Danau Alam Menjelang Senja Menjemput Malam

Seorang petani mengawasi kerbau-kerbau gembalaannya. Sawah-sawah kering ini menghasilkan makanan yang lezat bagi hewan ternak (dok.pri).

Seorang petani mengawasi kerbau-kerbau gembalaannya. Sawah-sawah kering ini menghasilkan makanan yang lezat bagi hewan ternak (dok.pri).

Sore yang temaram di tepian Rawa Pening. Seorang petani nampak serius mengamati kerbau-kerbau gembalaannya yang sedang merumput. Petak-petak sawah yang mengering dan ditumbuhi oleh gulma-gulma menjadi makanan lezat bagi hewan ternak yang satu ini. Kerbau sepertinya akan dimanjakan sebelum menjelang musim hujan yang akan memakai tenaga mamalia ini untuk membajak sawah.

Sore ini saya mencoba mengulik Rawa Pening yang semakin surut airnya. Hampir 2Km jauh daratan yang semula menjadi danau kini menjadi daratan yang sudah ditumbuhi rumput-rumput liar. Cyaperaceae atau teki-tekian nampak mendominasi gulma sawah ini, kemudian Wedusan (Agerantum sp) dengan bunga berwarna putih menyelimuti tepian pematang sawah. Sekarang saatnyalah tanaman terestrial itu hidup sebelum dimusnahkan menjelang musim tanam tiba saat hujan mulai turun.

13830199071314081953
Sepanjang jalan di tepian sungai yang mengering, nampak penduduk sekita dengan beragam aktifitasnya (dok.pri).

Berjalan melewati tepian sungai kecil yang mengarah pada sisi timur Rawa Pening. Saat musim hujan, sungai ini biasa dipakai nelayan untuk laju transportasi sampan. Kini sungai sudah mengering. Nelayan harus berjalan lebuh dari 1Km untuk menuju dermaga musim kemarau. Inilah fenomena pasang surut air danau dengan segala sudut pandangnya.

Senja ini, langit nampak cerah. Hanya beberapa gumpalan awan yang menghias langit biru. Dalam perjalanan menuju tepian rawa, selalu saja berpapasan dengan penduduk sekitar. Mereka dalam keseharian biasa bekerja di sawah pasang surut, menggembala hewan ternak dan nelayan. Saat mereka pulang dari sawah biasa membawa sepikul rumput untuk makanan ternah di rumah. Sebuah pemadangan keunikan dari profesi manusia. Siluet mereka menggambarkan sebuah keteguhan dalam menjalankan hidup yang bergantung pada danau alam ini.

138301997045466799
Siluet, menggambarkan kokohnya sebuah kehidupan yang tergantung penuh pada danau alam ini (dok.pri)

Menjelang senja, rona kuning kemerahan terfokus pada langit sisi barat. Matahari yang tersapu awan tipis nampak bulat dan tidak menyilaukan mata. Langit yang bersih menjadi pemandangan yang luar biasa. Rana ini buka tutup untuk mengabadikan pemandangan indah ini. Bulatan matahari perlahan pelan-pelan turun dibalik bukit diantara.

Beruntung sekali sore ini. Jajaran bukit di kanan kiri dan depan mata memandang nampak jelas. Cahaya hangat sore ini menyinari indahnya lekak-lekuk alam yang menawan. Sepertinya sangat disayangkan jika atraksi alam ini terlalu cepat berlalu. Dari tepian danau, mengabadikan perjalanan sang surya menuju peraduaanny.

1383020038458484835
Senjapun datang. Matahari yang tersapu awan tipis nampak bulat sempurna. Inilah yang ditunggu oleh para pencari keindahan (dok.pri).

Gema adzan maghrib sudah berkumandang. Nelayan sudah berdatangan saat perahu-perahu mereka mulau menepi dan ditambatkan pada batangan-batangan bambu yang tertancap di dasar danau. Sepertinya mereka nampak riang dengan hasil tangkapan hari ini. Seember cat 25liter penuh dengan ikan, begitu juga dengan jaring yang terikat pada bagian belakang pikulan. Ikan nila dan mujair menjadi tangkapan mereka dalam sehari ini. Rona wajah yang puas menyiratkan mereka akan datang esok hari.

Di sisi lain, nelayan nocturnal silih berganti berdatangan. Mereka biasa menangkap ikan pada malam hari. Dalam semalaman mereka akan tinggal di karamba apung dan bagan-bagan yang terletak di tengah-tengah danau. Pada malam hari saat ikan-ikan mencari makan adalah sasaran empuk mereka untuk ditangkap.

1383020098430760603
Nelayan pulang dengan hasil tangkapannya. Inilah kekayaan Rawa Pening yang seolah tak pernah habis (dok.pri).

Rawa pening sepertinya tak mati oleh siang dan malam. Dalam 24 jam ada saja yang menjelahahi kekeyaan danau alam ini. Sebuah keinginan, kapan bisa ikut berburu ikan pada malam hari di tengah danau yang sunyi ini?. Sepertinya menyenangkan bisa melihat aktifitas nelayan pada malam hari yang mengadu keberuntungan dan kesialan ikan.

Selepas sang surya tenggelam munculag cahaya warna-warni dari balik gunung. Mungkin ini aurora ala tropis dengan golden hournya. Pancaran matahari yang hilang ditelan bumi memberikan sisa-sisa sinarnya untuk menghias langit sebelum malam tiba. Akhirnya malampun tiba saat langit sudah benar-benar hitam kelam. Cahaya temaram dan samar-samar menemani jalan pulang sejauh 2,5Km hingga akhirnya benar-benar gelap.

1383020153369230788
Senjapun hilang bersamaan tenggelamnya sang surya. Pancaran sisa-sisa cahaya matahari terpantulkan oleh awan yang merangkai warna-warna indah. Inilah pertunjukan terakhir sebelum malam itu datang. (dok.pri).
Advertisements

4 thoughts on “Danau Alam Menjelang Senja Menjemput Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s