Dusun-dusun yang Bermunculan di Pinggiran Kota

Suatu saat akan ada kerinduan untuk suasana yang sentimentil ini. Saat ini sudah jarang ditemukan momen membajak sawah dengan tenaga kerbau. (dok.pri)

Suatu saat akan ada kerinduan untuk suasana yang sentimentil ini. Saat ini sudah jarang ditemukan momen membajak sawah dengan tenaga kerbau. (dok.pri)

Makin berkembangnya pembangunan dan modernisasi, acapkali membuat lupa darimana asal kulit saat biji kacang bertumbuh. Darimana asalnya kota jika bukan dari desa dulu. Darimana asal desa, pastinya hutan belantara. Pertumbuhan penduduk dan melebarnya perumahan diiringi kebutuhan hiduplah yang membuat semua berubah.

Rasa-rasanya penat juga tinggal diarea yang penuh dengan gemerlap dan gempitanya kota. Suara bising laju kendaraan, riuhnya pusat keramaian, gemerlapnya lampu-lampu yang berpendar membuat suasanya semakin hingar bingar. Titik jenuh acapkali memuncak, dan saat itulah tekanan semakin berat. Dimana melepas penat dan jika ada pilihan pasti akan memilih tempat yang kontradiktif.

13704009131137959765
Gemericik air menambah suasana tenang saat menikmati kedamaian ditengah-tengan dusun. Replika suasana dusun yang dibuat oleh Watu Gunung di lereng Gunung Ungaran (dok.pri)

Tempat yang damai, tentram, sepi, sunyi acapkali menjadi pilihan bagi mereka yang ingin keluar dari rutinitas perkotaan yang serba semrawut. Acak kadut pikiran dibuang jauh-jauh di tempat yang pelosok dan kalau bisa ada faktor pembatasnya. Bebas dari keramaian, tidak ada sinyal, listrik yang terbatas, penerangan yang sangat minim, dan kembali pada masa lalu dimana semua serba terbatas dan apa adanya.

Melihat kebutuhan masyrakat akan tempat yang tenang, menjadi lahan bisnis baru yakni dengan menjual suasana. Jasa layanana suasana tenang, adem, ayem, sejuk, sepi dan jauh dari segala-galanya adalah menu yang disajikan. Tidak heran, kini banyak bermunculan tempat-tempat yang manawarkan jasa seperti itu. Kini pelosok desa terpencil disulap menjadi bangunan-bangunan yang memanjakan pengunjungnya untuk menikmati keasrian alam dan sesaat keluar dari hingar bingar perkotaan.

13704010051747235614
Salah satu sudut bangunan di Sekatu, Boja. Nuansa masa lalu begitu terasa di sini. Bangunan dan kuliner ditambah siasana seolah membawa kembali saat tinggal di pelosok desa (dok,pri)

Di Sekatul, Boja Kabupaten Kendal-Jawa Tengah terdapat wahana yang menawarkan jasa kesepian tersebut, Jauh dari pusat kota dan kampung membuat tempat ini banyak diminati pengunjung. Rumah-rumah kecil dengan nuansa tradisional berdiri dibeberapa sudut sebagai tempat menginap. Suasana masa lalu semakin kental jika melihat perabotan yang serba tradisional, bahkan beberapa bangunan terbuat dari kompilasi bahan-bahan bekas bangunan.

Hawa yang sejuk lereng Gunung Ungaran sisi utara membuat suasana semakin menggugah. Gemericik air sengaja dialirkan untuk menambah emosi masa lalu. Menu-menu masakan tempo dulu tak kalah menariknya saat disajikan diatas daun pisang dengan piring dari tembikar. Inilah suasana yang ditawarkan, dan tak heran banyak mereka yang tergoda dan berlama-lama disini.

1370401110408348282
Omah Watu tak kalah menghadirkan nuansa tradisional. Sebuah pilihan bagi mereka yang menginginkan suasana beda, namun tak jauh dari kota (dok.pri).

