Tenggelamnya Sang Surya di Tirta Samudra

Deburan ombak mendaparkan Gracillaria sp menuju tepi pantai dan di sisi barat sana sang surya perlahan tenggelam. (dok.pri)

Deburan ombak mendaparkan Gracillaria sp menuju tepi pantai dan di sisi barat sana sang surya perlahan tenggelam. (dok.pri)

Semilir angin timur mengubah gerahnya siang menjadi sejuknya menjelang petang. Di ufuk barat rona jingga bergelut dengan kuning kemerahan membalut sang surya yang pelan-pelan masuk ke peraduannya. Keindahan alam ini sepertinya tak banyak menarik orang untuk menikmati detik-detik atraksi alam. Sepasang muda-mudi yang memadu kasih menikmati senja ini milik mereka berdua. Pantai Tirta Samudra di sisi utara Jepara menjadi saksi cinta mereka.

13824128091919970607
Dikisahkan, di sinilah putra Sunan Muria menuju Karimunjawa untuk memperdalam agama. Namun saat hendak berlayar menemukan ikan-ikan bandeng sehingga disebut sebagai pantai Bandengan. Nampak seorang nelayan sedang mengadu nasib mencari peruntungan (dok.pri).

Di kisahkan tentang legenda kepulauan Karimuanjawa, 60mil dari Jepara. Amir Hasan yakni putra dari Sunan Muria diperintahkan menuntut dan memperdalam ilmu di kepulauan Karimunjawa. Saat hendak berangkat dari pantai ini, ditemukanlah ikan-ikan Bandeng. Spontanitas, pantai ini dinamakan Bandengan yang berarti banyak ikan Bandeng. Pantai yang terletak di desa Badengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara Jawa Tengah adalah salah satu tujuan wisata.

Sisi pantai Bandengan sangat menarik. Dari sisi geografis pantai ini unik sekali. Berada di tikungan, begitu pikir saya dalam hati. Ada pantai yang menghadap ke sisi utara ada sisi pantai yang menghadap ke sisi barat. Pantai dengan pasir putih memiliki garis pantai yang panjang dibandingkan dengan pantai Kartini yang ada di sisi kirinya.

1382412949341576868
Posisi pantai yang strategis. Menghadap sisi utara sekaligus barat, dan pesona matahari terbenam adalah sambutan hangatnya (dok.pri).

Untuk menuju Pantai ini, dari pusat kota Jepara langsung menuju jalan lintas utara yang mengarah ke Tayu Pati. Dari pusat kota bisa ditempung dengan 2 jalur. Sekitar 30 menit akan menemukan plang besar di kiri jalan yang menunjuk pada gerbang pantai Bandengan. Dari gerbang tepi jalan menuju pantai berjarak 2,5-3Km. Sebelum memasuki pantai, pengunjung akan dikenakan retribusi Rp 3.000,00.

Menurut informasi, fasilitas di pantai ini cukup lengkap. Arena model permainan air disediakan oleh beberapa operator. Dermaga di pantai ini digunakan bersandar kapal-kapal yang siap mengantar pengunjung untuk berkunjung ke Pulau Panjang di sisi barat pantai. Beberapa resort sudah berdiri di sini, begitu juga dengan rumah-rumah makan yang menyediakan menu khas pesisir.

138241301277134248
Pantai seoalah milik berdua, kira-kira itu gambaran dua sejoli yang memadu kasih. Senja yang romantis yang dengan rona langit yang hangat dan manis (dok.pri).

Tepian pantai ini sangat teduh, kerena pepohonan yang ditanam disepanjang jalan. Ketapang, cemara, pandan, dan lain sebagainya menjadi peneduh dari teriknya matahari. Saat paling indah adalah saat senjat tiba. Sepertinya saya sedang beruntung hari ini. Datang diwaktu yang tepat. Jam digital di dasboard mobil menunjuk angka 17.30 maka buru-buru mobil dipacu untuk mengejar matahari terbenam.

Mengambil parkir di sisi barat pantai, atau paling ujung dari garis pantai. Momen yang indah, karena sang surya sedang ada dalam puncak penampilannya. Cahaya semburat merah merekah dari sisi barat. Perlahan-lahan sang surya turun dengan pelan. Berlari kesana-kemari untuk mengejar matahari sambil mencari komposisi.

Senja itu sepertinya hanya milik beberapa pengunjung saja dan nelayan-nelayan setempat yang acuh tak acuh. Perlahan sang surya turun pelan ke kaki langit dan seolah mata ini enggan untuk berkedip. Bulatan merah sempurna turun amblas di permukaan laut. Warna merah hangat seolah mendidihkan air laut dengan refleksi yang memanjang dari ujung horison.

13824130971559485218
The Golden Sunset mengawali kaki ini beranjak untuk pulang. Bandengan, menyimpan sebuah kenanagan bahwa disana ada keindahan alam (dok.pri)

Akhirnya sang surya ditelan laut dan menghilang. Kaki ini masih berpijak pada hamparan pasir putih dan enggan untuk beranjak. 15 menit momen ini sudah berlalu. Sebentar lagi, aksi penutup dari alam ini akan ditampilkan. Golden sunset, yakni sisa-sisa cahaya dari ufuk barat akan dipancarkan di angkasa. Benturan cahaya hangat ini akan dihantamkan pada langit-langit angkasa yang penuh dengan awan. Cahay biru berangsung memerah dan semakin pekat yang akhirnya berubah gelap. Akhirnya beranjak kaki ini untuk segera kembali.

6 thoughts on “Tenggelamnya Sang Surya di Tirta Samudra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s