Pelarian di Gunung Ungaran

Lebatnya kanopi hutan acapkali membuat sinyal GPS tak bisa menembus (dok.pri).

Lebatnya kanopi hutan acapkali membuat sinyal GPS tak bisa menembus (dok.pri).

“GPS techno lost, GPS techno restore” itu suara yang timbul tenggelam dari alat navigasi. Lebatnya hutan Gunung Ungaran membuat sinyal dari satelit terhalang oleh kanopi hutan yang rapat ditambah lagi pekatnya kabut yang datang. Otot kaki yang mulai kejang sirna sudah saat berendam di kolam ai panas Candi Gedong Songo ditemani gerimis.

Mount trail atau lari gunung sudah bukan hal asing lagi saat ini. Banyak mereka yang berlomba-lomba atau ingin menguji kekuatan fisik dan mental dengan berlari di jalur pendakian. Gunung Ungaran yang berketinggian 2050mdpl biasa menjadi gladian untuk adu nyali dan fisik ini. Rute yang biasa di pakai untuk olahraga alam bebas adalah dari sisi tenggar yakni dari pasar jimbaran lalu menuju puncak dan turun di Candi Gedong Songo.

13805976311967995352
Jalan menuju posko mawar sejauh 2,8Km cukup menguras tenaga. (dok.pri)

Pagi yang cerah dan hanya beberapa gumpalan awan yang melayang-layang menghiasi langit. Teriknya mentari mengawali aktivitas pagi ini dengan mengambil awal langkah dari Pasar Jimbaran, Kabupaten Semarang. Dari sinilah biasanya para pendaki mengawali pendakian mereka. Berbekal makanan dan minuman secukupnya langkah kaki meretas jalanan aspal menuju ekowisata di Mawar / Umbul Sidomukti.

Jarak tempuh, 2.8Km dengan kondisi jalan menanjak cukup menguras nafas dan memeras keringat. 48menit adalah waktu tempuh untup sampai pada etape pertama ini. Sesampai di Mawar ada posko pendakian dan setiap pengunjung harus membayar retribusi masuk kawasan Gunung Ungaran. Saatnya kembali melangkahkan kaki dan melompat dari batu ke batu yang menghiasi jalanan setapak ini.

1380597688350521129
Pertigaan, jalur menuju candi peromasan dan puncak ungaran. Terlihat pendaki mendirikan tenda di sela-selah pohon teh (dok.pri).

Tujuan selanjutnya adalah pertigaan kebun teh peromasan. Perjalanan menuju kesana cukup menyenangkan karena akan melewati pinggiran lembah dengan pepohonan yang lebat. Rasa teduh, udara yang dingin dan hembusan angin seolah memanjakan kaki agar semakin cepat berlari. Bertemu dengan rombongan pendaki yang sudah turun dengan tatapan aneh dan asing. Lari gunung memang tak lazim bagi pendaki, sebab tak memakai ransel besar dan perlengkapan pendakian. Cukup dengan pakaian yang serba ringan, tongkat treking, dan tas berisi makanan dan minuman.

Langkah semakin ringan usai sampai di perkebunan kopi. Kali ini jalanan tak selebar 1 meter namun 3-4meter karena jalur transportasi di perkebunan. Sangat menyenangkan berlari disamping pengemudi motor trail yang dengan tunggangannya membelah kesunyian perkebunan kopi. Udara dingin semakin memacu agar segera sampai di pertigaan yang mengarahkan ke puncak dan candi peromasan.

Tenaga yang tersisa dan waktu yang terbatas membuat harus segera menyelesaikan perjalana ini. Dari pertigaan ini segera mengambil jalur ke kiri menuju puncak ungaran. Bukit-bukit dengan kontur naik turun dengan puncak-puncaknya semakin menambah gairah untuk melewatinya. Awalnya melintasi perkebunan teh dengan jalan makadam harus ekstra hati-hari, kerena tatanan batu yang bergelombang bisa membuat cidera mata kaki.

