Bakteri-bakteri Yang Kesurupan

Bakteri yang kerasukan. E. Coli dirasuki gen bakteri asing yang berpotensi mengasilkan senyawa obat dan kosmetika. Ini adalah pendekatan metagenomic untuk mensiasati kerusakan lingkungan dan kesulitan kultur bakteri asli (dok. Prof Ocky Karna Radjasa)

Bakteri yang kerasukan. E. Coli dirasuki gen bakteri asing yang berpotensi mengasilkan senyawa obat dan kosmetika. Ini adalah pendekatan metagenomic untuk mensiasati kerusakan lingkungan dan kesulitan kultur bakteri asli (dok. Prof Ocky Karna Radjasa)

“bakterinya sudah kerasukan dan saatnya manjadi mahluk jadi-jadian”. Layaknya penari reog yang sedang kerasukan dan malih tingkah menjadi yang merasukinya. Penari bisa saja bertingkah polah seperti monyet yang dengan gesit memanjat pohon, ada yang mengaum layaknya harimau dengan jemari mencengkeram memamerkan cakarnya. Mungkin susah dicerna dengan akal sehat saat membahas orang kesurupan/ kerasukan, dan tinggal sudut pandang mana yang ingin melihat dengan versi kacamatanya.

Dunia sains sudah lama menciptakan bakteri kesurupan. Sejak ditemukannya DNA oleh Crick dan Watson tahun 1953, ranah biologi molekuler semakin menjadi-jadi. Kini mahluk-mahluk aneh dan jadi-jadian dengan mudah diciptakan. Banyak perdebatan dalam penciptaan individu baru yang seharusnya menjadi hak prerogratif Tuhan, kini sudah jatuh ditangan manusia.

Boietika lantas memberikan rambu-rambu bagaimana menciptakan mahluk jadi-jadian ini agar bermanfaat bagi umat manusia, lingkungan dan tidak melanggar aturan. Salah satu yang menarik adalah menciptakan bakteri kerasukan, yakni bakteri jadi-jadian yang nantinya akan sangat berguna bagi umat manusia dan lingkungan.

1370417680485530674
Di dasar lautan menyimpan misteri obat-obatan yang belum terkuak. Jutaan spesies bakteri hidup disana, namun faktor lingkungan menjadi penghabat untuk mendulangnya (dok.pri).

Di dasar lautan memiliki banyak sekali misteri pengobatan yang masih tersebunyi. Dalam sebuah terumbu karang terdapat berbagai jenis bakteri yang hidup bersama-sama. Ada hubungan yang sinergis antara bakteri dan terumbu karang. Agar mereka dapat bertahan hidup harus bisa saling melindungi. Bakteri dilindungi dan mendapat tempat yang nyaman di badan terumbu karang. Imbal baliknya bakteri mengeluarkan metabolit sekunder yang fungsinya melindungi terumbu karang dari serangan predator/pemangsa.

Pakar mikrobiologi laut, Prof Ocky Karna Radjasa mengatakan, dalam sponge Theonella swinhoei terdapat 200-an jenis bakteri. Bakteri-bakteri tersebut mampu menghasilkan senyawa-senyawa yang berpotensi menjadi obat, seperti: anti kanker, tumor, anti biotik, bahkan bisa juga menjadi bahan kosmetika. Permasalahan timbul bagaimana mengambil senyawa-senyawa tersebut dari dasar perairan untuk masuk dalam industri farmasi.

1370417813273355495
Dari bunga karang ini, mungkin banyak bakteri yang bisa menghasilkan senyawa obat dan bahan farmasi. Apakah harus diangkat seluruhnya untuk mendapat senyawa tersebut atau ada cara lain yang ramah lingkungan dan mendapat hasil maksimal..? (dok.pri)

Konsekuensi logisnya jika bakteri tersebut diambil otomatis harus mengangkat terumbu karang. Akibat yang muncul adalah terjadi kerusakan lingkungan, karena salah satu mata rantai makanan hilang. Apabila dibiarkan berlanjut pasti akan merusak ekosistem laut.

