Menepi di GM.Kaliori

Sang surya menampakan dirinya dari ufuk timur pertanda geliat kehidupan dimulai. Dari bukit Kaliori, imaji ini diperoleh (dok.pri)

Sang surya menampakan dirinya dari ufuk timur pertanda geliat kehidupan dimulai. Dari bukit Kaliori, imaji ini diperoleh (dok.pri)

Pagi itu dari sebuah bukit yang berketinggian 121mdpl di antara pohon Jati, semburat warna kuning keemasan muncul dari ufuk timur. Kicau burung yang sedari tadi bertenggera dari dahan dibalik semak-semak terus saja melantunkan suara alam. Kabut tipis menghiasai perbukitan di sisi selatan yang membentuk lapisan-lapisan tipis. Benar, saat ini saya berdiri di Bukit Kaliori di Banyumas Jawa Tengah.

Gua Maria Kaliori, demikian nama tempat ini. Bukit-bukit tandus dengan tanah warna merah, nampak gersang. Tanaman ubi kayu sepertinya enggan untuk tinggal ditanah yang keras ini, namun sepertinya tidak ada pilihan. Bangunan-bangunan yang retak dibeberapa sudut menandakan pergerakan tanah yang dinamis. Bangunan sekokoh apapun bisa bergeser sekian cm, bahkan tiang listrik pun miring karena pergerakan tanah.

13830372931664341240
Lukisan Santo Eugene de Mazenod pendiri OMI (dok.pri).

Sejarah awal Gua Maria Kaliori dimulai pembangunannya pada tanggal 15 Agustus 1989 yang ditandai Peletakan Batu Pertama oleh Uskup Purwokerto Mgr. P. S. Hardjasoemarta MSC. Sebuah peristiwa bersejarah bagi Gua Maria Kaliori yakni pada tanggal 10 Oktober 1989. Pada waktu itu dalam Misa Agung di Yogyakarta, Bapa Suci Yohanes Paulus II berkenan memberkati Patung Bunda Maria dan menandatangani Prasasti Gua Maria Kaliori. Pada tanggal 8 Desember 1989 Gua Maria Kaliori diberkati dan diresmikan penggunaannya, hingga saat ini.

Tujuan awal pembangunan Gua Maria Kaliori adalah untuk; Menyambut dan megisi Tahun Maria yang dicanangkan oleh Paus Yohanes Paulus II, menyediakan tempat ziarah yang dekat dan memadai bagi umat Keuskupan Purwokerto, menghijaukan dan melestarikan tanah-tanah diperbukitan Kaliori yang tandus dan gersang, dan membuka lapangan kerja bagi penduduk lokal yang prasejahtera.

Seiring perkembangan waktu, maka Keuskupan Purwokerto menyerahkan pengelolaan Gua Maria Kaliori kepada Konggregasi  (OMI). Kongregasi atau Tarekat Oblat Maria Imakulata (OMI)  Missionary Oblates of Mary Immaculate adalah salah satu ordo keagamaan Katolik Roma yang dibentuk pada 25 Januari 1816 oleh Santo Eugene de Mazenod. Dia adalah seorang imam projo dari keuskupan Marseille, Prancis yang ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1811.

13830374472126322270
Sambutan dengan tangan terbuka untuk seluruh umat manusia (dok.pri).

Saat ini GM Kaliori yang terletak tak jauh dari Sungai Serayu menjadi lokasi peziarahan bagi umat Kristiani. Aura religi begitu terasa saat memasuki gerbang menuju menuju jalan salib. Patu Yesus memberkati bak menjadi sambutan selamat datang bagi umat manusia. Papan petunjuk jalan salib kan mengantarkan pengunjung melihat kisah-kisah penyaliban Yesus.

Diorama-diorama yang mengkisahkan penyaliban Yesus begitu bercerita. Suasana lingkungan yang sejuk, asri dengan pepohonan berkanopi lebat seolah membawa pada awal masehi. Aroma lilin yang dibakar memberikan gambaran bagaimana filosofi sebuah pengorbanan. Jalan yang berliku, menanjak itulah gambaran bagaimana penderitaan salah satu tokoh yang muncul pada awal masehi tersebut.

1383037503477868630
Berjalan searah jarum jam, maka lukisan ini mengawali kisah Alkitab perjanjian baru (dok.pri)

Setelah melewati jalan salib, di sis kanan akan melihat ruangan bertulisakan Taman Rosario Hidup. Dalam lokasi tersebut kembali ada diorama-diorama tentang sejarah Alkitab perjanjian baru. Berjalan searaha jarum jam akan dikisahkan bagaimana kelahiran Yesus hingga kedatangan Yesus yang kedua kali di dunia. Keluar dari taman ini kaki melangkah menuju pelataran Gua Maria.

1383037571847106318
Sebuah sudut yang digunakan untuk berdoa (dok.pri).

Di sebuah sudut,  lilin-lilin yang mengantarkan doa dan pengharapan meleleh pelan. Sebuah simbol penerangan dan pengorbanan. Lantunan doa-doa dirapalkan oleh jemaat yang khusuk berdoa. Suara air yang menetes dari akar-akar pohon ara menambah suasan khusuknya tempat ini. Suasana yang teduh dan tenang dan merasakan bagaimana menyatu dengan alam. Tak terasa, pagi ini 4,5Km jalur yang harus di tempuh untuk menikmati pesona keindahan Kaliori dan suasana religi.

4 thoughts on “Menepi di GM.Kaliori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s