Di seberang gunung Ungaran, yakni sisi tenggara ada dua tempat yang dibuat tak jauh berbeda dengan mengadopsi nuansa alam. Sebuh saja Kampung Seni Lerep dan Watu Gunung. Dua tempat ini menawarkan sajian alam dan nuansa tradisional, sehingga siapa saja yang hadir disini seolah bisa kembali pada masa lalu terutama mereka yang dulunya pernah tinggal di kampung.

Kampun Seni Lerep menawarkan wisata edukasi, seperti: membatik, membuat garabah, dan beberapa permainan tradisional. Hawa sejuk dan suasana yang dibuat sealami mungkin membuat mereka yang tinggal semakin kerasan, Tak heran, tempat ini acapkali menjadi tempat jujugan bagi merka yang menginginkan suasana pedesaan.

Satu kilometer dari KS.Lerep ada Watu Gunung. Tempat ini tak berbeda jauh dengan tempat-tempat lain yang menjual dan menawarkan suasana. Rumah-rumah tradisional berdiri disini. Kolam besar ditengah-tengah area semakin mendinginkan suasa, terlebih bagi mereka yang hobi mengadu nasib dengan senar pancing. Beberapa sudut dibuat sealami mungkin dengan beberapa air terjun kecil, sehingga suara gemericik air terdengan damai sambil menikmati pijat relaksasi.

1370401195755287460
Danau mungil ini menjadi pelengkap saat ingin dimanjakan suasana pedesaan yang asri. (dok.pri).

Jauh disisi selatan Gunung Ungaran adan Gunung Merbabu yang memiliki dagangan sama. Dilereng utara Merbabu ada desa Kopeng yang mendapat julukan desa vokasi. Desa vokasi merupakan desa  yang mengembangkan sumber daya yang ada beserta budaya, SDM dan  kearifan lokalnya sehingga memiliki nilai ekonomi. Desa menjadi inkubator bisnis dan masyarakat lokalnya menjadi pengelola.

Di desa Kopeng yang terdiri dari beberapa dusun juga memberikan jasa salah satunya adalah suasana pulang kampung. Dusun Cuntel sebagai dusun tertingi yakni berdiri  diketinggian 1700mdpl menjadikan beberapa rumah warga sebagai tempat menginap. Rumah inap ini banyak dipakai wisatawan dan beberapa instansi untuk acara untuk tinggal sementara dikampung. Para pengunjung dilibatkan dalam keseharian penduduk setempat, dari berternak, berladang hingga dalam kesenian setempat.

1370401268648509216
Yogyakarta memang tak ada matinya. Sebuah kawasan wisata tradisional di kabupaten Bantul menawarkan keunikan. Kamar mandi laki-laki dan perempuan dibedakan dengan simbol wayang. Arjuna untuk kaum lelaki dan Srikandi untuk perempuan, sebuah keunikan yang apabila tak dipahami bisa salah masuk. (dok.pri)

Tempat-tempat lain seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah lama mendisain desa-desa menjadi daerah wisata. Desa Wisata yang disulap menjadi tempo dulu dan dipertahankan keberadaan dan keasliannya. Inilah yang banyak dicari oleh mereka yang penat akan modernisasi dan penatnya kota serta kerinduan kembali pada masa lalu. Perkembangan selalu maju kedepan, tetapi manusia bisa menengok ke samping atau kembali pada masa lalu walau sesaat.

2 thoughts on “Dusun-dusun yang Bermunculan di Pinggiran Kota

  1. Kalau melihat dari kacamata orang kota, memang betul seperti yang Dhave kemukakan. Selalu timbul keinginan untuk kembali ke desa melepaskan kejenuhan hidup di kota besar yang penuh hiruk pikuk dan serba gemerlap. Tapi kalau dilihat dari kacamata orang desa, justru suasana kotalah yang menjadi magnet kuat yang menarik mereka untuk berkunjung dan jika memungkinkan menetap dan berkarya di kota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s