Untuk menghindari kerusakan yang berlebihan dilakukan 2 pendekatan. Yang pertama adalah pendekatan kultur/genomic. Pendekatan ini dengan mengabil sampel dari dasar laut kemudian diekstrak di laboratorium. Pendekatan tradisional ini sudah mulai ditinggalkan karena memiliki kemungkinan 1% dalam mendapatkan kultur yang diinginkan dan tidak efektif.

Pendekatan yang kedua adalah metagenomic. Pendekatan ini berbasis gen. Bakteri-bakteri yang memiliki potensi penghasil obat dan kosmetika di isolasi kemudian gen penyandinya disisipkan pada bakteri lain. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bisa 100% mendapatkan kultur dan tidak perlu mengangkat terumbu karang, sehingga kelangsungan ekosistem laut terjaga.

Tidak mungkin mengkulturkan bakteri asli dari laut, karena faktor lingkungan yang kompleks. Lewat metode metagenomic, bakteri yang potensial diambil gen-gen yang mengkode senyawa kimia yang menghasilkan obat dan kosmetika. Gen-gen terpilih inilah yang nantinya akan menjadi koleksi dan siap untuk digunakan dalam industri obat dan kosmetika. Gen-gen terpilih biasanya disisipkan dalam bakteri E.coli yang mudah dikulturkan. Bakteri ini bak pemain reog yang kerasukan roh dari bakteri dari laut yang nantinya akan berkekspresi seperti roh penyusupnya.

1370418023688018341
“Inilah apotek swalayan dan gratis di negeri kita. Apakah kita bisa memanfaatkan potensinya, ataukah harus diambil orang asing dan kita tinggal membelinya dengan harga mahal. Orang asing bisa sangat mudah mencuri obat-obatan dari laut kita. Mereka tak perlu mengangkat terumbu karang, cukup dengan tabung ukuran kecil mereka bisa panen bakteri dan dikembangkan menjadi obat yang mahal di negaranya,” kata Prof Ocky (dok. Prof Ocky)

Membuat bakteri kerasukan sudah banyak dilakukan, terutaman dalam bidang biologi molekuler yang berkaitan dengan senyawa-senyawa tertentu. Bilamamana bakteri asli susah dikulturkan, maka cukup diambil rohnya yakni dan siap ditanamakan pada tubuh barunya biasanya memakai raga E.coli. Cara ini tak ubahnya seperti petani yang menempelkan mata tunas mangga arum manis pada batang mangga lokal yang rasanya asam dan buahnya kecil. Harapanya bisa dengan cepat menghasilkan mangga yang manis, besar dan harum tanpa menanam mangga arum manis.

7 thoughts on “Bakteri-bakteri Yang Kesurupan

  1. Aku pernah nonton NatGeo tentang siput yang kesurupan bakteri. Bakteri ini hidup di kotoran burung, kalau siput sudah kerasukan bakteri ini siput itu akan mencari tempat yang paling tinggi yang bisa dia capai supaya bisa dimakan oleh burung. Setelah dimakan burung, burung itu akan buang kotoran yang mengandung bakteri itu dan siap untuk merasuki siput-siput yang lain dan siklus itu terus berulang…sampai sekarang masih terpesona oleh bakteri itu, mungkin ga ya masuk ke otak manusia? wew serem…

    Thanks ya mas Dhanang dah share2..suka sama postingannya mas Dhanang..🙂

    • Kembali kasih mBa Ve…
      Sangat menarik ya ini… kisah bakterinya…
      wah kalo sampai kita, burung apa yang akan memakannya yah hhahaha..horor hehehe😀

  2. Reblogged this on gadis petualang and commented:
    Inilah apotek swalayan dan gratis di negeri kita. Apakah kita bisa memanfaatkan potensinya, ataukah harus diambil orang asing dan kita tinggal membelinya dengan harga mahal. Orang asing bisa sangat mudah mencuri obat-obatan dari laut kita. Mereka tak perlu mengangkat terumbu karang, cukup dengan tabung ukuran kecil mereka bisa panen bakteri dan dikembangkan menjadi obat yang mahal di negaranya,” kata Prof Ocky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s