki musuh yang mengancamnya. Burung elang adalah mangsa ular, jadi jangan anggap ular tidak ada yang mengancam selain manusia. Habitat ular yang semakin sempit membuat dia terdesak dan akhirnya lari di tempat-tempat yang bukan habitatnya. Bertamu tapi tanpa undangan, sambutanmnya klewang atau gebung melayang.

13861420991328049692
Usai digigit, akhirnya tersenyum lega setelah mengalahkan rasa takut dan bisa menangani ular (dok.pri).

Memang tidak bisa dipungkiri, ular juga menjadi ancaman akan keselamatan seseorang. Mungkin kita akan tenang saat berjalan-jalan di taman, semak-semak atau hutan jika bebas tidak ada ular. Jika dalam sebuah hutan kecil didengar ada ular, pasti tidak sedikit yang menghindarinya daripada berurusan dengan reptil tak berkaki ini. Tak selamanya ular seperti apa yang ada dalam bayangan kita dan tak selamanya ular itu menjadi ancaman yang menakutkan. Tuhan menciptakan ular tak sebatas sebagai simbol penggoda atau yang oleh orang farmasi jadi simbol apotek, namun ular tetaplah memiliki perannya. Menghindari atau mengendalikan, adalah sebuah pilihan daripada harus membunuh atau mengonsuminya.”  “save our snake” sebagai akhir pelajaran.

12 thoughts on “Nasibmu Ular…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s