Akhirnya masuk hutan yang cukup lebat. Beberapa kali GPS berbunyi menandakan tidak dapat menangkap sinyal satelit. Perlahan-lahan kabut tebal turun dengan hembusan angin yang cukup dingin. Akhirnya hutan terlewati dan batas vegetasi sudah di depan mata. Padang ilalang dengan jalur penuh batu-batu terjal menghadang dan siap untuk di lewati. Dari sini banyak sekali yang kekuatan mentalnya terkuras habis. Beberapa puncak bukit acapkali menipu karena dikira puncak, padahal puncak sebenarnya ada jauh di belakang sana.

13805977791570661552
Sampai juga di puncak dengan ketinggian 2050mdpl (dok.pri).

Naik dengan nafas terengah-engah dan tak ada satupun berpapasan dengan pendaki. Akhirnya setelah 2:27:45 sampai juga di puncak dengan  ketinggian 2050mdpl dengan jarak tempuh 8.86Km. Pada 17/11/2012 dengan jarak yang sama, tetapi waktu tempuh 2:50 dan bisa dikatakan kali ini sudah bisa memangkas waktu menjadi sedikit lebih cepat. Di atas puncak suasana sangat sepi karena semua pendaki sudah turun. Sepertinya ini puncak milik sendiri dan bisa sepuas-puasnya di titik tertinggi Gunung ungaran. Sapu persatu rekan-rekan mulai menyusul untuk menyelesaikan pelarian hari ini.

13805978651899731393
Hutan yang lebat memberikan keteduhan bagi siapa saja yang melintasinya (dok.pri).

Saatnya kembali turun dengan mencoba mengambil rute candi Gedong Songo. Jalur turun kali ini penuh dengan pepohonan yang masih alami dan lebat. Kembali GPS tak kuasa mencatat rute kami karene penerima tak mampu menerima sinyal dari satelit karena payung pohon yang lebat. Jalur turun menuju gedong Songo dapat di tempuh sejauh 6Km dengan waktu 1:46 menit.

1380597910848248583
Pemandian air panas gedong songo memberikan kenyamanan usai turun gunung (dok.pri).

Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan kami. Langkah kami menuju pemandian air panas di Candi Gedong Songo. Air panas alam ini menjadi obat otot yang sudah kejang. Seteleh istirahat sejenak karena sudah berlari 14.31km selama 4:13 saatnya releksasi. Perlahan-lahan kedua kaki dicelupkan dalam kolam dengan suhu 37-40C. Hujanpun turun dan hawa semakin dingin dan saatnya merendam seluruh anggota badan.

Kondisi tubuh yang lelah berangsur-angsur hilang. Air panas alam memanjakan kami untuk sedikit melepas ketegangan otot tubuh. Berendam di dalam kolam air hangat pilihan yang tepat, selain melepas lelah juga sembari menikmati pesona alam Candi Gedong Songo dan udara dinginnya. Tak terasa sudah 1 jam lebih berkecipak dalam air panas, dan kami teringat perjalanan kami masih jauh.

13805979701494792741
Selain berolah raga dan bertualang juga menjadi wisatawan. Candi 1 menjadi latar belakang saat berfoto di komplek candi gedong songo (dok.pri)

Kedua kaki yang sedikit disembuhkan oleh air panas harus meretas kembali menuju Bandungan. Hampir 1 jam kami melintasi jalan beraspal dan sampailah pada jalan raya dengan angkutan umum yang siap mengantar kami pada titik awal. 18.25km sudah di tempuh selama 5 jam. Akhirnya uji fisik dan mental ini selesai di Km 25,25 dan kami berhasil memetakan jalur untuk lari gunung ini.

8 thoughts on “Pelarian di Gunung Ungaran

  1. Playon playon waton kelako yo mas? Hehehhe. Selo tenaaaan. Ebetewe mbak’e kui sangar nan ik, melu playon ho’o?
    Kalau aku cukup 1 km pertama, kilometer selanjutnya sudah lari dari kenyataan😆

    • wahaha mBae iku lumayan terlatih, saben isuk biasa melu lari dari kenyataan bareng diriku…
      Wah kok 1Km pertama iku biasane langsung anget..panas dan ngeblas loh mBa….

  2. woah deket rumah mah itu.. sedih ya masih ada yang jahil coratcoret.. kalu turun gunung ungaran, blom pernah sih ke pemandian itu, langsung pulang.. candi songo sekarang kotor boh.. *sedih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s