Pelabuhan Terakhir Laksamana Cheng Ho

Pelataran Kuil Sam Phoo Kong (Dok.pri)

Pelataran Kuil Sam Phoo Kong (Dok.pri)

Di bawah pohon Ficus benjamina dengan akar yang menjuntai terbayang Semarang 600 tahun yang lalu. Tepat saya duduk adalah sebuah dermaga dengan kapal-kapal yang bersandar. Di samping pasar nampak pasar yang menampung para pedagang dari penjuru dunia. Sebuah kapal megah dari yang telah mengarungi lautan luas di muka bumi berlabuh. Kapetn Zheng He dengan gagah turun dengan membawa misi perdamaian.

Siapa tidak kenal Laksamana Cheng Ho?. Datang dari Cina dengan perahu layar untuk mengarungi samudra luas dengan misi perdamaian adalah amanat yang di embannya. Lahir 1371 di Kunyang-Yunnan-Tiongkok menjadi seorang yang penuh legendaris, terutama di tlatar jawa. Jawa tengan dan jawa timur adalah daerah pesisir yang menjadi tempat dia bersandar.

13789537822093437537
Patung naga di atap kuil (dok.pri)

Pada pemerintahan Kaisar Yong Le di dinasti Ming Zheng He mendapat tugas untuk memimpin armada muhibah. Tahun 1405 dia memmimpin 62 kapal untuk menerobos samudra menuju gugusan pulau Sumatra, Jawa, Srilangka dan Kalkuta-India. Laksamana ini sudah 7 kali melakukan misi pelayaran besar. Dari Cina menembus Afrika dan Eropa. Memang benar-benar pelaut ulung demi sebuah titah dari kaisar.

Tahun 1435 Zheng He wafat saat dalam pelayaran. Konon ada yang mengisahkan jenazahnya di buang di laut ada pula yang mengatakan dimakamkan di Semarang. Di balik itu semua, beberapa bangunan telah mengabadikan nama besar Zheng He. Di Pandaan terdapat masjid Cheng Ho. begitu pula di Surabaya. Di Semarang terdapat kuil Sam Poo Kong.

1378954251495042491
Patung Laksamana Cheng Ho berdiri megah di pelataran kuil (dok.pri).

Kuil megah ini di bangun tepat di pinggir Sungai Garang atau banjir kanal barat. Konon tempat inilah yang dulunya dijadikan dermaga 600tahun yang lalu. Beragam versi mengkisahkan cerita-cerita masa lalu, namun itulah sebuah kekayaan dari sejarah. Kini lihatlah bangunan elok yang di dominasi warna merah dan kuning.

Patung perunggu berdiri megah menggambarkan Laksamana Cheng Ho berdiri di sisi barat. Di sisi timur bediri bangunan megah yang dulu merupakan bekas panggung. Beberapa fasilitas nampak tertata rapi penuh dengan nuansa oriental. Semerbak bau hio memenuhin kompleks ini dan menambah suasana eksotis kuil ini.

1378954200469900360
Seorang gadis berwajah oriental nampak menikmati tiap sisi bangunan ini (dok.pri).

Niat hati hendak melihat kedalam. Kesakralan kuil ini sepertinya membuat harus berhenti di pelataran. Di dalam sana ada umat yang sedang berdoa, dan sebaiknya harus tetap di luar. Ruang untuk pengunjung sudah disedikan, sedangkan di dalam adalah tempat ibadah. Tanpa ijin dan pendamping sepertinya susah untuk mengulik lebih dekatl. Namun, bagi saya sudah sangat cukup bisa bermain di dermaga bersama laksamana Cheng Ho.

4 thoughts on “Pelabuhan Terakhir Laksamana Cheng Ho

  1. Saya pernah macak jadi Cina, datang bawa hio buat berdoa (ketok ngepusi banget hahahaha). Akhirnya diajakin muter2 sama biokongnya, bahkan sampe masuk ke Gedong Batu-nya. Terus ikutan berdoa, terus diramal, katanya jodoh saya jelek. Mending bubaran sekarang, jangan dilanjutin hahahaha. Asyem. Ketokmen biokongnya tau kalok saya apus-apus. La tuntutan gawean harus bisa masuk sampe dalam je😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s