Gajah Mungkur dan Kali Pancurnya

Lansekap dari puncak Gunung Gajah Mungkur. Berdiri tepat di atas tebing (dok.pri).

Lansekap dari puncak Gunung Gajah Mungkur. Berdiri tepat di atas tebing (dok.pri).

satu orang setuju, tidak tahu mas gunung ini mau jadi apa, yang pasti jadi kuburan cina,” kata seorang petani yang saya temudi di lereng gunung Gajah Mungkur. Mungkin tidak pas jika dikatakan gunung, karena ketinggiannya hanya 1232mdpl, tidak ada aktivitas vulkanik dan bentuknya tidak seperti layaknya gunung. Bagi penduduk setempat menamain gunung ini dengan Gajah Mungkur. Bentuk morfologinya yang mirip gajah, karena ada 2 bukit yang mirip punggung dan kepala yang ada belalainya.

Teman saya sempat terkecoh saat pertama kali diajak jalan-jalan ke Gajah Mungkur. Pikiran dia yang seorang perempuan, adalah jalan-jalan di bendungan Gajah Mungkur di Wonogiri. Dengan memakai sepatu kasual, celana pendek dan kaus lengan pendek. Alhasil sepulang dari jalan-jalan tersebut, kulit halus dan putih kini bergaris-garis merah dan kasar karena diiris oleh ilalang yang menghadang sepanjang jalan. Yang pasti, perjalanan tidak berakhir menyenangkan bagi teman saya.

1381115893485506911
Jalur pendakian sudah ada, karena biasa dipakai untuk mencari rumput dan kayu. Tinggal bagaimana memanfaatkan potensi ini (dok.pri).

Gunung Gajah mungkur terletak di perbatasan Kecamatan Getasan dan Banyu Biru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pertama kali menginjakan kaki diatas puncak gunung ini, yang ada hanyalah kagung karena tidak menyangkan keeloakan pemandangannya. Tebing dari batu andesit ada di sisi timur, dan kaki ini berdiri persis di atasnya. Di sisi utara terlihat hamparan luasnya Rawa Pening yang penuh dengan Eceng Gondok. Saat menengok ke belakang, nampak megah Gunung Merbabu 3142mdpl berdiri. Saat menengok ke kiri ada Gunung Telomoyo yang puncaknya penuh dengan antena. Sedikit menengok ke kiri bawah, ada air terjun Kali Pancur.

Berdiri tepat di atas tebing. Di bawah sana nampak sawah-sawah yang tidak kenal musim. Sangai parat selalu memberi pasokan air sepanjang musim. Tidak salah jika ada petak sawah yang berwarna hijau, kuning atau cokelat karena sedang di garap. Petani-petani penggarap sawah seperti diorama lansekap saja dengan gubug mungilnya. Hembusan angin membelai dengan sejuknya saat tubuh ini tergeletak dibawah pohon Pinus milik Perhutani yang menguasai hutan pinus di sepanjang lembah gunung ini.

1381115967978486252
Tepat di ekor sang gajah raksasa ini ada sebuah air terjun yang bernama kali pancur. Sayang saat ini sedang musim kemarau, sehingga debit airnya sangat kecil (dok.pri).

Tiba-tiba pikiran nakal ini muncul. Mengapa tempat indah ini hanya pencari kayu dan rumput saja yang tahu. Orang-orang dibawah sana sepertinya hanya bisa memandang ke atas dan bertanya-tanya tentang mamooth rakasasa yang sudah menjadi bukit. Alangkah baiknya tempat ini dikelola agar potensi yang ada itu bisa maksimal. Jalan setapak sudah ada, akses menuju kaki gunung sangat mudah dilalui. Jarak hanya sekitar 1,2Km sudah sampai puncak dengan jalur yang landai dan mudah dilalui.

Wacana puncak gunung ini akan di jadikan areal pemakaman cina sempat muncul. Beberapa orang mengatakan bersedia menjual tanahnya, namun pemilik lahan yang tepat di puncak tidak mau menjualnya. Andai saja tanah itu lepas, entah akan jadi apa lokasi ini. Mungkin manjadi areal pemakaman yang mewah, akses tertutup, alih fungsi lahan, atau menjadi lebih buruk dari yang diperkirakan.

Sebuah gagasan sederhana, bagaiamana menjual bukit ini tanpa kehilangan. Beberapa titik bisa menjadi lokasi wisata alam yakni dengan jalan-jalan. Cukup beberapa tempat dijadikan lokasi peristirahatan. Namun prilaku kita apakah sudah siap, sebab melihat lembah di kiri bawah sana sampah menumpuk tidak terurus. Kali Pancur, sebuah air terjun tepat di ekor Gunung Gajah Mungkur harus menjadi korban wisatawan yang tak ramah dengan lingkungan.

1381116038337019988
Sambil tiduran di tepian air terjun, mata saya menerawang ke atas. Biarlah tempat indah ini tidak terusik oleh mereka yang tak ramah lingkungan (dok.pri).

Mentalitas wisatawan kita sepertinya belum siap dengan atraksi alam. Vandalisme, membuang sampah sembarangan adalah hiasan prilaku yang ada hampir ditempat wisata alam. Belum lagi prilaku-prilaku yang tak senonoh, ikut mencoreng wisata alam kita. Dalam hati ini hanya berguman, “biarlah keindahan ini milik pengelana Gajah Mungkur saja, sedangkan yang dibawah sana cukup memandang saja”.

8 thoughts on “Gajah Mungkur dan Kali Pancurnya

  1. Belum banyak wisatawan aja sudah banyak sampah, bagaimana kalau sudah dijadikan tempat wisata? Ah aku lebih setuju kalau dibiarkan begitu saja dengan harapan yang berkunjung adalah yang betul-betul cinta alam sehingga kelestarian dan kebersihannya tetap terjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s