Bhineka Tunggal Ika Tinggal di Salatiga

Salatiga, pagi itu menjadi tempat siaran langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Hadirnya Bhineka tunggal ika di Salatiga adalah alasannya.(dok.pri)

Salatiga, pagi itu menjadi tempat siaran langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Hadirnya Bhineka tunggal ika di Salatiga adalah alasannya.(dok.pri)

Ratusan tahun yang lalu Maha Patih Gajah Mada memekikan sumpah palapa. Sumpah yang ingin mempersatukan nusantara. Kaum kolonialpun berdatangan. Awalnya kaum tersebut ingin berdagang, begitu melihat pesona nusantara langsung ingin memilikinya. Perjuangan demi perjuangan pemilik tanah air ini tak membuahkan hasil kerena hanya kedaerahan. Akhirnya pemudan nusantara bersatu mengikrarkan sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Awal kebangkitan pemuda-pemudi di penjuru Nusantara.

28 Oktober dijadikan hari besar, yakni hari sumpah pemuda. Setiap tahun diperingati dengan beragama cara. Hingga detik ini ditanggal 28 Oktober 1928 masih diperingati seperti tahun-tahun sebelumnya. Bentuk peringatan sumpah pemuda bermacam-macam, dari mulai upacara hingga event-event yang menggelorakan semangat pemuda.

13829516791529802249
Dari dini hari sudah mulai mempersiapkan untuk sebuah event. Perjuangan menggelorakan semangat pemuda (dok.pri).

27/10/2013, Minggu dini hari, terlihat sibuk pengisi acara yang hendak memeriahkan acara peringatan Sumpah Pemuda. Pukul 1 di kampus UKSW, Salatiga sudah berkumpul para pengisi acara. 14 etnis akan ditampilkan dalam parade di Lapangan Pancasila, yang akan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Acara ini didukung juga oleh pawai kostum dari beberapa tempat di Kota Salatiga.

Sebuah pertanyaan, mengapa Salatiga di pilih oleh stasiun tersebut?. Beberapa pendapat bermunculan. Salatiga adalah kota kecil dengan penduduk yang heterogen. Kota kecil dimana warganya mewakili seluruh etnis-etnis di Indonesia. Kampus Satya Wacana yang mendapat julukan Indonesia mini adalah jawaban mengapa banyak etnis nusantara tinggal di Salatiga. Dari ujung Aceh hingga perbatasan Papua Nuguni, dari Talaud hingga Alor semuanya terwakili di kampus ini.

1382951737109556639
Walikota nampak hadir di tengah-tengah warganya dan berbaur. Demikian juga dengan petinggi-petinggi beserta jajaranya hadir semua dalam even ini (dok.pri).

Tidak salah, jika keberagaman etnis di Salatiga menjadi contoh bagi kota-kota lain, sehingga di angkat dalam siaran langsung tersebut. Aparat pemerintah dari Wali Kota, Danramil, Danrem, Kapolres, dan Petinggi UKSW turun bersama di Lapangan pancasila sebagai ujung tombak dalam acara ini. Ratusan pengisi acara dari penari Topeng Rimba, parade kostum, drum blek hingga tarian 14 etnis di tampilkan. Sebuah kebanggan bagi Salatiga bisa menggelar keberagaman ini dalam lapangan pancasila. Bhineka Tunggal Ika tertumpah di lapangan pancasila yang dari pukul 04.30 sudah tumpah pengunjung.

1382951861738306967
Jangan salah jika di Salatiga ada etnis-etnis nusantara, karena disinilah rumahnya Bhineka Tunggal Ika. Nampak pemuda etnis timor lengkap dengan pakaian adatnya (dok.pri)

Siaran langsung selama 1 jam terasa begitu cepat, sepertinya tak sebanding dengan persiapannya. Namun, kepuasan dengan apa yang bisa ditampilkan untuk dibagikan itu jauh lebih penting. Wajah-wajah Bhineka Tunggal ikan sudah menyatu padu dalam hamparan rumput hijau yang penuh kedamaian dan kebersamaan. Sebuah keberagaman dalam kota kecil yang diselubungi Kabupaten Semarang.

1382951930695484903
Butet Kertaradjasa dihadirkan untuk kotbah ala monoloh. Lawakan satirnya memberikan banyak pencerahan, betapa masih banyak tabir hitam di Indonesia (dok.pri).

Hari ini 28 0ktober 2013 puncak peringatan Sumpah Pemuda. UKSW memperingati kegiatan tersebut dengan ibadah refleksi. Biasanya ibadah yang kental dengan nuansa kristiani kini lebih kental dengan nuansa Indonesia. Ada beberapa umat non kristen yang masuk dalam Balairung untuk beribadah. Lagu rohani yang dinyanyikan bernuansa nasional karena ibadah kali ini untuk Indonesia. Puncak dari ibadah ini adalah monolog dari Butet Kertarajasa.

Butet dengan gaya monolognya mengobrak-abrik semua yang hadir dengan gayanya yang ceplas-ceplos. Sindirian bagi kaum politik yang terus bertengkar sesamai anggota atau antar partai. Koruptor menjadi bahan yang hampir ada dalam setiap lawakannya yang kadang pedas juga di dengar. Masalah-masalah sosial negeri tak kalah serunya saat menjadi bahan leluconnya. Gaya Butet yang khas mengundang riuh tepuk tangan yang hadir, diiring dengan gelak tawa.

13829520012136545889
“Pemuda harus menjadi agen perubahan, tak hanya agen pulsa saja”, begitu anekdot dari Butet (dok.pri).

Dalam akhir monolognya, Butet meminta agar pemuda bisa mempu menjadi tulang punggung bangsa yang kokoh. Pemuda harus berani naik mimbar agar suara dan idealismenya bisa didengar oleh khalayak ramai. Pemuda harus berani merubah tatanan yang sudah kacau balau. Akhirnya di akhiri “pemuda harus menjadi agen perubahan tak hanya agen pulsa”.

8 thoughts on “Bhineka Tunggal Ika Tinggal di Salatiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s