Rusa Timor di Senja Bu’at

Suara siulan dari sang pawang memanggil rusa-rusa lapar untuk datang (dok.pri).

Suara siulan dari sang pawang memanggil rusa-rusa lapar untuk datang (dok.pri).

Lengkingan siul lelaki asal pulau rote yang saya lupa namanya mengisi sela-sela hutan. Saya diminta tetap tenang dan tetap pada posisi di bawah lopo. Tak selang berapalama dari semak Cromolaena odorata muncul tanduk-tanduk yang semakin mendekati arah siulan tadi. Berduyun-duyun ada 17 ekor Rusa Timor ( Cervus timorensis ) mendakati penjaga hutan yang sudah memanggul daun-daun lamtoro. Seketika itu pula rana dari kamera terus menerus membuka dan menutup untuk mengabadikan momen indah ini.

Kabupaten Timor Tengah Selatand di Pulau Timor masih saja memanjakan saya dengan kekayaan alamnya. Orang menyebut sebagaii taman rekreasi, tetapi saya memilih sebagai hutan rekreasi. Kali ini saya berdiri di samping kolam yang katanya ada buayanya. Dari kolam inilah yang mengawali saya untuk melihat seluk beluk hutan yang dijadikan taman rekreasi oleh pemerintah setempat.

13775854891686778806
Mengawali langkah dari kolam buaya (dok.pri).

Pohon-pohon Ampupu atau kayu putih menghiasi kanan kiri jalan. Beberapa petah hutan tumbuh pinus yang menjulang tinggi. Jalan semakin masuk, makan rimbunnya Mahoni membentengi kedua sisi jalan. Suasanya yang tadinya terang benderang kini semakin redup oleh lebatnya kanopi hutan. Matahari seolah tak mampu mengirimkan pancaran sinarnya, namun masih saja ada sela untuk meneribosnya.

Taman rekreasi Bu’at, begitu nama yang disematkan untuk tempat wisata ini. Dengan tiket tanda masuk sebesar Rp 3.000,00 bisa sepuasnya menikmati kesejukan ditempat ini. Saya bisa mengatakan, ini tak beda dengan Kebun Raya Bogor namun kurang mendapat perhatian serius. Pohon-pohon dengan lingkar batang yang cukup besar berdiri di sela-selah hutannya yang menambah eksotis tempat ini.

1377585540733919996
Salah satu sudut di dekat Taman Rekreasi Bu

Ada beberapa bangunan permanen, seperti villa, arena bermain hingga kebun bibit. Mata saya tiba-tiba terkurung begitu melihat Sepasang Kera Ekor Panjang yang induknya sedang menggendong anaknya. Beberapa Gujawas atau jambu biji terselip diantara jaring-jaring yang mengurung dia. Katanya di kandang sebelah ada ayam hutan, namun sepertinya hanya rumput liar jenis Agerantum sp.

Kembali saya memasuki hutan mahoni yang ditanam mirip tentara berbaris. Cahaya matahri yang menembus sela-sela pohon ini mengantarkan saya pada sebuah pelataran yang dulu konon dijadikan tempat perjanjian. Dulu ada pelataran yang dipasang kerangka kepala dan tanduk kerbau sebagai simbol perjanjian suku-suku yang ada disana untuk menjaga hutan. Kondisinya kini tinggal cerita. Tanduk entah hilang kemana, sedangkan pagar-pagar besi tinggal bekas luka gergaji.

Akhirnya ada tawaran dari teman untuk melihat penangkaran Rusa Timor. Ajakan tak saya sia-siakan, dan langsung menuju penjaga kawasan penangkaran. Setelah meminta ijin akhirnya kami diperbolehkan menjenguk rusa endemik Indonesia ini. Rusa yang ditangkarkan di Badan Litbang Kehutanan Kupang sangat liar bahkan bisa menyerang manusia. Tanduknya yang runcing besa saja menjadi petaka bagi siapa saja yang mengusiknya.

13775855972019470030
Dari lopo inilah kami menunggu rusa-rusa itu datang (dok.pri).

Dari jarak 15m kami disuruh menunggu di bawah Lopo. Sang pawang memancing kedatangan rusa dengan siualan-siulan mirip teriakan rusa. Daun-daun segar sudah disediakan dan rusa pun berdatangan. Namanya saja hewan liar, begitu melihat daun segar langsung berebut bahkan ada yang adu tanduk untuk memperebutkan makanan.

1377585654854905071
Rusa-rusa penghuni penangkaran ini, sifat liarnya dipertahankan agar siap untuk pelepas liaran (dok.pri).

“Rusa-rusa disini memang sengaja di tangkarkan. Jika jumlahnya sudah mencukupi akan dilepas liarkan di hutan. Lokasi disini hanya sebagai percontohan saja, sebab ingin mengembang biakan secara eksitu” kata penjaganya. Sungguh eksotis binatang asli tempat ini, walaupun di tempat lain seperti Jawa, FLores juga di temukan rusa ini. Saat ini Rusa Timor dijadikan maskot untuk Nusa Tenggara Barat.

13775856971996450477
Perjalanan di tutup dengan sunset dari bukit di hutan Bu

Usai menikmati rusa-rusa liar saatnya menikmati alam liar dari bukit Bu’at. Matahari terbenam itu yang kami cari. Dari bukit saya bisa melihat sisi barat kabupaten Timor Tengah Selatan. Cahaya kuning dari sisi barat menandakan sebentar lagi sang surya segera tenggelam. Perlahan-lahan bulatan kuning itu bergerak menuju kaki langit dengan gerakan yang romantis. Sepertinya cepat sekali berlalu keindahan senja ini, yang pasti besok akan ada lagi. Hutan Bu’at dan Rusa Timor menutup perjalanan hari ini, walau tidak bertemu dengan buaya penjaga kolam.

2 thoughts on “Rusa Timor di Senja Bu’at

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s